CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU

CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU
67.Cincin pertunangan


__ADS_3

"Oke pak Aryan eh?" Sahut Hana dan langsung menutup mulutnya. "K-kak Aryan hehe" Hana masi agak canggung dengan panggilan itu. Mungkin karena ia sudah terbiasa memanggil pria itu dengan sebutan pak.


....


Kini mobil mereka telah memasuki area parkir sebuah mall yg sangat besar.


"Ayok.." Ajak Aryan saat telah membuka kan pintu mobil buat Hana.


Hana pun turun dari mobil itu, Kemudian mereka masuk ke dalam mall tersebut. Banyak pasang mata yg melihat mereka saat sedang berjalan di dalam mall itu.


Siapa yg tidak kenal dengan Aryan Wijaya, CEO mudah yg banyak di gilai para wanita dari berbagai kelas. Mulai dari para model papan atas hingga putri-putri dari rekan kerjanya. Tapi tidak satu pun dari mereka yg membuat Aryan tertarik, Bahkan ia merasa sangat risih saat rekan kerjanya mengenalkan nya pada putri mereka.


Tapi entah kenapa saat kedua orang tuanya menjodohkan nya dengan Hana, Ia tidak ada niat untuk menolaknya, Bahkan saat mengetahui gadis itu pergi meninggal kan rumah untuk menghindari perjodohan, Ia merasa semakin tertantang untuk mendapat kan gadis itu.


"Selamat siang tuan Aryan" Sapa Pemilik tokoh berlian yg berada di mall itu.


"Silahkan masuk tuan,Nona" Lanjutnya lagi sambil menunduk kan sedikit badan nya.


Aryan dan juga Hana masuk ke dalam tokoh itu lalu duduk di sebuah sofa. Tidak lama kemudian datang lah pemilik tokoh itu sambil membawa sebuah kotak di tangannya.


"Ini adalah cincin yg paling terkenal di tokoh kami tuan" Pemilik tokoh itu membuka kotak yg tadi ia bawa lalu menunjukan nya pada Aryan dan juga Hana.


Aryan mulai melihat satu persatu cincin itu, Sedangkan Hana hanya diam memperhatikan nya.

__ADS_1


Sadar jika Hana hanya diam memperhatikan nya, Ia pun langsung bertanya. "Kenapa hanya diam? Ayok pilihlah cincin yg kau suka" Ujar nya menoleh pada gadis itu.


"Em.. Iya kak" Hana pun ikut memilih cincin itu.


Dan pandangan nya jatuh pada sebuah cincin couple yg terlihat sangat elegan. Ia pun mengambil cincin itu lalu memperlihatkan nya pada Aryan.


"Yg ini sangat bagus"


Aryan langsung menoleh ke arah cincin yg di tunjukan oleh Hana. "Apa kau menyukainya?" Tanya nya menatap gadis itu.


Hana mengangguk tersenyum. "Iya. Ini terlihat simpel tapi sangat indah" Jelas nya tersenyum.


"Baiklah kita ambil yg itu" Ia pun mengambil cincin itu lalu memberikan nya pada Pemilik tokoh untuk mengukurnya sesuai ukuran jari mereka.


"Tunjukan pada ku sebuah kalung yg paling indah di tokoh ini" Titah Aryan. Membuat Hana menoleh menatap nya.


Bukannya mereka hanya ingin mencari cincin? Lalu buat apa Aryan menanyakan kalung pada pemilik tokoh itu, Tapi ia pikir lagi mungkin saja lelaki itu ingin membelikan kalung itu buat ibunya.


"Baik tuan, Tunggu sebentar saya akan mengambil nya" Pemilik tokoh itu pun pergi untuk mengambil apa yg di minta oleh tamu istimewanya itu.


Beberapa saat kemudian ia pun kembali sambil membawa 3 buah kotak yg berukuran kecil, Lalu meletakan nya di harapan Aryan.


" 3 kalung ini adalah yg paling indah di tokoh kami tuan" Jelas nya sambil membuka setiap kotak perhiasan itu.

__ADS_1


Tatapan Aryan langsung tertuju pada sebuah kalung yg berbentuk hati dan di tengah nya terdapat sebuah berlian putih yg terlihat sangat indah, Ia pun langsung mengambil kalung itu lalu menoleh pada Hana.


"Berbalik lah.." Titah Aryan yg membuat Hana mengerutkan dahinya.


"Untuk apa?" Tanya bingung.


"Berbalik lah!" Ulang nya lagi dengan tegas. Hana pun mengikuti perintah Aryan, Ia berbalik membelakangi lelaki itu.


Dengan perlahan Aryan menyingkirkan rambut hitam panjang milik gadis itu, Menggeser nya kesamping, Tubuh Hana seperti kesetrum saat tangan Aryan tidak sengaja menyentuh kulit leher nya.


"Kalung ini..?" Hana bingung saat Aryan memakai kan kalung berbentuk hati itu pada lehernya.


"Jangan pernah melepaskan kalung ini dari leher mu, Apa pun yg terjadi!" Lirih Aryan berbisik di telinga Hana, Yg membuat gadis itu menegang.


Aryan pun langsung bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri meja pemilik tokoh itu.


Sedangkan Hana masi diam terpaku sambil menyentuh kalung yg baru saja Aryan pasang kan di lehernya.


"Ayok" Ajak Aryan yg baru saja kembali dari membayar cincin dan juga kalung.


Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,


Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,

__ADS_1


__ADS_2