CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU

CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU
47.Rasa Lega Dalam Hati


__ADS_3

Drett Drett


Aryan yg sedang sibuk memeriksa berkas-berkas langsung menoleh ke arah benda pipih yg sedang bergetar itu.


"Hana.." Gumam nya saat melihat nama Hana tertera di ponsel nya.


"Ha-" Belum Aryan menyelesaikan perkataan nya, Hana sudah lebih dulu menyerocos di ujung telfon sana.


"Halo Pak Aryan."


"Maaf Pak, Hari ini saya gak masuk kantor"


"Ayah saya masuk rumah sakit, Jadi saya harus menemani nya"


"Tapi saya janji pak, besok saya akan menyelesaikan semua pekerjaan saya yg tertunda hari ini" Hana terus saja bicara hingga tidak memberikan Aryan kesempatan untuk mencela perkataan nya.


"Pak..?" Panggil Hana pelan Karena tidak mendengar suara dari bosnya itu.


"Hm sudah selesai?" Tanya Aryan saat tidak lagi mendengar suara gadis itu.


"Hah apa nya yg sudah selesai?" Tanya Hana bingung.


"Kau terus saja bicara panjang lebar, Apa kau nafas mu tidak sesak?" Ujar Aryan, Yg membuat Hana tertawa canggung.


"Hehe maaf pak.."

__ADS_1


"Bagaimana keadaan ayah mu?" Tanya Aryan berusaha membangun komunikasi dengan Hana, Ia jelas sudah tau bagaimana keadaan dari Pak Bram dari Dokter yg merawat nya. Tapi ia hanya ingin mendengar langsung dari mulut Hana.


"Ayah ku udah sadar pak, Kondisi nya juga udah mulai pulih." Jelas Hana.


"Ana..?" Panggil Bu Rika dari dalam kamar rawat.


"Iya Ma sebentar" Sahut Hana sedikit menjauhkan ponselnya dari dirinya.


"Pak Aryan saya matikan telfon nya dulu ya, Mama saya udah manggil."


"Hm baiklah.." Aryan langsung menaruh kembali ponsel nya di atas meja, Ada rasa lega di dalam hatinya saat sudah mendengar suara dari Hana. Ia pun kembali melanjutkan pekerjaan.


....


"Maaf Ma, Aku baru aja selesai nelfon" Ucap Hana yg baru saja kembali dari luar, Dan langsung duduk di sebelah ibu nya.


Hana pun mengambil sekotak nasi goreng itu lalu memakan nya, Begitupun dengan ibu Rika.


Di sela-sela makannya, Bu Rika sesekali melirik putri nya yg sedang makan dengan begitu lahapnya, Ia ingin sekali membicarakan sesuatu pada anaknya, Tapi ia mengurung kan niatnya untuk menunggu waktu yg tepat.


Tok tok


Suara pintu di ketuk membuat Hana dan juga Bu Rika menoleh ke arah pintu tersebut, Dan melihat seorang suster yg sedang melangkah masuk sambil membawa nampan yg berisi bubur dan juga beberapa buah-buahan.


"Permisi Nyonya, Saya membawa kan makanan untuk tuan Bram.." Ucap suster itu dengan sopan.

__ADS_1


Bu Rika langsung bangkit dari duduk nya dan langsung berjalan mendekati suster itu. "Makasih sus.." Ucap Bu Rika tersenyum ramah, Lalu mengambil nampan dari tangan suster itu. Dan menyimpan nya di meja kecil yg berada di sebelah ranjang suaminya.


"Setelah makan, Pastikan tuan Bram meminum obat nya tepat waktu" Titah Suster itu dengan sopan.


"Baik sus.."


"Saya permisi dulu nyonya" Pamit Suster itu membukukan sedikit badan nya, Lalu beranjak keluar dari ruangan itu.


Sepeninggal Suster itu, Bu Rika mengambil mangkuk bubur dari nampan itu, Dan langsung berjalan menghampiri kursi kecil di sebelah ranjang suaminya lalu mendudukkan dirinya.


"Mas.." Panggil Bu Rika sambil sedikit menggoyang kan lengan sang suami.


Dengan perlahan Pak Bram membuka mata nya, Lalu menoleh pada sang istri yg sedang duduk di sebelah nya.


"Ada apa Ma..? Tanya Pak Bram dengan suara serak, Khas suara orang yg baru saja bangun dari tidur.


"Makan dulu Mas, Setelah itu baru minum obat" Ucap Bu Rika sambil mengaduk bubur yg sedang ia pegang, Lalu menyendok nya sedikit dan Mengarah kan sendok itu ke mulut suaminya.


Pak Bram dengan senang hati menerima suapan dari istri nya tapi tiba-tiba, "Apa ini Ma. Rasanya sangat hambar" Keluh Pak Bram saat bubur itu telah masuk ke dalam mulut nya.


Bu Rika hanya tersenyum mendengar keluhan dari suami nya itu, "Mas kan lagi sakit, Jadi harus makan bubur ini, Masa iya Mama juga harus beliin Mas nasi goreng sama seperti Ana." Ucap Bu Rika tertawa pelan dengan sedikit gurauan untuk menghibur sang suami.


Pak Bram hanya menghela nafasnya dan kembali menerima setiap suapan dari istri nya.


Sementara Hana yg sedang duduk di sofa yg tidak jauh dari ranjang ayah nya, Hanya bisa tersenyum saat melihat ibu nya yg dengan telaten menyuapi ayah nya.

__ADS_1


Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,


Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,


__ADS_2