Ceo Kejam Pilihan Papa

Ceo Kejam Pilihan Papa
bertemu ortu


__ADS_3

Sebuah harapan akan menguatkanmu untuk terus bermimpi, maka teruslah berharap sesuatu yang baik


...****************...


Hari semakin sore zahra pun membersihkan rumah tanpa bantuan pembantu.


Aku merasa jika zahra pasti lelah membersihkan rumah sebesar ini sendiri. Aku pun mengambil sapu untuk membantunya membersihkan rumah


" Mas udah gak usah biar aku bersihin sendiri " tolak zahra sambil mengambil sapu dari tangan kabir


" Diamlah aku juga bisa membersihkan rumah " ucapku sambil merebut sapu itu dari tangan zahra dengan paksa


" Baiklah mama papaku akan kemari sebentar lagi mas, bolehkan? "


" Tidak " ucap kabir dengan tegas


" Tapi mas "


" Becanda!! Bolehlah zahra " ucap kabir yang langsung tersenyum


" Makasih mas "


" Beri aku satu ciumam " minta kabir sambil mendekatkan wajahnya ke wajah zahra


( cup.. ) kecupan manis zahra melayang ke bibir sexsi kabir


" Sangat nikmat " ucap kabir


Tak sengaja adegan ciuman mereka dilihat oleh sindia mereka begitu malu


" Maaf aku tadi kesini cuma mau bantu kak zahra bersih-bersih " ucap sindia salah tingkah


Aduh kenapa sindia datang aku jadi malu ya Allah.


" Tidak masalah aku akan membersihkan dapur zahra " ucap kabir yang begitu salah tinggah dan berlalu pergi ke dapur


" Aku bantu ya kak "


" Iya sayank "


" Aku hanya ingin mas kabir segera sembuh dek apa yang harus kulakukan "

__ADS_1


" Terus berdoa kak aku juga pasti bantu doain supaya mas kabir segera sembuh "


" Iya dek Allah pasti kabulin doa kita "


" Aamiin " ucap sindia yang memeluk zahra


" Kak yang sabar yah "


" Iya dek, pasti "


" Ciiee mau juga dong dipeluk " ucap kabir yang melihat zahra dan sindia berpelukan


" Apaan sih Tadi katanya mau bantu bersihin dapur "


" yah diusir " ucap kabir sambil murung


" Iya kak kabir katanya mau bersihin dapur "


" Iya-iya " ucap kabir yang kembali ke dapur


Tok.. tok.. tok...


Zahra mendengar pintu rumahnya diketuk dia begitu senang karna itu yang datang pasti mama dan papanya


" Nggak sindia biar kak aja yang buka "


Zahra membuka pintu rumah dengan sangat bahagia karna dia lama tidak bertemu orang tuanya


Dan yah ternyata yang datang benar-benar orang tua zahra


Zahra memeluk mereka dengan sangat erat


" Pa. Ma. zahra kangen kalian " sambil memeluk mama


" Sama mama juga kangen zahra " ucap mama zahra sambil membelai rambut zahra


" Sama papa gak kangen " tanya papa zahra


" Kangen banget "ucap zahra sambil memeluk papanya


" Papa kangen kamu sayang "

__ADS_1


" Zahra juga kangen papa "


" Sindia mana "


" Didalam ma beresin ruang tamu. Ayo masuk "


" iya "


Merekapun masuk kedalam


" Dia siapa zahra " tanyaku bingung


" Dia belum sembuh " tanya papa


" Belum pa "


" Jak kabir duduk sini " suruh papa zahra sambil menepuk sofa di belakangnya


" Iya " akupun duduk disebelah pria ini sambil berpikir siapa dia sebenarnya


" Mas ini orang tuaku mertua kamu" ucap zahra


" Iya zahra "


" Aku akan bikinin kalian minum " ucap sindia


" Iya dek "


Sungguh kebahagian zahra begitu sederhana, aku senang melihat dia bahagia terlihat begitu bahagia dia bertemu orang tuanya. Padahal aku benar-benar tidak ingat siapa dia


Aku begitu senang ya Allah akhirnya aku bisa bertemu orang tuaku sebulan aku tak bertemu mereka, aku sungguh merindukan mereka


***rate vote komen follow


Makasih udah baca


Maaf kalok banyak typo


Jangan jadi pembaca gelap oke


See you

__ADS_1


Salam author***


__ADS_2