CEO CANTIKKU

CEO CANTIKKU
Episode 21


__ADS_3

Pagi hariii yang cerah, saat mahluk bumi mulai menjalankan aktifitasnya, sepasang suami istri memulai persaingan sengitnya.


"Cepat pakai gaun ini, ikut aku. "


Dengan seenaknya Alston melempar gaun mahal tersebut tepat di muka Ara yang masih mengenakan jubah mandinya.


"Apa apaan maksudmu?! gaun ini?! gaun menjijikkan ini?! untuk apa kugunakan?! "


Ara melempar gaun mahal itu dengan seenaknya di atas kasur mewahnya.


"Gaun pucat tak berwarna menjijikkan"


Ara melewati Alston, tanpa memperdulikan pria itu menatapnya tajam.


"Lihat ini!! ini adalah gaun cantik pilihanku!! "


Ara mengenakan gaun tersebut, dan memamerkannya pada Alston.


"Dasar gila!! " Alston menarik gaun tersebut, dan merusaknya hingga tak berbentuk."


"CEPAT PAKAI GAUN YANG KUBERIKAN!! "


alston melemparkan kembali gaun itu, dan mendorongnya hingga terjatuh.


"BASTARD!! "


dengan kekesalan yang memuncak, Ara kembali memasuki walk in closet.


"itu baru istriku."

__ADS_1


Alston bergumam dan menyunggingkan senyum yang sangat tipis hingga hampir tak terlihat, lalu pergi meninggalkan Ara yang sudah bermuka merah karena kekesalannya.


"HEII KENAPA KAMU PERGI BASTARD?!!"


Benar benar pagi yang kacau, mereka tidak pernah terlihat sebagai pasangan, tetapi lebih terlihat seperti kucing dan tikus.


Dengan segera, Ara mengoleskan make up natural yang menambah kecantikan Ara.


Alston melihat Ara menuruni tangga dengan sangat anggun, membuat hatinya berdetak.


"Apa yang ku rasakan, apa aku sudah gila? ck" Es batu itu menggelengkan kepalanya kuat kuat untuk menetralkan pikiran dan meredakan degupan jantungnya.


Alston yang terlihat aneh dari atas, membuat Ara tertawa, dan segera menghampiri suaminya tersebut.


"Sedang apa kamu sayang. "


tawa wanita itu, tak kunjung reda hingga Alston berdecak, dan membungkam bibir Ara dengan ciuman lembut penuh cinta.


Ara menyentuh bibirnya sendiri dan bertanya dengan muka polosnya.


"Apa katamu? Als? Panggil aku suamiku cinta. " Tiba tiba Als mengecup dahi Ara, dan bersikap manis.


mendapat perlakuan yang mengejutkan seperti itu, membuat Ara kikuk, dan membuat alston gemas, hingga membawa Ara dengan menggendongnya seperti karung beras.


Ketika sopir mulai menjalankan mobil ke tempat yang tidak di kenal Ara, dia mulai membuka mulut dan bertanya.


"Kita akan kemana? "Ara menolehkan kepalanya dan memandang Alston.


dalam hati, Ara merasa jika suaminya memang sangat tampan, meskipun ia menutupi kekagumannya tersebut.

__ADS_1


"honey, kita akan pergi ke mansion Stewart. "


Entah mengapa Alston langsung mencium pipi Ara, dan bermanja padanya.


"A-als apa kamu sehat? atau kamu kerasukan setan? meskipun aku tau bahwa kamu iblis, tapi bisa saja kamu kerasukan. "


"apa yang kamu bicarakan istriku? diam saja, dan biarkan aku bermanja. "


entah apa yang terjadi, Alston tidak terlihat seperti biasanya, dan membuat asisten yang sedang menyetir di depan, menahan tawa melihat tingkah bossnya yang kembali seperti bocah 5 tahun.


"Apa yang kamu tertawakan?! masih menginginkan pekerjaanmu? kemudikan dengan benar!!"


"baiklah tentu saja hahahah. "


Tawanya semakin keras, membuat Alston yang bergelung manja di pangkuan Ara bangkit, dan duduk kembali tegap di samping Ara.


Sejak Alston kembali duduk tegap, Perjalanan menjadi sunyi sepi hingga mereka sampai di sebuah mansion yang sangat besar bergaya modern.


Ara dan Alston turun dari mobil langsung di sambut oleh pelayan berjejer yang memberi hormat.


Alston berjalan memasuki mansion dengan menggandeng mesrah Ara seolah olah mereka adalah keluarga harmonis yang tak pernah berdebat.


Sampai tepat di depan pintu, Seorang wanita paruh baya tiba tiba memeluk Ara dengan hangat.


"Kenapa kamu tidak mengatakan pada mommy jika sudah menikahi bidadari. "


Rupanya wanita itu adalah Kathrin, ibu dari pria yang sedang menggandeng tangan Ara,.


"Ayolah mom biarkan kita masuk dulu, nanti saja kita berbincang. Aku yakin istriku ini sudah kelaparan. "

__ADS_1


Ara sangat terkejut saat Alston berkata sangat lembut dan penuh kasih sayang di hadapan ibunya.


Kathrin menggandeng tangan Ara dan mengajaknya ke sebuah ruang, yang di dalam sana sudah ada pria paruh baya yang masih terlihat bugar, dan tampan sedang memakan apel yang sudah di kupas.


__ADS_2