
" Zahra ayo makan " ucap kabir sambil membawakan makanan untuk zahra
" Aku tidak mau makan " tolaknya sambil memalingkan wajahnya dari kabir
" Kamu masih marah " tanyaku lembut sambil mengelus kepala zahra
Zahra hanya diam dan tak menjawab perkataan kabir sedikitpun
" Maaf zahra aku mohon. Dan aku janji aku akan berubah lebih sabar lagi "
" Aku bosen hidup kaya gini mas. Mas selalu sakiti aku kalau mas cinta sama aku mas pasti bisa lebih sabar " ucap zahra lembut sambil menghapus air matanya
" Iya maaf zahra kumohon makananlah 2 hari kamu gak makan "
" Apa untungnya aku makan biarin aku mati aja "
" Kalok kamu mati aku juga akan ikut mati "
" Aku gak peduli " bantah zahra
" Terserah " ucap kabir simpel
Kabir pun pergi dari kamar
...****************...
Jam menuju pukul 12:30 tak terasa ini sudah waktunya sholat dhuhur zahra pun bangun dari tidurnya dan pergi mengambil air wudu.
" Ra. Kamu mau sholat boleh aku ikut " tanya kabir sambil memegang tangan zahra
" Walau bagaimanapun mas kabir itu suami ku " batin zahra
" Aku imammu kan bolehkah aku ikut sholat " tanyaku lagi
" Iya mas " jawab kabir
" Yeeyy " ucap kabir sambil berlalu pergi mengambil air wudhu
Walau marah aku harus ingat kalau mas kabir adalah imamku dan aku harus menghargai dia sebagai suamiku
__ADS_1
Selesai sholat zahra pun menyalimi suaminya dan kabir mencium kening zahra
" Kamu bisa suruh aku ngapain aja tapi tidak untuk nikah lagi " ucap kabir
" Tapi aku mandul gimana kamu bisa punya anak "
" Aku akan berusaha aku akan tanya dokter "
" Terserah "
" Apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak marah " tanya kabir
" Aku gak marah mas " jawab zahra
" Trus tadi apa namanya kalau gak marah "
" Sekarang aku gak marah "
" Sungguh "
" Iya mas "
" Aku janji aku akan berusaha menjadi orang lebih sabar lagi zahra "
Kabir pun mencium kening zahra.
Aku berasa bersalah pada zahra karna aku badan zahra sakit aku akan buat makanan lezat untuknya.
Kabir memasak untuk zahra sendiri dan zahra yang sedang mandipun tidak tau kalok kabir sedang memasak untuknya.
30 menit berlalu kabirpun selesai masak untuk zahra.
Kabir pergi ke ruang makan dan memanggil zahra
" Zahraa " teriak kabir
" Iya mas " ucap zahra
" Cobain " suruh kabir
__ADS_1
" Kamu masak mas " tanya zahra sambil tertawa kecil
" Iya ih jangan ketawa coba dulu " kesal kabir karna zahra menertawakannya
" Eemmbb enak " puji zahra
" Sungguh " tanya kabir tak percaya
" Sungguh " jawab zahra
" Iya asin banget " ucap kabir setelah merasakan masakannya sendiri
" Hee gak papa mas aku habisin nih "
" Tapi ini asin zahra udah buang aja "
" Jangan mubazir lagian kamu masak susahkan biar aku habisin "
" Aku bantu habisin ya "
" Iya mas "
Aku merasa kesal masakan yang ku masak tak seenak yang ku bayangnya tapi zahra yang menghargaiku malah menghabiskan makanan itu
Ih sebel banget ingin rasanya makanan itu aku buang aja
" Ra. Maaf sungguh aku akan lebih sabar lagi padamu " ucap kabir sambil memegang tangan zahra
" Sungguh aku tidak percaya "
" Tolong percayalah "
" Iya mas aku kan udah maafin kamu "
" Makasih zahra "
" Iya "
Mimpi apa aku sungguh aku beruntung memiliki istri sepertimu zahra.
__ADS_1
Kamu begitu baik anggun penurut soleha dan yang pasti kamu selalu jadi istri yang bisa membuatku bahagia dan bangga.
Walau seperti apapun mas kabir adalah suamiku dan aku gak boleh marah lama lama padanya karna dia adalah. surgaku