
Bu Rika langsung menoleh pada undangan yg di pegang oleh putri nya. " Iya sayang ini sangat cantik" Ucap nya tersenyum.
"Kita ambil ini saja, Yah" Ujar nya lagi. Dan langsung di setujui oleh putri nya itu.
"Iya Mah.." Ucap Hana tersenyum.
"Pilihan yg bagus Nona" Ujar Pak Bimo mengambil undangan yg telah di pilih oleh Hana. Sedangkan Hana hanya tersenyum menanggapi nya.
"Ini nama-nama tamu undangan nya pak" Bu Rika memberikan selembar kertas pada pak Bimo.
"Baik Nyonya, Saya permisi dulu" Pamit Pak Bimo dan langsung berjala keluar.
"Mah.." Panggil Hana.
"Iya sayang, Ada apa?" Bu Rika menoleh pada putri nya dan tersenyum lembut.
"Apa pernikahan di adakan di rumah ini?" Tanya Hana.
"Tentu sayang, Akad nikah di adakan di sini, Tapi resepsi pernikahan kita adakan di hotel Wijaya Grup" Jelas Bu Rika. Dan Hana mengangguk kan kepala nya.
"Oh iya Ana, Ayah mu akan mengajukan cuti selama seminggu di kampus mu" Ujar Bu Rika.
"Kenapa Mah?" Tanya nya bingung, Tadi juga Aryan mengatakan akan membuat nya cuti selama seminggu dari kantor.
"Pernikahan mu seminggu lagi sayang, Tidak baik jika kamu berkeliaran Mengendarai mobil seorang diri, Untuk bolak balik ke kampus" Jelas Bu Rika.
Di rumah itu memang hanya memili satu sopir, Yaitu sopir pribadi Pak Bram, Karena Hana lebih suka mengendarai mobil sendiri, Jadi ia tidak memerlukan sopir.
"Kita tidak tau apa yg akan terjadi kedepannya, Jadi lebih baik kita menghindari nya" Jelas nya lagi.
__ADS_1
"Baiklah Mah.." Hana hanya bisa menuruti semua perkataan dari sang ibu, Karena ia tau apapun yg di katakan oleh sang ibu, Semua hanya demi kebaikannya.
"Aku ke atas dulu ya Mah" Pamit Hana dan langsung bangkit dari duduk, Meninggal kan sang ibu yg masi sibuk mengurus pernikahan nya.
....
Keesokan hari nya...
Hana sudah berpakaian dengan rapih, Karena pagi ini Aryan akan menjemput nya untuk pergi ke Butik Bu Winda.
Kini ia sedang duduk di meja makan sambil menyantap nasi goreng buatan ibu nya.
"Mah. Tante Winda punya butik ya?" Tanya nya pada sang ibu yg baru saja datang ke ruang makan sambil membawa segelas susu.
"Iya sayang, Tante Winda juga seorang Desainer" Jelas Bu Rika sambil Meletakkan se gelas susu di depan putri nya.
"Wah pantas saja setiap penampilan nya sangat elegan" Sedari awal bertemu dengan Bu Winda, Hana sudah kagum dengan penampilan nya yg begitu elegan, Pikir nya pasti Bu Winda bukan lah wanita dari kalangan biasa, Dan benar saja ternyata Bu Winda adalah seorang Desainer.
"Non Hana, Den Aryan sudah datang Non" Kata Bik Surti.
Hana langsung menoleh ke arah Bik Surti, "Suruh masuk aja Bik, Aku mau ambil tas dulu" Titah nya dan langsung bangkit dari duduk nya, Dan naik ke kamar.
Tidak butuh waktu lama, Hana pun turun dari lantai dua dan langsung menghampiri Aryan yg sedang duduk di ruang tamu.
"Ayok Pak.." Ajak nya saat sudah berdiri di depan Aryan.
Sejenak Aryan terdiam melihat penampilan Hana, Saat ini Hana memakai Dress selutut yg memperlihatkan kaki jenjang nya, Dengan rambut terurai dan sedikit di jepit ke belakang.
"Pak Aryan..?" Panggil nya lagi saat melihat pria itu hanya terdiam.
__ADS_1
Yg membuat Aryan langsung berdehem. "Ehem. Ayok.." Ajak nya dan langsung bangkit dari duduk nya, Lalu berjalan keluar meninggal Hana.
Hana mengkerut kan kening nya bingung. "Aneh.." Dan langsung berjalan mengikuti Aryan.
...
Di perjalanan tidak ada yg mengeluarkan suara, Karena Hana masi agak canggung dengan pria yg berada di sebelah nya itu, Pria yg ia kenal sebagai CEO di tempat ia bekerja, Tapi kini ia duduk di sebelah nya sebagai calon suami nya.
Kini mobil itu telah masuk area parkir Butik milik Bu Winda.
"Turun lah.." Aryan membuka kan pintu untuk Hana, Dengan perlahan Hana turun dari mobil itu, Dan masuk ke dalam butik itu secara beriringan.
Di pintu utama Butik itu, Sudah ada dua pegawai wanita untuk menyambut mereka.
"Selamat pagi tuan, Nyonya. Silahkan masuk.." Sapa pegawai itu membungkuk kan badannya sopan.
Hana hanya membalas nya dengan senyuman, Sedangkan Aryan hanya berjalan dengan muka datar nya.
'Dia benar-benar bongkahan es' Batin nya saat melihat wajah datar yg Aryan tunjukan ketika di tempat umum.
"Selamat pagi tuan muda, Silahkan masuk, Bu Winda sudah mengatakan kau akan datang kesini " Sapa seorang wanita yg umur nya tidak jauh beda dengan ibu nya.
"Pagi tante Dona.." Sapa nya singkat, Dan tersenyum simpul. Pada Bu Dona asisten sang ibu.
Mata Bu Dona langsung tertuju pada Hana yg sedang berdiri tepat di sebelah Aryan.
"Wahh.. Apa kah ini calon menantu tuan Wijaya?" Tanya nya tersenyum pada Hana.
"Iya tan, Perkenalkan dia Hana Ayudia Bramasta, Calon istri ku" Ujar Aryan dengan bangga, Memperkenalkan gadis cantik itu sebagai calon istri nya.
__ADS_1
Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,
Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,