CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU

CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU
66.Berhenti Memanggil Ku Pak!!


__ADS_3

Aryan bangkit dari duduk nya lalu menghampiri Hana, "Tentu saja tante, Dia terlihat sangat cantik, Bagaimana aku bisa mengalihkan pandangan ku dari nya" Ucap nya menatap Hana. Yg terlihat semakin gugup.


"Astaga rasanya tante ingin cepat-cepat pulang ke rumah" Ucap Bu Dona sembari tertawa.


Aryan hanya tertawa pelan mendengar ucapan dari Bu Dona.


"Baiklah lah Ana, Sekarang kamu coba beberapa gaun lagi yah" Titah Bu Dona, Berjalan ke arah meja untuk mengambil beberapa kotak, lalu memberikan nya pada Hana.


"Ambil lah ini"


Hana mengambil kotak itu, "baik tante" Dan langsung berjalan masuk ke dalam ruang ganti.


"Bagaimana..?" Tanya nya saat telah keluar dari ruang ganti.


"Hem.. Coba yg lain" Titah Aryan. Ia tidak menyukai gaun yg di pakai oleh Hana sekarang, Sebab gaun itu terlalu terbuka hingga mengekspos punggung gadis itu.


Hana pun kembali masuk ke ruang ganti, Ia sudah mencoba semua gaun yg di berikan oleh Bu Dona, Tapi satu pun tidak ada yg di sukai oleh Aryan, Hingga Hana mendengus kesal di buat nya.


"Kurang cocok. Ganti lagi" Ucap pria itu dengan santai.


"Pak Aryan! Aku sudah hampir 10 kali mengganti gaun, Apa Bapak tau? Semua gaun itu sangat susah di pakai" Kesal Hana.


"Aku tidak perlu memakai gaun jika tidak ada yg pas, Aku pakai baju biasa saja" Lanjutnya lagi membuang muka dari Aryan. Yg membuat lelaki itu tersenyum kecil dan berusaha menahan tawanya.


Ia pun langsung bangkit dari duduk nya, Berjalan menelusuri ruangan itu. Sambil matanya melihat-lihat beberapa gaun yg terpajang di lemari kaca.


Dan langkah kakinya terhenti di sebuah lemari kaca, Ia pun langsung membuka lemari itu lalu mengambil gaun yg terpajang di dalam lemari itu.

__ADS_1


"Coba kau pakai gaun ini" Titah nya, Memberikan gaun itu Pada Hana, Dengan langkah malas Hana mengambil gaun itu, Lalu masuk ke dalam ruang ganti.


Beberapa saat kemudian...


Tak Tak Tak


Mendengar suara langkah kaki itu, Aryan langsung menoleh dan refleks mengangkat ujung bibirnya saat melihat Hana baru saja keluar dari ruang ganti itu,


Ia tersenyum puas saat melihat gaun pilihan nya sangat cocok di tubuh Hana, "Sempurna" Gumam nya tersenyum.


Hana pun merasa lega, Akhirnya pria itu sudah menentukan pilihan nya.


"Pilihan yg bagus tuan muda" Timpal Bu Dona tersenyum kagum melihat penampilan Hana.


Mereka pun telah menentukan pilihan nya, Dan memberikan gaun dan kebaya itu pada Bu Dona untuk di kirim ke rumah Hana, Tidak lupa mereka juga berpamitan pada wanita paruh baya itu.


"Kita mau kemana pak?" Tanya Hana saat sudah berada di dalam mobil, Karena ia tau ini bukan jalan menuju rumah nya.


"Mencari cincin pernikahan" Jawab Aryan singkat.


"Secepat ini?" Tanya nya lagi menoleh pada pria yg sedang fokus pada kemudinya itu.


"Mama yg menyuruh" Aryan menjawab tampah menoleh pada Hana.


Mendengar jawaban dari pria itu, Hana hanya mengangguk kan kepala nya dan kembali menoleh ke depan.


"Ubah panggilan mu." Titah Aryan yg membuat Hana menoleh ke arah nya bingung.

__ADS_1


" Maksud Bapak?" Hana bingung dengan ucapan dari Aryan, Panggilan apa yg dia maksud? Apa yg harus di ubah?.


"Berhenti memanggil ku dengan sebutan PAK" Jelas Aryan dengan menekan kata PAK.


"Aku merasa sangat tua, Jika kau memanggil ku seperti itu"


"Anda kan memang sudah tua" Gumam Hana yg masi bisa di dengar oleh Aryan. Yg membuat lelaki itu langsung menoleh ke arah nya.


"Apa kau bilang?" Ucapnya menatap tajam ke arah gadis itu.


"Eh.. Gak ada pak hehe" Hana hanya me nyengir saat mendapat tatap tajam dari lelaki itu.


"Jadi saya harus manggil apa dong pak?" Tanya nya bingung.


"Kalau panggil nama, Itu sangat tidak sopan, Karena umur Bapak lebih tua dari ku" Ucap nya lagi.


Selama perjalanan Hana terus saja memikirkan panggilan yg cocok untuk calon suami nya itu, Tidak mungkin ia langsung memanggil nya dengan kata sayang, Membayang kan nya saja sudah membuat ia merasa geli.


Tiba-tiba di kepala nya terlintas satu kata. "Em... Aku panggil kakak aja ya pak?, Itu panggilan yg sangat ringan hehe" Ujar Hana.


Aryan berfikir sejenak sebelum mengiyakan perkataan gadis itu. "Hem baiklah terserah kau saja, Asal jangan memanggil ku dengan sebutan Pak."


"Oke pak Aryan eh?" Sahut Hana dan langsung menutup mulutnya. "K-kak Aryan hehe" Hana masi agak canggung dengan panggilan itu. Mungkin karena ia sudah terbiasa memanggil pria itu dengan sebutan pak.


Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,


Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,

__ADS_1


__ADS_2