Ceo Kejam Pilihan Papa

Ceo Kejam Pilihan Papa
cinta pertama


__ADS_3

"Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu, tapi karena siapa aku saat aku bersamamu." 


...****************...


" Sindia kalau jalan hati-hati dong " omel divan karna sindia tak sengaja menabrak divan


" Maaf aku gak sengaja van " tegas sindia sambil membereskan bukunya yang jatuh berserakan


" Baju aku jadi basahkan kalau jalan pake mata dong "


" Jalan pake kaki orang buta juga bisa jalan " ucap hasan membela sindia


" Bersihin aku gamau tau bajuku cuma ini "


" Iya "


" Pake ini " ucap Hasan sambil memberikan baju simpanan miliknya


" Yaudah besok gue kembaliin " ucap divan yang langsung pergi ganti baju


" Makasih " ucapku sambil tersenyum manis pada hasan


" Iya sayank "


" Aku mau bilang sesuatu hal yang penting " ucap mereka secara bersamaan


Deg jantung mereka berdebar sangat kencang


Tuhan apa yang terjadi padaku apa aku mencintai hasan kenapa jantungku deg degan saat dekat dengannya.


10 dari mantanku gak ada yang seperti kau sungguh beda sindia kau sama seperti zahra.


" Kamu bicara duluan aja " ucap sindia


" Kamu dulu " bantah hasan


" Kamu aja mas hasan "


Deg dia memanggilku mas aku seperti suaminya saja


" Ladies first "


" Aku " belum sampek sindia bicara bel sekolah berbunyi dan semua murid masuk kelas


Sindia pun ikut masuk kelas


" Kau belum mengatakannya sindia "


" Aku akan katakan nanti ""


Aku benar ingin tau apa yang iya ingin kataan apa dia mau bilang kalau dia mencintaiku.


Apa ini aku benar-benar bodoh apa istimewanya pria itu hingga aku terus menetus memikirkannya.


Apa dia telah mencuri hatiku yang sejak kecil tak pernah merasakan cinta.


Saat guru datang semua muridpun fokus belajar


...----...

__ADS_1


" Kau belum bilang apa yang ingin kau bicarakan tadi "


" Kepo "


" Ayolah "


" I love you hasan "


" I love you more "


" Itu yang aku mau bicarakan padamu hasan "


" Itu juga yang ingin kukatakan padamu sindia " ucap hasan


Aku mencium tangan sindia sungguh tangannya begitu wangi dan lembut


" Sindia "


" Iya "


" Untukmu "


" Untuk apa handpon "


" Hpmu rusakkan dan belum beli "


" Uangku belum cukup tapi aku pasti beli "


" Aku tau kau tak mau meminta uang pada kakakmu "


" Gausah hasan aku bisa beli sendiri aku akan kerja "


" Ini hadiah karna kamu mau jadi pacarku kumohon terimalah "


" Aku suka kamu bukan karna harta mas hasan "


" Aku tau sindia "


" Makasih "


" sama-sama "


" Tak hanya tampan hasan juga baik " ucapku sambil cengir cengir sendiri


" Suka " tanya hasan


" Apa " jawabku bingung


" Suka handpone yang ku berikan"


" Suka mas "


" Maksudnya "


" Aku gak pacaran sama hp jadi aku suka mas "


" Sama kalau gitu "


( cup ) kecupan manisku berikan pada hasan karna aku menyukainya

__ADS_1


Aku pergi meninggalkan hasan karna aku malu telàh mencium hasan.


" Sindia " ucapku yang senang karna sindia baru saja menciumku.


" Cie yang lagi jatuh cinta senyum senyum sendiri " goda hurem


" Apaan sih " ucap sindia malu


" Pj dong "


" Ini " ucap hasan memberikan uang pada hurem


" Untuk apa " tanya hurem


" Pajak jadian katanya "


" Gue becanda kali "


" Beneran juga gapapa. Ini "


" Serius "


" Ini hurem "


" Makasih "


" Pergi dong "


" Yah diusir iya deh "


Apapun akan kulakukan agar bisa dekat denganmu sindia.


Hasan gak bisa jauh dariku tadi aku udah pergi eh balik lagi


" Hai " sapa hasan


" Hai " jawab sindia


" Kenapa kamu gak pake hijab kaya zahra " tanya hasan


" Belum siap ada masalah "


" Gak kamu selalu baik walau gak pake hijab "


" Gombal "


" Sungguh "


Aku mencium rambut sindia penuh gairah dan sungguh wangi rambutnya


Salahkah aku mencium rambut sindia toh hanya rambut apakah itu membuat dia canggung


Sungguh bodoh aku jika sampek membuat dia begitu canggung saat dekat denganku


Oh tuhan bagaimana ini.


***Komen vote rate follow


Makasih udah baca

__ADS_1


Jangan jadi pembaca gelap ya


See you***


__ADS_2