
"Ren kau di sini?" Sapa Pak Bram pada sahabat nya itu.
"Yah tentu saja, Sahabat ku sedang sakit jadi aku datang untuk menjenguk nya." Orang itu langsung bangkit dari duduk dan berjalan mendekati ranjang Pak Bram.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya nya saat sudah duduk di kursi yg berada di sebelah Pak Bram.
"Aku rasanya sudah sembuh dan sangat sehat, Aku ingin cepat-cepat keluar dari ruangan putih ini" Ujar Pak Bram sedikit bergurau.
"Hahaha kau sangat trauma dengan rumah sakit rupanya." Pak Rendi sangat tau persis dengan masa lalu dari sahabat nya itu,
Di sela-sela perbincangan mereka, Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, Dan keluar lah Hana dengan wajah yg sudah terlihat sangat segar.
Semua orang yg berada di ruangan itu langsung menoleh ke arah Hana yg baru saja keluar dari kamar mandi. Yg membuat Hana sedikit gugup saat mendapat tatapan dari Bu Winda dan juga Pak Rendi, Yg menurut nya ia baru pertama kali melihat ke dua orang itu.
Dengan langkah pelan, Hana berjalan menghampiri ibu nya dan duduk di sebelah nya.
"Apa dia Hana?" Tanya Bu Winda saat melihat Hana yg baru saja duduk di sebelah ibu nya,
"Iya dia Hana Win, Yg dulu sangat manja padamu" Jelas Bu Rika tersenyum.
Hana mengkerut kan kening nya bingung, Apa dia pernah bertemu dengan wanita yg berada di hadapan nya itu, Kenapa ibu nya mengatakan jika dia sangat manja pada Bu Winda.
__ADS_1
"Kemari lah sayang." Pinta Bu Winda meminta Hana untuk duduk di sebelah nya.
Dengan langkah pelan Hana berpindah duduk di sebelah Bu Winda. "Wah kau sudah besar sekarang, Dan terlihat sangat cantik." Puji Bu Winda tersenyum sambil mengelus lembut rambut Hana, Tapi itu bukan lah pujian semata, Hana memang memiliki wajah yg sangat cantik bahkan tanpa make-up sekalipun.
"Tante juga terlihat sangat cantik" Sahut Hana tersenyum manis kepada wanita paruh baya itu, Di umur nya yg sudah menginjak kepala 4, Tidak membuat kecantikan nya memudar, Mungkin saja ia sering melakukan perawatan yg rutin, Yg membuat nya terlihat awet muda.
Bu Winda hanya tersenyum mendengar pujian dari gadis itu. "Berapa usia mu sekarang?" Tanya nya masi menatap Hana.
Bu Rika hanya memperhatikan putri nya dan Bu Winda yg sedang mengobrol, Sementara Pak Bram dan juga Pak Rendi seperti sedang membicarakan sesuatu hal yg penting.
"Baru masuk 20 tante" Jawab Hana.
"Waktu sangat cepat berlalu, Hingga kau sudah sebesar ini, Terakhir tante bertemu dengan mu kau masi sangat kecil" Jelas Bu Winda mengingat masa lalu di saat Hana masi kecil.
'Pantas saja aku tidak mengingat nya, Ternyata itu sudah lama sekali' Batin Hana, Ia hanya tersenyum menanggapi ucapan dari Bu Dewi.
"Ana kemari lah sayang.." Panggil Pak Bram.
"Iya Ayah" Sahut Hana dan bangkit dari duduk nya, Lalu berjalan mendekati ranjang sang ayah.
"Ana perkenalkan dia Pak Rendi Wijaya dan yg duduk di sana istrinya Bu Winda Wijaya" Jelas Pak Bram yg membuat Hana sedikit terkejut.
__ADS_1
'Pak Wijaya' Pekik nya dalam hati, Ia tiba-tiba teringat dengan perusahaan tempat nya bekerja.
"Ayah apa om ini pemilik perusahaan Wijaya Grup?" Bisik nya pada sang ayah, Yg masi bisa di dengar oleh Pak Rendi yg membuat nya sedikit tersenyum.
"Iya Ana dia tuan Wijaya"
'Ja-jadi dia ayah nya pak Aryan!' Lagi-lagi ia membatin di dalam hatinya.
"Apa kau mengenal perusahaan Wijaya Grup?" Tanya Pak Rendi berbasa-basi.
"Iya om, Aku bekerja di sana" Jelas Hana tersenyum pada Pak Rendi.
"Benarkah?" Pak Rendi pura-pura terkejut, Padahal ia sudah mengetahui semua nya. "Berarti kamu sudah bertemu dengan putra om?" Tanya nya lagi.
"Sudah om. Bahkan aku jadi sekretaris nya" Jawab Hana dengan polos.
Mereka mengobrol cukup lama hingga Pak Rendi dan Juga Bu Winda berpamitan untuk pulang.
"Ya sudah Bram, Aku pamit pulang dulu, Dan aku harap aku akan mendengar kabar bahagia" Pamit Pak Rendi tersenyum pada sahabat nya itu.
Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,
__ADS_1
Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,