
"Maafin Ana Ma, Ini semua salah Ana, Aku udah buat Ayah jadi seperti ini" Hana menunduk bersalah, dengan air mata yg lagi-lagi menetes membasahi pipinya.
"Tidak sayang, Ini bukan salah mu, Sudah jangan menangis" Bujuk bu Rika memeluk sang putri sambil mengelus rambut nya agar putrinya itu berhenti menangis.
"Kamu temani ayah mu dulu ya, Mama ingin keluar sebentar" Ia melepaskan pelukannya dari Hana saat merasakan tangis sang putri sudah mulai reda.
"Iya Ma.." Ucap Hana mengangguk.
...
Di lain tempat..
Aryan sudah berapa kali mengecek jam yg berada di tangan nya, Dan sesekali melihat ke arah pintu.
"Sudah jam 1, Tapi kenapa dia belum datang juga" Gumam nya saat melihat lagi jam di tangannya.
Ia sudah sedari tadi menunggu Hana, Tapi gadis itu tak kunjung datang.
Tok tok
Ketukan pintu itu membuat Aryan langsung menoleh ke arah pintu itu, Dan mengira mungkin saja itu Hana.
"Masuk.."
Pintu itu terbuka, Tapi sayang bukan Hana yg membukanya melainkan Asisten pribadinya yaitu Kenzo.
"Ada kabar buruk tuan." Ujar Kenzo saat sudah berada di depan meja Aryan.
"Katakan?" Aryan menyimpan berkas yg tadi ia pegang ke atas meja, Lalu menatap Kenzo
__ADS_1
"Tuan Bram masuk rumah sakit tuan" Jelas Kenzo.
"Apa!" Ucap Aryan terkejut. Entah kenapa pikiran nya langsung tertuju pada gadis yg sedari tadi ia tunggu.
"Lalu bagaimana dengan Hana, Apa dia sudah mengetahui nya?" Tanya nya sedikit khawatir pada gadis itu.
"Nona Hana sudah berada di rumah sakit tuan" Jawab Kenzo.
'Jadi itu lah sebabnya, Hingga ia belum datang juga sampai saat ini, Ternyata dia sudah berada di rumah sakit' Batin Aryan.
"Apa anda akan datang ke sana tuan?" Tanya Kenzo.
"Tidak Ken. Hana sedang berada di sana, Bagaimana aku bisa datang" Jelas nya dan hanya di jawab anggukan oleh Kenzo.
"Kau awasi terus keadaan di sana, Jika terjadi sesuatu cepat beritahu aku" Titah nya.
"Apa kedua orang tua ku sudah mengetahui semua ini?" Tanya nya Menatap Kenzo.
"Belum tuan, Aku baru saja ingin mengabari tuan Wijaya" Jelas Kenzo.
"Baik lah, kamu bisa kembali ruangan mu sekarang" Suruh Aryan.
"Baik tuan, Saya permisi" Kenzo pun berjalan keluar dari ruangan itu, Dan tidak lupa menutup kembali pintu itu.
Aryan menyandar kan kepala nya di sandaran kursi sambil memejamkan mata nya. 'Bagaimana keadaan nya sekarang? Apa saat ini dia sedang menangis. Huff' Pikir Aryan mengkhawatirkan keadaan gadis itu.
...
"Ayah maafkan aku" Lirih Hana sambil menggenggam tangan sang ayah.
__ADS_1
"Ini semua kesalahan ku, Gara-gara aku meninggal kan rumah. Ayah jadi seperti ini" Tidak terasa air matanya pun kembali menetes.
"Ayah. apa aku terlalu keras kepala ? Hingga aku pergi dari rumah dan tidak mendengar kan perkataan ayah, Aku terlalu egois hanya memikirkan diriku sendiri"
Hanya menjatuhkan kepala nya di lengan sang ayah sambil memeluknya. "Ayah bangun lah, Aku sangat merindukan mu hiks" Ia mulai terisak di kala ayah nya tak kunjung bangun.
Tapi tiba-tiba ia merasakan ada sebuah tangan yg sedang mengusap kepala nya, Ia pun dengan perlahan mengangkat kepala nya dan mendapati ayah nya sudah membuka mata.
"A-ayah sudah sadar" Ucap nya bahagia sambil mengusap air matanya.
"Aku akan memanggil dokter, Ayah tunggu sebentar ya.." Dengan cepat Hana beranjak dari duduk nya ingin keluar dari ruangan itu, Saat ia ingin membuka pintu itu, Ibu Rika lebih dulu membukanya sambil menenteng kantong plastik di tangannya.
"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Bu Rika sedikit bingung.
"Ayah udah sadar Ma, Aku mau panggil dokter dulu" Ucap nya bahagia.
"Benar kah? Ya sudah cepat lah" Bu Rika tak kalah bahagia nya seperti Hana. Ia langsung meletakan kantong yg ia bawah ke atas meja lalu menghampiri suaminya.
"Mas kamu sudah sadar" Ucap nya bahagia saat sudah duduk di kursi sebelah ranjang suaminya.
"Aku di mana Ma?" Tanya Pak Bram yg masi sedikit bingung, Karena baru saja sadar kan diri.
"Mas lagi di rumah sakit, Tadi pagi Mas pingsan di ruang kerja" Jelas Bu Rika mengusap tangan suaminya, Ia sangat bahagia ketika melihat suaminya kembali membuka mata nya, Sedangkan Pak Bram hanya menghela nafas saat mengetahui bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit.
Hingga beberapa saat kemudian, Dokter pun masuk ke dalam ruangan itu, Di ikuti oleh Hana dari belakang.
Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,
Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,
__ADS_1