Ceo Kejam Pilihan Papa

Ceo Kejam Pilihan Papa
pertemuan sindia dengan seorang pria


__ADS_3

"Berfikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu." (Ali bin Abi Thalib)


...*****...


Aku perpikir kenapa tubuhku rasanya seperti orang selesai mandi. Apa zahra memandikanku


Tidak jika zahra benar_benar memandikanku sungguh betapa malunya aku padamu zahra


Aku bertanya dengan penuh rasa ragu


" Zahra " panggilku seraya memegang tangan zahra


" iya kenapa mas " jawab zahra


" Kamu mandiin aku " tanya kabir


" Iya ada masalah? Kamukan suamiku " jawab zahra cukup tegas tapi dengan nada suara rendah


" Kamu gak malu melihat tubuhku telanjang "


" tidak " jawabku singkat


Sungguh Zahra memang istriku tapi aku benar_benar lupa siapa dia


" Mas kenapa diem " tanya zahra


" Tidak!! Sebenarnya apa yang terjadi padaku " tanya kabir


" Tidak usah dipikirkan jika sembuh mas akan ingat apa yang terjadi " jawab zahra dengan niat tak ingin membuat kabir pusing


" Baiklah jika tak mau cerita " gumam kabir


" Ceritanya panjang mas, aku mau beli makanan dulu buat kamu " ucap Zahra


...**********...



Disisi lain sindia yang sedang main sama temannya pun. Dijalan tak sengaja bertemu dengan seorang pria dipinggir jalan.


" Maaf aku gak sengaja " ucap sindia pada pria itu

__ADS_1


" Tidak masalah " ucap pria itu


" Sungguh dia sangat cantik masya Allah " gumamku dalam hati


" Siapa namamu " tanyaku sambil mengulurkan tanganku


" Aku sindia " jawab sindia sambil memegang tangan pria itu


" Aku hasan " ucap hasan


"Iya hasan aku harus pergi "


" Sindia ayo pergi " teriak rindi


" Iya rin, maaf saya harus pergi " ucap sindi pada hasan


" Tunggu! Beri nomer telponmu "


" apa maksud pria ini aku sudah terlambat ke sekolah " gerutu sindia dalam hati


" Maukah berteman denganku " tanya hasan


" makasih!! aku " ucapan hasan diputus oleh sindia karna sindia harus segera ke sekolah


" Maaf saya harus pergi " ucap sindia yang langsung pergi


" Dia sangat cantik "


...******...


Zahra pulang dan membawakan kabir makanan. Kabir begitu senang karna dia menunggu makanan yang zahra belikan sangat lama.


" Suapin "


" Apa "


" Suapin "


Sungguh mas kabir begitu manja denganku biasanya dia tak seperti ini


" Iya mas " ucap Zahra sambil membuka kotak makannya dan menyuapi kabir

__ADS_1


" Aku tak pernah ingat jika kamu istriku tapi aku merasakan jika sepertinya aku sangat mencintaimu!! Karna hatiku tidak bisa dibohongi " batin kabir sambil menatap wajah istrinya itu.


" Kenapa aku memiliki istri cantik sepertimu " puji kabir pada zahra


" Lalu kenapa aku memiliki suami tampan sepertimu " ucap zahra yang kembali bertanya pada kabir


" Sungguh aku tampan " tanya kabir sok polos


" Sangat tampan " puji zahra


Selesai makan kabir pun ingin jalan_jalan karna iya merasa bosan berada dikamar saja


" Zahra aku ingin keluar "


" Kemana "


" Aku bosan dikamar ajak aku melihat luar rumah sakit "


" Iya mas aku ambil.kursi roda dulu "


" makasih istriku "


Zahra tak menjawab perkataan kabir. zahra hanya tersenyum pada kabir. dia pergi mengambil kursi roda


Selesai mengambil kursi roda zahra mengajak kabir melihat luar


" Sebenarnya sejak penculikan itu tubuhku masih terasa sakit, tapi jika semua sakit siapa yang merawatmu mas, " batinku


Sungguh zahra memang wanita yang diidamkan oleh banyak pria


...****...


***Jangan lupa rate komen and vote


Jangan jadi pembaca gelap oke


Makasih udah baca


Menulis tak seindah membaca. Enak baca daripada nulis πŸ˜‚πŸ˜‚ makanya hargai yang nulis hee


See you all***

__ADS_1


__ADS_2