Ceo Kejam Pilihan Papa

Ceo Kejam Pilihan Papa
mengandung S2


__ADS_3

Seketika pandanganku mulai hilang butiran airmata tak berhenti keluar dari mata ini ketika dokter berkata aku hamil!! Ku usap perutku dan menangis terisak isak ditambah lagi mendapat amarah dari ayah.


" Ini semua gara gara kamu miting dibatalin dan aku gagal dapet kerja sama dari tuan emerson " omel kabir pada zoya dengan mata tajam dan memerah karna saking marahnya


" Maaf tuan " ucap zoya seraya menghapus airmatanya


" Enyah dari kamar saya " ucap kabir dan menarik tangan zoya agar keluar dari kamarnya, dan menutup pintu kamar dengan sangat keras.


Zoya Mencari ponsel dan mulai menelpon umi dan abinya


...Telfon terhubung...



" Zoya " ucap hasan tersenyum senang saat Mengangkat telpon dari zoya


" Abi zoya kangen " ucap zoya seraya menghapus airmatanya


" Kok nangis kenapa, kamu dimana abi kesana yah "


" Nggak abi ini zoya kontrak rumah, zoya udah kerja abi!! Umi mana " tanya zoya seraya mencopot cadarnya


" Jujur kenapa nangis " tanya hasan dan menatap zoya


" Zoya gak papa abi, umi mana " ucap zoya dan menahan airmatanya agar tak keluar


" Umi keluar telfon aja di ponselnya "

__ADS_1


" Nggak usah abi "


" Kalau kamu masih nangis abi kesana pokoknya " tegas hasan dan meninggikan suaranya


Tanpa menjawab zoya terus manangis dan menatap hasan.


Tidak abi gak boleh tau aku hamil umi dan abi pasti malu punya anak sepertiku


" Kok diam sayang jika tidak ada masalah jangan nangis "


" Zoya rindu kalian "


Tut.. Tut.. Zoya mematikan telfonnya dengan hasan agar tak membuat hasan khawatir.


Aku merindukanmu abi umi kenapa semua ini terjadi padaku.


Apa yang terjadi dengan zoya dimana dia sekarang? aku harus mencarinya tidak biasanya dia menangis, ya Allah lindungi zoya buat hidupnya bahagia, segera pertemukan dia dengan kabir.


" Nggak papa ini doni tadi telfon soal pekerjaan " ucap hasan berdusta dan mematikan poselnya.


Sindia gak boleh tau jika zoya tadi telfon dan


menangis, sindia sedang hamil dia harus tenang.


" Siapa suamimu " tanya kabir dan membuat zoya terkejut karna kabir datang secara tiba tiba


" Aku belum nikah " jawab zoya singkat

__ADS_1


" Hamil tapi belum nikah " tanya kabir seraya menatap zoya


" Saya mau ke toilet " ucap zoya yang mengalihkan pembicaraan kabir


" Pacarmu siapa dia harus tanggung jawab " ucap kabir dan memegang tangan zoya agar tak pergi darinya


" Saya gak punya pacar " jawab zoya membuat kabir kesal


" Lalu siapa ayah dari bayi ini apakah saya ayahnya" ketus kabir pada zoya membuat zoya kembali menangis


" Bu_bukan sa_saya di. " ucap zoya tak sanggup mengucapkan perkataan kotor itu


" Dilecehkan? " ucap kabir menebak ucapan zoya yang tak zoya teruskan.


" Iya " ucap zoya seraya mengangguk


" Biadab. Maaf kemarilah " ucap kabir dan memeluk zoya


Zoya menangis dipelukan kabir dan kabir memeluknya begitu erat.


" siapa dia akan ku beri dia palajaran " ucap kabir dan mengelus kepala zoya


" aku tidak tau " jawab zoya dengan nada terisak isak


" Tenanglah sabar ayahmu bersamamu kau adalah putri angkatku sekarang " ucap kabir dan menghapus airmata zoya


" Ayah " ucap zoya dengan mata berkaca kaca dan kembali memeluk kabir.

__ADS_1


Sangat malang nasibnya bagaimana jika ini terjadi pada anakku bahkan aku tak tau anakku perempuan atau laki laki karna aku tak pernah menghubungi zahra sekalipun saat dia hamil hingga sekarang.


tinggalkan jejak setelah baca๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡


__ADS_2