
Sebuah harapan akan menguatkanmu untuk terus bermimpi, maka teruslah berharap sesuatu yang baik
...****************...
Hari semakin sore zahra pun membersihkan rumah tanpa bantuan pembantu.
Aku merasa jika zahra pasti lelah membersihkan rumah sebesar ini sendiri. Aku pun mengambil sapu untuk membantunya membersihkan rumah
" Mas udah gak usah biar aku bersihin sendiri " tolak zahra sambil mengambil sapu dari tangan kabir
" Diamlah aku juga bisa membersihkan rumah " ucapku sambil merebut sapu itu dari tangan zahra dengan paksa
" Baiklah mama papaku akan kemari sebentar lagi mas, bolehkan? "
" Tidak " ucap kabir dengan tegas
" Tapi mas "
" Becanda!! Bolehlah zahra " ucap kabir yang langsung tersenyum
" Makasih mas "
" Beri aku satu ciumam " minta kabir sambil mendekatkan wajahnya ke wajah zahra
( cup.. ) kecupan manis zahra melayang ke bibir sexsi kabir
" Sangat nikmat " ucap kabir
Tak sengaja adegan ciuman mereka dilihat oleh sindia mereka begitu malu
" Maaf aku tadi kesini cuma mau bantu kak zahra bersih-bersih " ucap sindia salah tingkah
Aduh kenapa sindia datang aku jadi malu ya Allah.
" Tidak masalah aku akan membersihkan dapur zahra " ucap kabir yang begitu salah tinggah dan berlalu pergi ke dapur
" Aku bantu ya kak "
" Iya sayank "
" Aku hanya ingin mas kabir segera sembuh dek apa yang harus kulakukan "
__ADS_1
" Terus berdoa kak aku juga pasti bantu doain supaya mas kabir segera sembuh "
" Iya dek Allah pasti kabulin doa kita "
" Aamiin " ucap sindia yang memeluk zahra
" Kak yang sabar yah "
" Iya dek, pasti "
" Ciiee mau juga dong dipeluk " ucap kabir yang melihat zahra dan sindia berpelukan
" Apaan sih Tadi katanya mau bantu bersihin dapur "
" yah diusir " ucap kabir sambil murung
" Iya kak kabir katanya mau bersihin dapur "
" Iya-iya " ucap kabir yang kembali ke dapur
Tok.. tok.. tok...
Zahra mendengar pintu rumahnya diketuk dia begitu senang karna itu yang datang pasti mama dan papanya
" Nggak sindia biar kak aja yang buka "
Zahra membuka pintu rumah dengan sangat bahagia karna dia lama tidak bertemu orang tuanya
Dan yah ternyata yang datang benar-benar orang tua zahra
Zahra memeluk mereka dengan sangat erat
" Pa. Ma. zahra kangen kalian " sambil memeluk mama
" Sama mama juga kangen zahra " ucap mama zahra sambil membelai rambut zahra
" Sama papa gak kangen " tanya papa zahra
" Kangen banget "ucap zahra sambil memeluk papanya
" Papa kangen kamu sayang "
__ADS_1
" Zahra juga kangen papa "
" Sindia mana "
" Didalam ma beresin ruang tamu. Ayo masuk "
" iya "
Merekapun masuk kedalam
" Dia siapa zahra " tanyaku bingung
" Dia belum sembuh " tanya papa
" Belum pa "
" Jak kabir duduk sini " suruh papa zahra sambil menepuk sofa di belakangnya
" Iya " akupun duduk disebelah pria ini sambil berpikir siapa dia sebenarnya
" Mas ini orang tuaku mertua kamu" ucap zahra
" Iya zahra "
" Aku akan bikinin kalian minum " ucap sindia
" Iya dek "
Sungguh kebahagian zahra begitu sederhana, aku senang melihat dia bahagia terlihat begitu bahagia dia bertemu orang tuanya. Padahal aku benar-benar tidak ingat siapa dia
Aku begitu senang ya Allah akhirnya aku bisa bertemu orang tuaku sebulan aku tak bertemu mereka, aku sungguh merindukan mereka
***rate vote komen follow
Makasih udah baca
Maaf kalok banyak typo
Jangan jadi pembaca gelap oke
See you
__ADS_1
Salam author***