
Setelah kabir selamat aku baru sadar bahwa kabir sedari tadi membawa pisau yang ntah itu pisau dari mana,
Aku ambil paksa pisau yang dibawa kabir dan aku suruh zahra membawanya.
" Bawa pisau itu kemari " bentak kabir
" Tidak.. ayo kita pulang " ucap fadil
" Aku ingin mati kenapa lo selametin gue " teriak kabir seperti orang depresi
" Apa maksudmu "
" Aku hampir bunuh pelacur di cafe. aku gila aku bosen minum obat terus fadil mengertilah " ucap kabir sambil menangis dan menutupi mulutnya itu
" Ayo pulang kabir ini semua karna salah faham kamu jadi lupa minum obat " ucap fadil dan memeluk adeknya itu dengan sangat erat
" Lepas lo bajingan gue akan ceraikan zahra dan lo bisa nikahin zahra " ucap kabir dengan tegas sambil mendorong fadil agar menjauh darinya
" Aku akan pergi dan tinggal dihotel. aq kangen sama kamu dek!! demi Allah aku dan zahra gak selingkuh " ucap fadil
" Aku gak peduli. pergi. atau aku akan membunuhmu " teriak kabir begitu keras hingga dilihat banyak orang
" Mas ada yang mau aku bicarakan " ucap zahra sambil mendekati kabir yang sedang emosi
" Apa aku gk mau ngomong sama kamu
" bentak kabir yang membuat zahra menangis
" Hik..hik.. mas tolong malu dilihat orang ayo pulang "
Tak menjawab kabir pun menarik tangan zahra begitu kuat dan membawanya ke mobilnya. dan meninggalkan fadil sendirian
Diperjalan mata kabir begitu terlihat bahwa dia begitu emosi.
__ADS_1
Zahra begitu takut hingga dia memegang tangan kabir dengan erat dan meremas tangan kabir
" Ya Allah tolong hamba. hamba takut sungguh " batin zahra dengan keringat yang bercucuran.
" Ah beri aku obat tolong cepet atau tidak kita aku kecelakaan " rintih kabir yang merasakan sakit kepala yang begitu hebat
" Tapi dimana obatnya " tanya zahra
" Disitu " kabir menunjuk ke arah tas kecil yang ada dibelakang mobil
" Ini " zahra memberi kabir obat dan air
" Makasih " ucap kabir dan langsung mencium tangan zahra
" Iya.. mas mau bawa aku kemana " tanya zahra sambil tersenyum kecil
" Pulang " jawab kabir singkat
" Aku mau bilang aku selalu doain kamu mas " ucap zahra sambil menatap mata kabir yang sedikit agak normal daripada tadi. begitu penuh benci emosi dan amarah
" Aku gak selingkuh mas tolong percayalah "
" sampai turun cepat " bentak kabir
Tanpa menjawab zahra pun keluar dari mobil
Kabir mendengar ada suara wanita sedang berbicara dengan fadil
" Sayang kapan ke london " tanya wanita itu yang membuat kabir senang
" Kabir ini calon istriku mau bicara " tanya fadil
" Tidak "
__ADS_1
" Sayang udah ya aku ada urusan nanti lanjut lagi "
" Oke "
Telfon pun mati
" Aku akan menikah kabir aku akan undang teman temanmu juga " ucap fadil
" Cepat pergi dari rumahku "
" Aku gk selingkuh sama zahra aku datang kesini karna aku kangen sama kamu " ucap fadil yang kembali memeluk kabir
" Lepas "
" Kamu tidak merindukanku oke aku pergi sekarang " ucap fadil yang melepaskan pelukannya dengan kabir
" Aku percaya padamu karna kamu penyayangiku kakak " ucap kabir yang mencegah fadil pergi
" Kamu sadar ahaha dasar " ucap fadil yang malah menertawakan kabir
" Ya sudah pergilah " usir kabir
" Oke " fadil pergi dan tetap saja masih dicegah oleh kabir
" Maaf kak aku salah "
" Iya kabir kakak tau kamu cemburu "
" Aku percaya zahra wanita yang sholeha dan dia gak mungkin hianati aku "
" Aku juga gak mungkin rebut apa yang sudah jadi milikmu kabir "
" Iya aku memang gk bisa berpikir sehat "
__ADS_1
...*********...