
Ara dan Rahma keluar dari ruang meeting, mereka segera memasuki lift keluar kantor menuju sebuah restourant untuk makan siang.
Mereka memesan makanan masing masing, dan tak seperti biasanya wajah Ara tetap dingin dan wibawanya semakin tinggi. Rahma yang tak terbiasa dengan ini , memberanikan diri untuk bertanya.
"Ra , lo kenapa sih . Dari tadi gua lihat wajah lo dingin banget , dan iy apa setiap karyawan memberi salam , lo gak pernah ngejawab, dan tanpa ekspresi?"
Ara yang mendengar itu tertawa pelan, tetapi tetap menunjukkan keanggunannya.
"Rahma sayang, mungkin lo baru pertama kali ngelihat sikap gua kayak gini, tapi mereka udah terbiasa. Dan sekarang lo juga harus terbiasa, gua jika berada di kantor atau dalam keadaan formal memang seperti itu. Karena apa? Karena gua gak mau karyawan nemanfaatkan sifat ramah gua."
Jelasnya panjang, membuat Rahma faham akan sikap sahabatnya yang juga menjadi bossnya.
Saat di pertengahan kegiatan makan siang mereka, Ara angkat bicara.
"Rahma , gua minggu depan mau ke NYC. Karena memang kantor pusat berada di sana , dan sebagai pimpinan , gua harusnya ada di sana ,dan bukannya di sini."
Rahma yang sedang menikmati makanannya sampai tersedak mendengar berita itu.
"lo gila ya Ra? Secepat itu? Gua aja belum bilang ke ortu soal gua bekerja d sini?"
"lusa gua mau ngaku sama mama, dan minta izin buat tinggal di Amerika.""sebagai sekretaris lo harus ikut dan gak boleh nolak, gua tau bahasa inggris lo itu lancar banget Rahma, gua sahabat lo ,tentu gua juga tau jika lo gak cuma bisa 2 bahasa, lo bisa bahasa pranciss kan?."
"Dari mana lo tau semua itu?" pertanyaan Ara di balas pertanyaan oleh Rahma, tetapi Ara tidak menjawab pertanyaan sahabatnya , melainkan dia hanya menaikkan satu alisnya saja.
Makan malam hari ini menyebabkan sesuatu tersendiri di hati Rahma, pasalnya dia sangat senang akan pergi NYC ,tapi dia juga bingung , akan bersikap seperti apa di sana. Mereka pun segera menyelesaikan makan siang ,dan berdiri ingin meninggalkan meja.
Tetapi baru saja Ara ingin berbalik
Ara kembali menabrak seorang pria yang pernah dia tabrak dahulu di tugu pahlawan.
Sontak saja mereka kembali berdebat.
Pria tadi mengamati outfit Ara yang berbeda, kali ini gadis itu memakai pakaian formal.
Blouse berwarna pink pastel, dan rok span sepaha yang menunjukkan kaki mulus jenjangnya yang di padukan dengan heels berwarna senada, serta rambut kuncir kudanya dan polesan make up tipis yang menambah kesan elegant pada diri Ara.

Ara pun kebingungan dengan ini,
Dengan kesal bercampur marah atas kelakuan pria yang tidak jelas, Ara melewati pria itu sambil menyenggol kasar tubuhnya hingga pria itu tersentak sedikit.
Tetapi bukannya marah, pria itu semakin menyunggingkan senyum termanisnya.
Ara yang tadi menoleh sedikit merasa jengah dan memutar bola matanya.
Sesampai kantor,Ara benar benar melampiaskan semuanya pada pekerjaan, sampai sampai dia bekerja hingga pukul 11 malam.
Di kantor, Ara sendirian karena Rahma sudah ia suruh pulang terlebih dulu. Ara akan pulang dengan sopir, dan membiarkan Rahma mengendarai mobil seharga 4M milik Ara.
Sesampai di apartementnya, dia melihat Rahma yang terus mondar mandir tak jelas di ruang tamu karena menghawatirkannya.
"Rahma, kenapa lo gak tidur hum...."
"gua hawatir banget sama lo Ra. Ini sudah jam 11 malam, gak seharusnya lo ngeforsir otak terus bekerja, lo udah makan malam?"
"Belum , lagi males makan gua. Dahh...gua mau tidur dulu...."
Ara langsung masuk ke dalam kamar,dan langsung melempar tas dan sepatunya yang berharga selangit ke atas sofa.
Gadis yang memiliki iris mata coklat pekat itu dengan malas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju. Seharusnya ia sudah tidur 2 jam yang lalu, tetapi karena kenekatan dan rasa kesalnya ia mampu melakukan itu.
Beberapa menit kemudian, gadis berambut hitam itu kembali keluar dengan keadaan sudah berganti baju.
Langsung saja ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur berukuran king sizenya yang sangat nyaman.
000
"Alex..."
"will...."
Suara teriakan itu membuat Rahma berlari dan langsung masuk ke dalam kamar Ara, entah apa yang terjadi padanya, yang jelas sekarang Rahma sangatlah khawatir
__ADS_1
Hanya mimpi buruk yang masuk dalam tidur Ara, rahma pikir ada sesuatu hal buruk terjadi.
***
"Ara ayo, gua gak mau kita kena macet di jalan."
"oke , ayo jalan."kata ara sambil memberikan kunci mobil pada Rahma, sebenarnya bukan memberi tetapi lebih merujuk untuk melempar, kebiasaan dari mereka yaitu saling melempar barang.
Di jalan, benar saja. Mereka telah terjebak macet, beruntung Ara mengetahui jalan pintas tanpa harus melewati tengah kota.
Tetapi saat di tengah jalan yanf berada di dekat persawahan, ban mobil ara bocor dan harus segera di tambal atau di ganti, tetapi di sekitar mereka tidak ada bengkel mobil, ban cadangan juga tidak di bawa olehnya.
Ryandra beverly sedang lewat di daerah itu, untuk menghindari macet. Tetapi dia melihat seorang gadis sedang berdiri di pinggir jalan dengan raut yang mencemaskan.
Ryan mengenali gadis itu, dia adalah Ara. Ryan segera menepikan obilnya dan menghampiri mereka.
Ryan merasa penampilan Ara tidak seperti kemarin atau sebelumnya, Ara memakai dress selutut berwarna navy yang terlihat sangat berkelas.
Ara yang terkejut dengan kedatangan Ryan, segera memalingkan wajah dan mengusap rambut depannya sedikit ke samping.
Moodnya pagi ini benar benar rusak, semakin parah dengan keadaan ryan.
"Hai? Kita ketemu lagi. Kenalin Ryandra beverly, panggil aja Ryan."Sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.
Ara hanya bisa berdecih dan tak menggubrisnya, ia hanya menanggapi dengan dingin dan tak membalas uluran tangannya.
"Sorry ya, gua gak bisa kenalan sama orang sembarangan, apalagi sama pria otak miring."
"Maaf? Apa tadi? Orang sembarangan? Saya bukanlah orang sembarangan, karena saya pemilik Aura grup dan memiliki beberapa cabang perusahaan lainnya."
"hum saya tidak menyangka emilik Aura grup memiliki otak yang miring, dan tentu saja pastinya anda hanya memiliki beberapa persen saham di perusahaan itu, karena tidak mungkin orang seperti anda yang memiliki saham terbesar di sana."
Nada bicara Ara berubah formal tetapi tetap kata katanya menjatuhkan.
Rahma yang sedari tadi melihat perdebatan antara mereka segera bertindak, Rahma menelefon sopir Ara untuk membawakan mobil yang lain ke sini dan segera memperbaiki ban mobil Ara yang kempis.
"...."
"...."
"...."
Tak lama kemudian sopir Ara datang dengan membawa mobil BMW dan segera menyerahkan kunci mobil padanya.
Ara segera berlalu, tetapi tangannya dicekat oleh pria yang mengaku sebagai pimpinan di Aura grup.
"maaf nona, siapakah kou? Sepertinya kou berasal dari kelas atas?"
Ara segera menepis tangan itu dan setengah berlari meninggalkannya.
Sedangkan pertanyaan ryan di jawab oleh Rahma dan di sertai bungkukan badan untuk memberi hormat.
"maaf, dia adalah pimpinan sekaligus pemegang saham di cyrila group."
Mereka segera meninggalkan ryan yang berdiri memandangi kepergian mereka seraya bergumam pelan.
"Cyrila group? Bukankah kantor pusat ada di New York? Cantik sekali, begitu unik, kenapa dia tidak tertarik dengan ketampanan dan kekayaanku?padahal sudah jelas, pemilik Aura group masuk dalam daftar delapan besar orang terkaya di dunia."
000
Sesampainya di rumah Ara, momynya segera keluar rumah saat mengetahui ada mobil masuk ke pekarangan rumahnya, bu Clara segera keluar rumah untuk melihat siapa yang datang.
Ara segera keluar dari mobil, di susul oleh rahma, Ara merasa ibunya sedang tidak mengenalinya, jadi Ara melepas kacamata hitam yang ia pakai seraya berteriak dan sedikit berlaru dengan susah payah, karena Ara memakai heels.
"Mommyyyy Ara pulang........"
Ibunya yang terkejut segera menghampiri dan memeluk putri sulungnya tersebut.
"Ara? Kenapa penampilan kamu menjadi mewah sekali? Apakah Novel kamu sudah jadi dan sangat laris?"
__ADS_1
Dengan senyum yang mengembang menghiasi bibir Ara, ia menjawab pertanyaan mommynya
"Sebaiknya kita membicarakannya didalam."
Rahma tersenyum sendiri di luar membayangkan akan pergi ke NYC. Begitu beruntung hidupnya kini, bisa menjadi sekretaris pimpinan yang tak lain adalah sahabatnya sendiri, dan masuk dalam daftar 10 besar orang terkaya di dunia.
Nadya yang melihat sahabat kakaknya mematung sambil senyum senyum sendiri, segera memanggil untuk ikut masuk ke dalam.
"Kak Rahma, kakak kenapa belum masuk? Kakak ngelamun ya?"
"iy iy ini kakak mau masuk"
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga, di sana Rahma juga berada di ruangan itu , karena Rahma sudah di anggap sebagai keluarga.
Ara menjelaskan pada mommynya segala hal yang selama ini di sembunyikan, dan Ara juga meminta izin untuk tinggal di Amerika lagi.
Mommy pun sangat terharu dengan perjuangan dan kegigihan Ara selama ini hingga ia bisa membangun sebuah perusahaan besar walaupun tanpa hadirnya seorang ayah yang mendampinginya.
Mulai hari ini hingga hari pemberangkatan mereka ke NYC Ara dan Rahma tinggal di rumah masing masing untuk menghabiskan waktu dengan keluarga.
Saat Ara sedang sendiri di kamarnya, Ara teringat kembali dengan Alex. Tanpa sadar air mata mulai mengalir, apakah perjuangannya selama ini hanya sia sia dan berakhir pada perpisahan?
Ara segera mengeluarkan ponselnya, dan mengetikkan sebuah nama lalu mengiriminya pesan.
Alex
Alex maaf jika kemarin aku pergi tanpa izin.
Aku cuma mau bilang, semoga kamu bahagia dengan angel.
Aku akan pergi ke NYC minggu depan.
"kak Araaaaa, di panggil momy..... Ayo cepetan makan siang."
Suara teriakan wahyu memecah kesedihan Ara, dan gadis itu segera beranjak dari tempatnya menuju meja makan dengan mebyembunyikan segala kesedihan dan tangisannya dengan senyuman.
"mom, habis ini aku mau belanja sama Rahma ya?"
"iy hati hati ya? Jangan ngebut!"
"ok siap mommy"
Notice d hp Ara berbunyi, dan di lihatnya jika Rahma yang sedang mengirim pesan.
Ara segera beranjak dari meja makan untuk menjemput sahabtnya.
000
Baru saja Ara menginjakkan kakinya di depan pintu dan akan memencet bel, Rahma langsung datang dan memeluk sahabatnya sambil menangis.
"Rahma ada apa?"
"lo baik-baik aja kan?"
Tanya Ara dengan perasaan sangat cemas.
"Ara? Rudi Ra....Rudi..."
"iy kenapa Rudi? Rahma..."
Rahma langsung menarik Ara masuk ke dalam Rumahnya, saat itu Rahma bilang jika ortunya tidak ada di rumah.
Rahma mengajak Ara masuk ke dalam kamarnya, di situlah Rahma menunjukkan sebuah akun media sosial milik seorang wanita, dan di antara postingannya banyak foto kebersamaan wanita itu dengan Rudi di sertai untaian kata cinta.
__ADS_1