
"Pak Kenzo tolong bantu saya, Saya tidak ingin di pecat dari kantor ini" Mohon Desi dengan wajah memelas, "Saya janji pak, Saya tidak akan pernah mengulangi kesalahan yg sama"
Kenzo menatap Desi dengan tatapan datar, Ia sedikit berfikir sebelum mulai berbicara, "Hem kemasih semua barang-barang mu dari kantor ini..." Titah Kenzo.
"Ta-tapi pak-"
"Keluar dari sini. Atau aku panggilkan satpam untuk menyeret mu keluar !!" Ucapan Desi terhenti saat mendengar ancaman dari Kenzo.
Dengan berat hati, Desi melangkah kan kaki nya untuk keluar dari ruangan itu, Sekarang nasi sudah menjadi bubur, Karena kebodohan nya ia terpaksa harus meninggalkan perusahaan yg dengan susah payah ia masuki.
"Ini semua karna wanita sialan itu, Aku di pecat karena dia" Gumam Desi menggempalkan tangan nya, "Lihat saja Hana, Aku akan membalas mu" Kini dendam yg ia miliki kepada Hana semakin besar, Ia tidak tahu, Apa resikonya jika ia mencari masalah dengan calon istri dari seorang Aryan Wijaya.
...
Cekrek..
Hana yg sedang fokus pada laptop nya itu, langsung mengalihkan pandangan nya ke arah pintu yg baru saja terbuka, Ia melihat Aryan yg baru saja masuk ke dalam ruangan itu, Dan Refleks langsung berdiri, Hingga ia lupa jika lutut nya baru saja terluka, Yg membuat dirinya sedikit meringis merasakan sedikit perih pada lutut nya.
__ADS_1
"Apa masih sakit ?" Tanya Aryan saat mendengar Hana meringis, Kini ia sedang duduk di meja kebesaran nya.
"Gak pak, Ini sudah agak mendingan, Lagi pula ini hanya luka kecil..." Kata Hana tertawa kecil.
"Duduk lah, Tidak perlu berdiri" Titah Aryan.
"Eh.. iya pak" Hana pun kembali duduk dan melanjutkan pekerjaan.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12:00 WIB , Yg tandanya jam makan siang telah tiba.
"Ada apa ?" Tanya Aryan menatap manik mata Hana, Yg membuat Hana menjadi gugup saat manik mata mereka bertemu,
"I-itu pak... " Sangking gugup nya, Hana sampai lupa ingin mengatakan apa, Sedangkan Aryan bisa sangat jelas melihat wajah gugup dari calon istri nya itu, Ia tersenyum simpul saat melihat pipi Hana yg sedikit memerah, Hingga ia kembali menggoda calon istri nya itu.
"Itu apa ?" Tanya Aryan yg masi terus menatap Hana
"Pak Aryan, Jangan menatap ku seperti itu..." Tegur Hana sambil menutup matanya agar Aryan tidak lagi menatap dirinya, Dan itu membuatnya terlihat semakin lucu,
__ADS_1
'Dia sangat menggemaskan' Batin Aryan melihat tingkah Hana. Sambil tersenyum tipis
"Baiklah. Cepat katakan apa yg ingin kau bicarakan..." Titah Aryan
Hana pun langsung membuka matanya, Dan mendapati Aryan yg kini beralih pandang menatap berkas-berkas yg berada di tangannya.
"Ini sudah waktunya makan siang pak, Dan juga rapat dengan perusahaan Bramasta Grup" Jelas Hana.
"Kita tidak jadi datang ke rapat itu, Ken yg akan datang ke sana" Jelas Aryan dengan santai, Dan masi sibuk membolak-balik berkas yg ia pegang.
"Kenapa pak. Apa ada masalah ?" Tanya Hana bingung, Kenapa bos nya itu tiba-tiba tidak jadi datang ke kantor sang Ayah.
"Tidak ada, Aku hanya tidak ingin kemana-mana saat ini..."
Sebenarnya alasan Aryan tidak jadi datang ke rapat itu, Di karena kan kaki Hana yg sedang terluka, Tidak mungkin ia membawa Hana ke rapat itu dengan kaki yg sedang terluka, Apa yg akan di katakan oleh pak Bram saat melihat kaki putrinya yg terluka, Di bawah pengawas Aryan. Walaupun itu hanya luka kecil.
Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,Makasih🙏
__ADS_1