Ceo Kejam Pilihan Papa

Ceo Kejam Pilihan Papa
perpisahan dengan hasan


__ADS_3

Aku memiliki firasat kalok mas kabir akan segera siuman. sungguh aku berharap mas kabir segera siuman.


Tanganku memegang tangan suamiku seraya mencium tangan mas kabir yang lembut dan kekar itu.


" Mas aku berharap mas kabir bisa segera siuman aku sungguh merindukanmu mas " ucapku sambil menatap suamiku penuh rasa kasian


" Kak zahra keluarlah kak fadil telpon " teriak sindia dari luar


" Iya dek bentar " jawab zahra yang langsung keluar


...*T**elpon*...


Aku menjawab telpon dari fadil dan fadil berbicara padaku dia bertanya tentang kondisi adeknya itu.


" Zahra gimana keadaan kabir " tanya fadil


" Aku gak tau kak mas kabir masih belum sadar "


" Jika ada apa-apa hubungi aku ya " suruh fadil


" Iya kak fadil tenang aja aku akan rawat mas kabir sebaik mungkin " ucap zahra


Tut..tut..


telpon mati karna jaringan. mereka begitu jauh jadi jaringan susah banget buat telpon


Fadil sangat kesal karna telponnya dengan zahra terputus akibat sinyal buruk


" Aarrgg... maafin aku dek aku gak bisa jagain kamu saat ini " teriak fadil


" Cepet banget kak telponnya " tanya sindia


" Iya dek makasih ya "


" Iya kak "


Mama zahra menyuruh zahra untuk membelikannya makanan. zahra pun tak menolak permintaan mamanya itu dia berangkat ke mall untuk membeli cemilan dan makanan pengganjal perut.

__ADS_1


Dijalan zahra bertemu dengan hasan


" Zahra mau kemana " tanya hasan seraya membuka kaca mobilnya


" Ke mall beli cemilan " jawab zahra


" Ayo ku antar "


" Iya " zahra masuk kedalam mobil hasan


...Dijalan...


Aku berpikir kenapa kita selalu bertemu


hmm mungkin tuhan menciptakanku memang untuk menjadi dewa penolong untuk zahra


Aku begitu kasian melihatnya dia begitu punya ujian yang sangat berat.


Bagaimana jika nanti suaminya sadar tapi suami cacat oh tuhan kumohon jangan sampai itu semua terjadi


" Hasan diam aja tumben " tanya zahra yang membuyarkan lamunanku


" Sama tidak berubah ntah kapan dia sadar aku begitu ingin dia sadar " jawab zahra


" Sabar zahra kabir pasti segera siuman " ucap hasan menenangkan hati zahra


" Amiin " jawab zahra singkat


Tak lama kemudian mereka sampai ke mall mereka masuk ke dalam


" Aku akan meneruskan kuliah di luar " ucapku pada zahra


" Benarkah " tanya zahra


" Iya mungkin lusa aku berangkat kesana nunggu kabar dari daddy "


" Sebenarnya aku juga mau kuliah lagi tapi mas kabir sakit jadi aku gak jadi kuliah lagi "

__ADS_1


" Kau sudah pintar kenapa harus kuliah lagi " puji hasan pada zahra


" Yah. aku sudah selesai ayo pulang "


" Ayo zahra "


Hasan dan zahra kembali ke mobil


" Zahra aku " ucap hasan


" Apa hasan " tanya zahra


" Aku ingin pamit karna aku akan ke luar negeri dan kita gak mungkin ketemu "


" Aku pasti merindukanmu hasan hati-hati jaga dirimu "


" Iya zahra kuharap kau bisa sabar atas semua ujian yang Allah berikan padamu "


" Iya hasan itu pasti "


" Aku menyayangimu seperti aku menyayangi adekku sendiri zahra "


" Aku juga menyayangimu hasan "


" Maukah kau memelukku zahra "


" Mau "mereka berpelukan. pelukan perpisahan. selesai perpelukan hasan kembali menyetir lagi


" Aku akan merindukanmu zahra. karna aku tidak punya adek aku menganggapmu adekku "


" Aku menganggapmu kakakku hasan kau sangat dewasa "!


" Iya zahra "


Sesampainya di rs


Hasan pergi meninggalkan zahra dan zahra masuk kedalam rumah sakit lagi.

__ADS_1


jangan lupa komen vote dan rate


__ADS_2