
Menekan dan terus menekan itulah yang di lakukan kabir untuk bisa membuatnya mau menerima berjodohan ini
" Kamu harus menikah dengan ranbir " tegas kabir dan membentak zayo seraya mencekram lengan putrinya
" Aakh.. Bukankah ayah kaya kenapa butuh dana dari emerson " tanya zoya seraya merintih kesakitan
" Yah itu sebelum semua hartaku. Aku pindah alih ke istriku sekarang hanya sebagian harta yang kupunya " tegas kabir dan menjelaskan kemana semua hartanya.
" Tapi kenapa saya menjadi korban tolong ayah jangan paksa aku menikah dengan ranbir " ucap zoya dan memohon pada kabir
" Aku mohon zoya menikahlah dengan ranbir ku mohon " ucap kabir seraya berlutut dan melipat tangannya dan menatap zoya.
...Berpikir...
Akankah seorang ayah pantas melipat tangannya dan berlutut dikaki anaknya.
Bukankah suatu dosa jika seorang anak tak menuruti titah dari orang tuanya.
Toh dia kehilangan hartanya demi membesarkanku. Jika bukan dari hasil keringatnya mungkinkah aku bisa besar dan bergelar sarjana.
Zoya berpikir seraya menggigit kuku jari telunjuknya
Apa aku harus menikah dengan pria biadab itu bahkan melihatnya saja aku jijik bagaimana aku bisa hidup dengannya.
" Ayah tolong bangunlah baiklah aku mau menerima perjodohan ini " ucap zoya dan membantu kabir berdiri
" Makasih sayang " ucap kabir yang senang dan langsung memeluk zoya
__ADS_1
" Iyah " ucap zoya yang berusaha menahan airmatanya agar tak keluar
" Mau membuka cadarmu untukku!! mau ku peluk! kenapa tak mau dipeluk dan membuka cadarmu untuk orang lain " tanya kabir heran seraya mengkerutkan dahinya.
Deg..
Pertanyaan kabir membuat zoya bingung harus menjawab apa.
" Kok diem " ucap kabir dan membuyarkan lamunan zoya
" Aku memakai cadar karna titah ibu, dan " ucap zoya tak malanjutkan perkataanya
" Dan " tanya kabir
" Dan ayah sekarang ayah angkatku jadi mungkin tidak masalah jika kita berjabat tangan dan berpelukan. Maaf saya cuma menuruti ajaran ibu umi dan abi, saya fisioterapi bukan guru agama " jawab zoya secara panjang lebar
" Umi abi itu tante dan om saya mereka yang merawatku sejak kecil, jadi aku panggil umi dan abi, ibu dan ayahku cuma 1 " tegas zoya dengan nada lembut
" Saya besok pertemukan kamu dengan ranbir siapkan dirimu yah " ucap kabir dan mengelus kepala zoya
" Baiklah " ucap zoya seraya mengangguk
Abi umi zoya gamau nikah sama ranbir dia gila haruskah aku pergi dari rumah ini? gak aku harus menuruti kemauan ayah untuk titah ibunda
Kumohon ya Allah gagalkan perjodohan ini. Aku mohon
Airmata zoya terus mengalir. ditengah penderitaannya kabir malah pesta miras di taman
__ADS_1
Melihat kabir pesta dengan rekan kerjanya zoya hanya terdiam dan melihat bingkai foto ibunya.
...****************...
Jam menuju pukul 7 malam berjalan dalam keadaan mabuk kabir berbicara sendiri seraya menatap foto zahra.
Zahra aku merindukanmu maaf zahra aku meninggalkanmu aku mencintaimu zahra
Apakah anak kita perempuan atau laki laki? Jika laki laki pasti tampan sepertiku tapi jika perempuan pasti cantik sepertimu.
Hartaku pasti cukup untuk membesarkan anak kita zahra.
Berbicara sendiri dan didengar oleh zoya dari balik dinding..
Aku putrimu ayah aku disini untuk merawat dan mendoakanmu maafkan aku ayah aku tak bisa memberi tahumu bahwa aku putrimu.
Menatap kabir dengan penuh airmata dari balik dinding.
Uek.. Uhuk.. uek..
Kabir muntah dan dengan cepat zoya memapah ayahnya untuk duduk di sofa.
" Akh.. Aku sungguh bebas dari narkoba zahra jika kau tau kau pasti senang " ucap kabir dan kemudian pingsan
" Biar zoya pijit " ucap zoya dan memijat kepala kabir
" Ibu kau dengar ayah sudah bukan pecandu lagi " ucap zoya dan memutar mutarkan bola matanya.
__ADS_1