
Dirumah kabir, zoya begitu terkejut ketika melihat seluruh sudut ruangan rumah kabir terdapat foto zahra dan kabir
" Jangan pernah sentuh foto istri saya " bentak kabir ketika zoya hendak memegang foto ibunya
" Maaf " ucap zoya yang langsung menjauhi bingkai foto zahra
" Siapa namamu " tanya kabir seraya duduk disofa
" Zoya mahira tar. " ucap zoya dan langsung menghentikan ucapannya saat ingin berkata tarnando
" Tar? "
" Tarziana " ucap zoya yang berdusta
" Pernah berkerja dimana " tanya kabir mencoba Interview zoya
" Fisioterapis " jawab zoya singkat seraya menatap mata ayahnya
" Umur? "
" 20 tahun "
" Identitas diri "
" Saya piatu sejak umur 10 tahun. dirawat oleh om dan tante saya dan saya sedang mencari keberadaan ayah saya tuan " jawab zoya secara panjang lebar ketika Interview berlangsung
" Oke kamu diterima jadi asisten pribadi ku " ucap kabir dan mengulurkan tangannya pada zoya
" Makasih " ucap zoya dan menjabat tangan kabir seraya tersenyum.
__ADS_1
Zahra aku merindukan setiap hari setiap malam aku hanya bisa memandang fotomu saja.
Rasa bersalah menggrogoti hatiku zahra seharusnya aku tak memintamu untuk menikah denganku kau memang bajingan kabir.
Apa kabarmu cintaku apa kabarmu anakku sungguh inginku kembali bersamamu tapi aku malu zahra.
Berjalan menuju kamar tidur dan tidur miring dilantai seraya memeluk bingkai foto zahra.
Tak sengaja zoya lewat dan melihat sang ayah tertidur dilantai segera zoya menyelimuti ayahnya dan kabir terjingkat karna terkejut saat zoya menyelimutinya.
" Kenapa dikamarku pergi " bentak labir dan menatap tajam kearah zoya
" Maaf " ucap zoya dan melangkahkan kakinya untuk pergi
" Seperti apa ayahmu akanku bantu cari " tanya kabir singkat dan memegang tangan zoya
" Hay di tanya diem aja " ketus kabir dan sedikit mencekram tangan zoya
" Dia seperti imron abbas artis idola saya " ucap zoya seraya melepaskan cengkraman tangan ayahnya
" Berarti dia tampan juga sepertiku karna aku sebelas dua belas dengan imron abbas hee " ucap kabir yang kepedean seraya tersenyum kecil
" Ya udah saya pergi dulu " pamit zoya ada ayahnya
" Aku merasa kesepian maukah kamu tidur dikamar ku? Maksudku aku tidur di sofa dan kamu tidur di ranjang "ucap kabir seraya menggerakkan kepalanya sedikit dan memutar bola matanya ke kanan dan kiri
" Ta_tapi " ucap zoya dengan nada terbata bata
" Tapi kita bukan muhrim? Ayolah kita tidak tidur bersama ku mohon, kamu boleh panggil aku ayah!! Ayahmu mirip dengan ku kan? " ucap kabir berusaha membujuk zoya
__ADS_1
" Baiklah ayah " ucap zoya seraya menganggukkan kepalanya dan memanggil kabir ayah
" Yeey besok jangan lupa bangun jam 5 oke "
" baik ayah "
Meneruti kemauan kabir zoya pun tidur di kamar kabir.
Sebenernya aku asisten kamar atau asisten pribadi ayah baru mengenalku tapi tanpa rasa malu memintaku tidur sekamar denganya
Jika kau bukan ayahku tak mungkin aku nau sekamar dengan anda. Walau tak melakukan apapun tapi perempuan dan laki laki tidur satu ruang itu sangat aneh.
Bahkan dia tidur dengan memeluk foto ibu sepertinya ayah sangat mencintaimu ibu.
Harusnya ayah tak meninggalkan kita
...****************...
" Ueekk ueek "
Jam menuju pukul 6 pagi zoya hendak berangkat ke kantor tapi terhalang mual mual. Kabir sangat marah karna zoya tak kunjung keluar kamar mandi padahal jam sudah terlamat. miting sudah dimulai
" Zoya ayolah " teriak kabir keras
" Apa yang terjadi denganku jangan jangan aku hamil? gak mungkin!! " gumam zoya dalam hati
Muka pucat dan kabir masuk kamar mandi zoya karna pintunya tak dikunci.
Seketika zoya pingsan dan kabir menangkapnya.
__ADS_1