
Dua tahun menikah tapi zahra dan kabir masih juga belum dikarunia buah hati.
Dag.. brak... brak...
Suara berisik terdengar dari ruang kabir berkerja zahra yang mendengarnya merasa resah
" Ya Allah apa yang terjadi dengan mas kabir apa saikonya kambuh lagi " batin zahra
" Zahraa " teriak kabir dari ruang kerja
" Iya mas " ucap zahra sambil berlari menemui kabir
" Aku ingin anak darimu kenapa kamu belum hamil juga " ucapku sambil mencekram tangan zahra
" Akh. aku gatau mas. Mungkin Allah memang belum kasih kita keturunan" ucap zahra sambil merintih kesakitan
" Aku malu sama mereka zahra 3 tahun menikah tapi belum punya anak " keluh kabir
" Trus aku. Harus apa "
" Kita akan priksa kandunganmu ke dokter "
" Hik..hikk.. iya mas lepasin tanganku sakit " rintih zahra dan kabir melepaskan tangan zahra
Aku yang begitu kesal menarik tangan zahra menuju mobil dengan kejam ku dorong dia masuk mobil
" Aduh.. "
" Kita harus priksa rahimmu zahra " ucap kabir yang mengendarai mobilnya begitu cepat
" Pelan mas nanti kita kecelakaan " tutur zahra
" Aku ingin segera sampai " tegas kabir
Tit.. tit.. bel mobil kabir berbunyi begitu keras kala ada kendaraan lain yang menghalangi jalannya
Zahra hanya diam dan tak berani membantah suaminya itu
Sesampainya di rumah sakit kabirpun keluar dari mobil.
" Ayo " bentak kabir
__ADS_1
" Iya " ucap zahra sambil membuka pintu mobilnya
...Di dalam ruang dokter...
" Karna kurang minum air dan stres yang dia alami membuat pasien mengalami penyakit mandul " ucap dokter
" Mandul dok " ucap kabir tak percaya
" Iya kemungkinan zahra untuk hamil sangat sedikit bahkan tidak mungkin "
" Gak-gak mungkin zahra. Mandul "
" Kalau mau kalian bisa terapi agar rahim zahra kembali sehat, insya Allah "
" Lakukan apapun dokter agar istri saya segera hamil
" Iya tapi berdoa saja saya hanya bantu selebihnya minta sama Allah "
" Iya dok "
" Permisi " dokter itu pergi
" Pulang sendiri " ucap kabir
" Mas tolong jangan tinggalin aku sendiri disini " rintih zahra sambil menangis dan sedikitpun tak di pikirkan oleh kabir
" Aku gak peduli " kabir pergi
Aku harus kemana jam segini taxi pun pasti udah gak ada
Ya Allah tolong hamba mu yang lemah ini.
Hujan disertai petir yang sangat kencang membuat tubuh zahra basah kujup. Jam menuju pukul 10 malam jangankan taxi becakpun tidak ada
Ntah biasanya kota jam segini masih ramai orang. mungkin karna hujan petir jadi jalanan sepi
" Hik.. hik.. hujannya lebat banget " keluh zahra
...Telpon dari sindia...
" Halo kak. Kak zahra mana " tanya sindia
__ADS_1
" Aduh gimana ini " batin kabir
" Kak kok diem kak zahra mana "
" Tidur "
" Ouh ya udah besok sindia telpon lagi "
" Ya dek "
Hujan petir aku tinggalkan zahra sendiri bagaimana jika dia sakit hujan kaya gini mana ada taxi
Aku pun kembali ke mobil untuk mencari zahra
Dijalan aku bertemu zahra sedang lontang lantung tidak jelas
Tiit..
...Tiit.....
^^^Tiit^^^
Zahra begitu terkejut kala melihat kabir kembali mencarinya
" Naik cepet " suruh kabir
" Iya " acap zahra yang langsung naik
Aku melihat tubuh zahra basah kuyup aku pun mencopot jaketku dan aku memakaikannya ke tubuh zahra
" Dingin " tanya kabir
" Iya mas " jawab zahra
" Tadi sindia telpon "
" Apa yang dia katakan "
" Hanya mencarimu tapi kamu gak ada "
Komen rate vote follow makasih udah baca
__ADS_1