
...Sebenarnya tidak ada cobaan yang terlalu berat, karena tuhan hanya memberikan pada mereka yang kuat!!!...
...*****************...
Sungguh membosankan berada di rumah sakit ini bau yang ku cium hanya obat obatan saja, oh tuhan sebenarnya apa yang terjadi denganku, tubuhku penuh luka dan aku sama sekali tidak bisa mengingat apapun,, ku lihat zahra juga ada banyak sekali bekas luka yang ada pada tubuhnya, sebenarnya apa yang terjadi pada kami.
" Aku ingin pulang zahra disini bau obat kepalaku pusing " gumamku seraya memegang kepala
" Mas jika dokter belum mengizinkan kita pulang bagaimana kita bisa pulang " tanya zahra
" Tolong zahra aku bisa makin sakit disini " rintih kabir sambil menatap mata zahra
" Tenanglah mas kita pasti akan segera pulang " ucap zahra yang berusaha menenangkan hati kabir
" Baiklah tapi jangan tinggalkan aku sendiri di kamar " ucap kabir
" iya mas "
Jam menuju pukul 12 siank ku suruh suamiku minum obat agar dia bisa istirahat karna obat itu mengandung obat tidur.
" Berjanjilah jika kamu tak akan meninggalkan aku sendiri di sini " ucap kabir pada zahra sambil memegang tangan zahra
" Iya mas aku janji " ucap zahra singkat
" Makasih sayank " ucap kabir yang langsung tidur dan zahra menyelimuti kabir
Tak menjawab zahra hanya tersenyum dan mengangguk pada kabir
...*******...
Ciiid.. dag..
sebuah mobil dengan tak sengaja menabrak seorang wanita
" Aaarrgg.. " rintih wanita itu
__ADS_1
" sindia maaf aku gak sengaja " ucap hasan yang melihat kaki sindia berdarah
" Tolong kakiku sangat sakit " rintih sindia dan hasan langsung menggendong sindia ke mobil
" Aku gak sengaja maafin aku ya " hasan mengobati luka dikaki sindia
" Jika patah tulang gimana " gerutu sindia
" Maaf "
" Baiklah antar aku ke rs "
" Ini hanya luka biasa kenapa ke rs " tanya hasan heran
" Kakak ku ada disana dan aku ingin menemaninya " jawab sindia dengan nada kesal
" Baiklah rs umum atau rs lain " tanya hasan
" umum " jawab sindia singkat
Sesampainya disana zahra terkejut melihat kaki sindia terluka. Dan pria yang menggendong sindia tak lain adalah hasan temannya.
" Dek kaki kamu kenapa " tanya zahra
" Maaf zahra aku gak sengaja menabrak adikmu " ucap hasan yang mendudukkan sindia di kursi
" Emang loe aja yang gak hati-hati kalok nyetir " omel sindia
" Sindia yang sopan kalau ngomong "
" Gak papa zahra dia biasanya sopan mungkin dia sebel, maaf sindia maaf zahra " ucap hasan sambil menyatukan kedua tangannya
" Iya hasan gapapa " ucap zahra
" Gak papa gimana " ketus sindi
__ADS_1
" Kamu gak ke luar negeri katanya mau kuliah lagi " tanya zahra
" Kak zahra karna ada pandemi jadwal penerbangannya dibatalin. Orang indonesia gak boleh kuliah di luar "
" Ouh "
" Bagaimana keadaan kabir "
" Dia udah siuman tapi dia hilang ingatan "
" Sabar zahra!! Aku harus pulang keburu hujan "
" Iya hasan "
" Sampai jumpa " ucap hasan sambil melambaikan tangannya dan berlalu pergi
Aku benar-benar beruntung gak jadi ke luar negeri karna mammy pappy gak setuju aku kuliah disana.
Sungguh aku suka sama kamu sindia pokoknya demi apapun aku harus dapetin kamu.
***Komentar!! Vote!! Rate!!! Jangan lupa ya
Jangan jadi pembaca gelap hargai yang nulis
Makasih udah baca
Maaf jika banyak typo hee
See youu ππ
Salam autor.
Jangan lupa baca juga aisyah
Rate komentarnya ya***
__ADS_1