
Aku melihat jam dinding dengan rasa gelisah karna suamiku sudah jam segini belum juga pulang padahal hanya pamit beli obat.
Walau begitu kejam suamiku padaku tapi dia tetaplah suamiku. dan tadi dia juga bikin kejutan untukku.
" Ya Allah mas kabir jam segini belum pulang aku takut dia kenapa napa. tolong lindungi dia ya Allah hamba mohon " batin zahra dalam hati dengan penuh kegelisahan
Tiba tiba ada pintu diketuk aku sangat bahagia mendengar suara pintu itu aku buka dan ternyata itu kak fadil. terlihat sosok yang begitu gagah dan tampan mirip sekali dengan kabir.
" Mas fadil hidung mas berdarah " ucap zahra dan langsung menyuruh fadil masuk
" Gapapa zahra jika terlalu capek memang begini aku gak istirahat sama sekali 1 hari ini " ucap fadil sambil membersihkan mimisan dihidungnya menggunakan tangannya.
" Biar aku obati " ucap zahra mengambilkan kotak p3k
" Kabir mana aku kangen sama kabir " tanya fadil
" Dia beli obat mas " jawab zahra
Ketika zahra sedang mengobati hidung fadil tiba tiba kabir datang dan melihat zahra dan fadil sedang berduan dan begitu mesra ( kabir salah faham ) kabir pun kaget dan menjatuhkan obatnya dan dia langsung murka pada fadil
" Brengsek " ucap kabir sambil memukul perut fadil
" Kabir ini gak seperti yang kamu liat " ucap fadil pada kabir
__ADS_1
" Pelacur aku gak nyangka kamu bisa seperti ini zahra " ucap kabir
" Mas aku bukan pelacur tadi mas fadil nyariin kamu " ucap zahra
" Aku gak peduli pergi " ucap kabir yang mengusir fadil dan zahra
" Aku gak bisa pergi aku liburan disini 1 bulan " ucap fadil
" Kenapa apa kau menyukai istriku baiklah ambil saja dia " ketus kabir
" Mas ini gak seperti yang kamu lihat " ucap zahra sambil menangis dan memegang tangan kabir
" Lepas pelacur " bentak kabir pada zahra sambil mendorong tubuh zahra dan fadil menangkap tubuh zahra yang mau jatuh.
" Jangan nangis zahra kesalah fahaman ini akan berakhir tidak lama lagi " ucap fadil menenangkan hati zahra
" Aku bukan pelacur mas hik.. hikk " isak tangis zahra membuat fadil menyesal telah datang kerumah ini
" Aku nyesel harusnya aku gak kesini maaf zahra " ucap fadil
" Nggak mas. mas kabir memang mudah marah gak ada yang salah " ucap zahra sambil menghapus air matanya
" Ini udah malam tidurlah aku akan tidur dikamar tamu " ucap fadil
__ADS_1
" Iya mas "
" Kenapa kamu tidur diluar kan banyak kamar disini " tanya fadil heran
" Mas kabir suruh aku tidur diluar gapapa aku tidur diluar " jawab zahra polos
" Tidurlah dikamar tamu jika kabir marah aku yang tanggung jawab " suruh fadil
" Perintah suami adalah perintah Allah bagiku mas. mas fadil tidurlah " ucap zahra sambil menyuruh fadil pergi tidur
" Baiklah " fadil pun pergi ke kamar tamu
10 menit kemudian kabir masih saja belum tidur dia masih memikirkan zahra yang tidur diruang tamu
" Zahra pasti kedinginan. ist..ngapain sih mikirin pelacur itu bodo amat. tapi kasihan dia aku akan memberinya selimut " gumam kabir sambil keluar dan memberi zahra selimut. tapi disana kabir melihat fadil yang lebih dulu menyelimuti zahra
Kabir masuk lagi ke kamar dengan rasa kesal.
...******...
...***komen vote rate follow makasih udah baca...
...jangan jadi pembaca gelap oke dosa tau :v***...
__ADS_1