Ceo Kejam Pilihan Papa

Ceo Kejam Pilihan Papa
maaf kak fadil


__ADS_3

Setelah kabir selamat aku baru sadar bahwa kabir sedari tadi membawa pisau yang ntah itu pisau dari mana,


Aku ambil paksa pisau yang dibawa kabir dan aku suruh zahra membawanya.


" Bawa pisau itu kemari " bentak kabir


" Tidak.. ayo kita pulang " ucap fadil


" Aku ingin mati kenapa lo selametin gue " teriak kabir seperti orang depresi


" Apa maksudmu "


" Aku hampir bunuh pelacur di cafe. aku gila aku bosen minum obat terus fadil mengertilah " ucap kabir sambil menangis dan menutupi mulutnya itu


" Ayo pulang kabir ini semua karna salah faham kamu jadi lupa minum obat " ucap fadil dan memeluk adeknya itu dengan sangat erat


" Lepas lo bajingan gue akan ceraikan zahra dan lo bisa nikahin zahra " ucap kabir dengan tegas sambil mendorong fadil agar menjauh darinya


" Aku akan pergi dan tinggal dihotel. aq kangen sama kamu dek!! demi Allah aku dan zahra gak selingkuh " ucap fadil


" Aku gak peduli. pergi. atau aku akan membunuhmu " teriak kabir begitu keras hingga dilihat banyak orang


" Mas ada yang mau aku bicarakan " ucap zahra sambil mendekati kabir yang sedang emosi


" Apa aku gk mau ngomong sama kamu


" bentak kabir yang membuat zahra menangis


" Hik..hik.. mas tolong malu dilihat orang ayo pulang "


Tak menjawab kabir pun menarik tangan zahra begitu kuat dan membawanya ke mobilnya. dan meninggalkan fadil sendirian


Diperjalan mata kabir begitu terlihat bahwa dia begitu emosi.

__ADS_1


Zahra begitu takut hingga dia memegang tangan kabir dengan erat dan meremas tangan kabir


" Ya Allah tolong hamba. hamba takut sungguh " batin zahra dengan keringat yang bercucuran.


" Ah beri aku obat tolong cepet atau tidak kita aku kecelakaan " rintih kabir yang merasakan sakit kepala yang begitu hebat


" Tapi dimana obatnya " tanya zahra


" Disitu " kabir menunjuk ke arah tas kecil yang ada dibelakang mobil


" Ini " zahra memberi kabir obat dan air


" Makasih " ucap kabir dan langsung mencium tangan zahra


" Iya.. mas mau bawa aku kemana " tanya zahra sambil tersenyum kecil


" Pulang " jawab kabir singkat


" Aku mau bilang aku selalu doain kamu mas " ucap zahra sambil menatap mata kabir yang sedikit agak normal daripada tadi. begitu penuh benci emosi dan amarah


" Aku gak selingkuh mas tolong percayalah "


" sampai turun cepat " bentak kabir


Tanpa menjawab zahra pun keluar dari mobil


Kabir mendengar ada suara wanita sedang berbicara dengan fadil


" Sayang kapan ke london " tanya wanita itu yang membuat kabir senang


" Kabir ini calon istriku mau bicara " tanya fadil


" Tidak "

__ADS_1


" Sayang udah ya aku ada urusan nanti lanjut lagi "


" Oke "


Telfon pun mati


" Aku akan menikah kabir aku akan undang teman temanmu juga " ucap fadil


" Cepat pergi dari rumahku "


" Aku gk selingkuh sama zahra aku datang kesini karna aku kangen sama kamu " ucap fadil yang kembali memeluk kabir


" Lepas "


" Kamu tidak merindukanku oke aku pergi sekarang " ucap fadil yang melepaskan pelukannya dengan kabir


" Aku percaya padamu karna kamu penyayangiku kakak " ucap kabir yang mencegah fadil pergi


" Kamu sadar ahaha dasar " ucap fadil yang malah menertawakan kabir


" Ya sudah pergilah " usir kabir


" Oke " fadil pergi dan tetap saja masih dicegah oleh kabir


" Maaf kak aku salah "


" Iya kabir kakak tau kamu cemburu "


" Aku percaya zahra wanita yang sholeha dan dia gak mungkin hianati aku "


" Aku juga gak mungkin rebut apa yang sudah jadi milikmu kabir "


" Iya aku memang gk bisa berpikir sehat "

__ADS_1


...*********...


__ADS_2