
"Ayah ada di rumah sakit mana Ma..?" Tanya nya penuh dengan khawatir.
"Ayah mu ada di rumah sakit melati" Jawab bu Rika dengan tangis yg sudah mulai mereda.
"Ana akan segera ke sana ma" Hana pun menantikan sambungan telfon nya.
Dengan buru-buru ia menyambar tas nya dan langsung keluar dari apartemen nya. Tidak lupa ia juga memesan taksi online.
"Aish lama banget sih" Kini Hana sudah berada di depan gedung Apartemen, Sedang menunggu taksi yg telah ia pesan.
Beberapa saat kemudian taksi itu pun datang.
"Ke rumah sakit melati pak" Ujar Hana ketika sudah berada di dalam taksi itu.
Sopir taksi itu pun melaju kendaraan nya dengan kecepatan yg cukup tinggi Sesuai perintah Hana, Hana terus saja gelisah di dalam mobil itu, Sekarang pikiran nya di penuhi oleh keadaan Ayah nya, Bahkan ia tidak lagi mengingat soal pekerjaan, Bahkan untuk mengabari bos nya saja bahwa ia tidak akan masuk bekerja hari ini, Ia tidak sempat memikirkan nya lagi.
'Apa yg terjadi dengan Ayah?'
'Kenapa tiba-tiba Ayah masuk rumah sakit?'
'Apa ini gara-gara aku meninggal kan rumah?'
__ADS_1
Selama perjalanan Hana terus saja membatin di dalam hatinya dengan penuh rasa khawatir.
Tidak terasa Taksi itu telah masuk ke dalam pekarangan rumah sakit.
"Terimakasih pak.." Hana memberikan uang ke pada supir taksi itu lalu dengan cepat turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah sakit itu.
Hana berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan di kamar mana ayah nya di rawat.
"Permisi buk. Pasien atas nama Bramasta di rawat di kamar no berapa ya?" Tanya nya pada pegawai rumah sakit itu.
"Sebentar ya mbak" Pegawai itu langsung mengetik nama yg di sebutkan oleh Hana di komputer.
"Pasien atas nama pak Bramasta di rawat di kamar VVIP no 06 di lantai 3" Jelas pegawai itu dengan sopan.
Ia memasuki lift untuk menuju lantai 3, Tidak butuh waktu lama lift itu pun telah tiba di lantai 3, Hana keluar dari lift itu lalu berjalan menelusuri lorong-lorong rumah sakit untuk mencari kamar di mana ayah nya di rawat.
Kini langkah kaki nya terhenti di depan sebuah kamar yg di pintunya tertulis, VVIP NO 06. Dengan pelan Hana membuka pintu itu.
Cekreek
Ibu Rika yg sedang duduk di sebelah ranjang sang suami, Tiba-tiba menoleh ke arah pintu yg baru saja di buka dan mendapati putrinya yg sedang melangkah masuk ke dalam ruangan itu, Dengan cepat ia bangkit dari duduknya dan menghampiri sang putri dan langsung memeluknya.
__ADS_1
"Mama.." Hana memeluk dengan erat tubuh sang ibu, Ia meluapkan semua rasa rindunya di pelukan itu.
"Mama sangat merindukan sayang" Ucap bu Rika di sela-sela pelukan nya itu.
"Ayah." Lirih Hana saat melihat sang ayah sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan tangan yg terpasang infus.
Dengan perlahan Hana melepaskan pelukannya dari sang ibu, Lalu berjalan pelan menghampiri ayah nya, Dengan air mata yg telah turun membasahi pipinya.
"Ayah.." Lagi-lagi Hana memanggil ayah nya dengan lirih, Sambil duduk di kursi yg berada di sebelah ranjang ayah nya, Ia menggenggam tangan sanga ayah yg masi setia menutup matanya.
"Ma, Apa yg terjadi? kenapa ayah bisa masuk rumah sakit?" Tanya Hana menoleh pada ibunya yg kini sedang berdiri di sebelah nya.
"Semenjak kamu meninggal kan rumah, Ayah mu lebih banyak diam Hana, Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor, Bahkan ketika di rumah dia lebih memilih menyibukkan dirinya di ruang kerjanya" Jelas bu Rika.
"Ayah mu selalu berusaha menguat kan Mama agar tidak bersedih karna kepergian mu, Tapi dia lupa menguat kan dirinya sendiri"
"Dan pagi tadi saat Mama ingin mengantar kan kopi ke ruang kerja ayah mu, Mama melihat ayah mu sudah terbaring tidak sadar kan diri di lantai" Jelas bu Rika lagi dan kembali meneteskan air mata nya.
"Maafin Ana Ma, Ini semua salah Ana, Aku udah buat Ayah jadi seperti ini" Hana menunduk bersalah, dengan air mata yg lagi-lagi menetes di pipinya.
"Tidak sayang, Ini bukan salah mu, Sudah jangan menangis" Bujuk bu Rika memeluk sang putri sambil mengelus rambut nya agar putrinya itu berhenti menangis.
__ADS_1
Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,
Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,