Ceo Kejam Pilihan Papa

Ceo Kejam Pilihan Papa
bertemu ayah S2


__ADS_3

10 menit akhirnya zoya terbangun dari pingsannya 2 hari tak makan ditambah lagi kejadian semalam, membuat zoya makin pusing 7 kelilir.


Mencoba bangun dari tidurnya dan mendapati dia sedang berada di mobil orang asing, dan deg ketika ia membuka matanya betapa terkejutnya dia ternyata yang ada disebelahnya adalah ayahnya.


" Ayah " peluk zahira seraya memanggil ayahnya dengan sebutan ayah membuat kabir bingung.


" Ayah katamu " tanya kabir dan menjauhkan zoya dari tubuhnya, seraya menatap zoya


Jika aku memberi tau ayah aku putrinya akankah dia bercaya? Mungkinkah aku dan dia akan bersama, mustahil!! Penyesalannya sangat besar saat ia membuat ibu terkena serangan jantung.


Mungkin dia akan pergi dariku setelah dia tau aku putrinya. Pergi meninggalkanku sama seperti pergi meninggalkan ibu, Aku pasti akan sulit mencarinya lagi


Lebih baik aku diam pada akhirnya dia akan tau bahwa aku ptrinya.


" Kok diam rumahmu mana " tanya kabir dan membuyarkan lamunan zoya


" Aku merantau saya gak punya rumah tuan saya sedang cari kerja, " ucap zoya menjawab pertanyaan ayahnya


" Oouh!! Mau makan " tawar kabir pada zoya membuat zoya senang karna memang perut dia sangat lapar


" Iya tuan " ucap zoya seraya menatap kabir dan mengangguk.


Sesampainya direstoran kabir menarik kursi dan menyuruh zoya untuk duduk, zoya duduk berhadapan dengan sang ayah,


Ya Allah dengan cepat kau pertemukanku dengan ayahku terima kasih ya Allah.


" Mau makan apa " tanya kabir seraya memberi buku menu pilihan untuk zoya


" Mahal banget "


" Gapapa milih aja "

__ADS_1


" Baiklah, aku mau picza tuan " ucap zahira dan kabir langsung memanggil pelayan.


5 menit picza datang dan tak lupa zoya bilang terima kasih pada pelayan. Pelayan itu berkata iya dan pergi meninggalkan mereka.


" Buka cadarmu agar lebih enak makan, bukankah aurat tak sampai wajah " ketus kabir yang kesal melihat zoya menutupi wajahnya dengan niqob


" Wajah saya hanya untuk suami saya tuan bukannya sok suci tapi ini titah dari ibu " ucap zoya lembut dan memakan picza


" Baiklah pria tua seperti saya bolehkah melihatnya? Saya tak akan memiliki nafsu pada bocah " tegas kabir dan menatap tajam mata zoya penuh rasa penasaran.


Jelas boleh ayah. tidakkah ayah ku masih terlihat sangat muda diusianya yang sekarang berkisaran 45 atau 49


" Iya tuan tapi tunggu sepi disini banyak orang saya malu " tegas zoya dengan suara masih sangat lembut.


" Baiklah "


" Bagaimana jika istri anda tau kita berdua bersama, tidakkah akan menimbulkan fitnah tuan " tanya zoya yang sebenarnya dia ingin tau apakah ayahnya menikah lagi atau tidak


" Sungguh maaf tuan masih perjaka " tanya zoya seraya memakan piczanya


" Tidaklah aku memiliki anak dan istri tapi aku meninggalkannya, aku bukan lelaki baik dan dia wanita baik aku tak pantas untuknya, jadi aku meninggalkannya " jawab kabir secara detail.


Tak menjawab zoya hanya diam dan tak berhenti memandang ayahnya yang sejak kecil tak pernah ia temui sebelumnya.


" Mau jadi asisten pribadi saya berikan nomer telfonmu "


" Ponsel saya dirambok tuan saya gak punya handfon jangankan handfon baju ganti saja saya gak punya " ucap zoya dan masih menatap kabir


" Asisten pribadi emm baiklah " ucap zoya mengangguk tanda ia setuju menerima tawaran kerja kabir


" Ambil ini " ucap kabir memberikan zoya handfon miliknya dan sedikit uang

__ADS_1


" Makasih " ucap zoya tak menolak pemberian ayahnya


Ibu bilang ayah kejam tapi faktanya ayah sangat baik baru saja dia mengenalku tapi dia sudah memberiku uang dan ponsel.


Tapi ntahlah ibu yang lebih mengenal ayah daripada aku. Ibu aku sudah menemukan ayah dan aku juga sudah menjalankan wasiatmu ibu


Aku akan berbakti padanya aku janji ibu hidupku matiku hanya untuk merawatnya disisa umurnya yang beranjak menua.


...****************...


Dimobil kabir menagih zoya yang berkata bahwa dia akan memberitahu wajahnya pada kabir


" Tunjukan wajahmu " titah kabir sambil melirik ke arah zoya seraya menyetir mobilnya


" Baiklah " ucap zoya dan langsung membuka cadarnya


Deg ketika melihat zoya seketika dia teringat zahra istrinya tanpa sengaja kabir membanting setirnya kearah kanan padahal tadi mengarah kedepan.


" Zahra " ucap kabir secara reflek ketika menatap wajah zoya


" Zahra? " tanya zoya seraya menutup kembali niqobnya


" Tidak maaf " ucap kabir dan memalingkan matanya dari zoya.


Ya Allah apa yang terjadi kenapa aku melihat zahra diwajahnya. Matanya mirip denganku bibirnya indah seperti bibir zahra, apa yang terjadi denganku.


Tidak aku tidak sedang mabuk aku sadar, mungkin karna aku terlalu merindukannya.


Aku merindukanmu zahra


KOMENTAR!! VOTE!! RATE!! FOLLOW!!

__ADS_1


makasih udah baca๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜Šโ˜บ


__ADS_2