
Mendengar kabar tersebut, kyle melemas dan jatuh terduduk di lantai, ibu mertuanya segera memeluk wanita itu dengan air mata yang juga membanjiri pelupuk matanya
"Als pasti kuat, dia tidak akan pergi begitu saja, tenanglah"
perlahan lahan tangisnya mereda, dan kini kyle tertidur di sofa.
saat terbangun, rupanya dia telah berpindah tempat, dan di sisinya terdapat seseorang yang di rindukannya.
perasaannya bercampur antara senang, bahagia, marah, dan khawatir. Tapi di atas itu semua, kyle langsung memeluk alston.
tangis wanita itu pecah di pelukan seseorang yang dicintainya, hingga untuk mengeluarkan sepatah katapun dia tak mampu, mulutnya telah terkunci.
pria yang memeluknya pun hanya tersenyum seraya menenangkan pujaan hatinya, sangat nyaman berada di saat seperti ini, dia benar benar telah merindukan wanitanya ini.
seorang wanita yang telah membuatnya jatuh hati, menjadi semangatnya, dan tidak bisa hidup tanpanya.
semesta mungkin telah menakdirkan kyle untuknya, dia berjanji apapun yang terjadi, dia akan selalu berada di samping kylie.
setelah puas menangis, kyle beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke taman belakang, rupanya dia sedang merajuk, karena sebelumnya sempat memukul dada alston sekali, dan raut mukanya cemberut.
terlihat lucu dan imut baginya, tapi kyle semakin kesal atas perlakuan suaminya, hingga dia mendiamkan pria itu.
__ADS_1
"untuk apa kamu kesini?" tanya kyle dengan nada ketus, dan ekspresi tak bersahabat.
"untuk menemui cintaku." jawab alston seraya menggoda kyle
"dasar buaya." ucapnya singkat
"ada apa? kenapa tiba tiba marah? apa aku ada salah?" tanya alston dengn polosnya, yang sepertinya tidak peka.
"tidak ada, dasar pria gila." umpat kyle pada saminya, seraya meninggalkan tempat tersebut.
Alston melihat wanitanya seperti itu, tanpa rasa bersalah, mengikutinya kemanapun dia pergi, hingga membuat istrinya semakin jengkel, dan kesal.
"Berhenti mengikutiku tuan ALSTON YANG TERHORMAT." Teriak kyle di akhir katanya.
"tidak, kamu harus memanggilku suamiku tampan yang tercinta." jawab alston dengan entengnya.
melihat tingkah als yang seperti anak kecil, dia segera berlalu, dan memilih untuk ke ruang tv.
Saat kyle duduk menikmati acara tv, tiba tiba suaminya tidur di pangkuannya, dan tanpa tersadar kyle membelai lembut rambut suaminya.
"apakah di sini ada Alston junior?" ucapnya sambil menciumi perut istrinya yang rata.
__ADS_1
"TIDAK." ucap kyle dengan menyunggingkan smirknya.
"hmm dasar kejam." Gumam Alston pelan, meski tetap bisa di dengar kylie.
"apa? kejam? sepertinya kamu harus sering sering berkaca tuan, apakah jumlah kaca di rumah ini kurang?" ungkapnya dengan keheranan mendengar tutur kata pria kejam yang bertingkah seperti bayi di hadapannya.
"kiss me." pinta Alston tersenyum manis.
"tidak, kamu jelek." tutur kyle berbohong, dengan tawanya yang lepas karena bisa mengejek suami tampannya.
mendengar hal itu alston segera bangkit, dan menciumi muka istrinya, berawal dari pili, kening, hidung, dan yang terakhir adalah bibirnya.
saat ini kyle benar benar merasa bahagia akan hidupnya, bagaimana bisa dia seberuntung ini, hidupnya terasa sempurnah akan kehadiran sosok alston.
"minggu depan kita akan keluar dari hutan ini, aku tau kamu begitu merindukan mall."
"sepertinya suamiku sangat pengertian."
"baiklah, besok kita keluar dari hutan, agar aku semakin di cinta istriku tersayang."
"tidak, kamu benar benar jelek menurutku, hingga aku sangat muak melihamu." ejek kyle sambil berlari menjauh dari als
__ADS_1
"aku akan menangkapmu cinta."
smirk als sambil mengejar kucing kecilnya, hingga tak lama kemudian dia berhasil menangkap kyle, dan segera membawa masuk ke dalam kamar.