CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU

CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU
68.Dia Memang Sangat Tampan


__ADS_3

Sedangkan Hana masi diam terpaku sambil menyentuh kalung yg baru saja Aryan pasang kan di lehernya.


"Ayok" Ajak Aryan yg baru saja kembali dari membayar cincin dan juga kalung.


"Eh i-iya.." Hana sedikit terkejut, Lalu bangkit dari duduknya dan mengikuti Aryan keluar dari tokoh itu.


"Kita makan dulu, Setelah itu aku akan mengantar mu pulang" Ajak Aryan.


"Iya Pak" Tampah sadar Hana kembali memanggil pria itu dengan sebutan pak, Yg membuat nya mendapat tatapan tajam dari pria itu.


Aryan langsung menghentikan langkah nya. "Hem.. Pak?!" Ucap nya menatap tajam pada gadis di sebelah nya itu.


Hana yg langsung sadar dengan ucapan nya, Langsung meralat ucapannya. "Eh lupa hehe.." Ucap nya menyengir. Sementara Aryan hanya menggeleng kan kepalanya dan lanjut berjalan.


Kini mereka telah memasuki sebuah restoran yg berada di dalam mall itu.


"Silahkan tuan,Nona.." Pegawai restoran itu dengan sopan memberikan buku menu pada Aryan dan juga Hana.


"Saya pesan ini sama ini" Jawab Aryan dengan wajah datar.


"Baik tuan.." Pegawai itupun langsung mencatat semua pesanan Aryan.


Dan kini pegawai itu beralih melihat Hana."Kalau Anda ingin memesan apa Nona?" Tanya nya.


"Em.. Aku pesen ini aja Mbak" Ucap Hana tersenyum ramah pada pegawai itu.

__ADS_1


"Cuma itu?" Tanya Aryan yg membuat Hana langsung menoleh ke arah nya.


"Iya kak, Tadi pagi aku abis sarapan, Jadi masi kenyang" Jelas nya tersenyum.


Lagi-lagi Aryan hanya menjawabnya dengan isyarat mengangguk, Entah kenapa jika berada di tempat umum pria itu sangat irit bicara. Pantas saja ia terkenal sebagai CEO dingin.


"Baiklah tuan, Nona, Saya akan mengantarkannya makanan nya secepat mungkin" Ujar pegawai itu dengan sopan sambil membungkuk kan sedikit badannya, Lalu pergi meninggal kan meja Hana dan Aryan.


Sepeninggal pegawai itu, Aryan malah sibuk mengecek beberapa dokumen dalam ponsel nya, Sedangkan Hana hanya duduk diam sambil sesekali melirik ke arah pria yg sedang duduk di hadapan nya.


Beberapa saat kemudian datanglah pesanan mereka.


"Silahkan di nikmati tuan, Nona.." Ucap Pegawai itu sopan, Dan langsung pergi meninggal kan meja tersebut.


Di sela-sela makan nya, Hana terus saja menatap Aryan yg sedang menikmati hidangan di piringnya, Dan tiba-tiba terlintas sebuah pertanyaan di kepalanya.


'Aku tidak bisa berbohong, Dia memang terlihat sangat tampan. Pantas saja semua wanita tergila-gila padanya.' Gumam nya dalam hati. Dan terus melirik pria itu.


'Em tapi apa dia tidak memiliki kekasih? Dia adalah seorang CEO yg sangat sukses dan banyak di kelilingi oleh wanita cantik, Tidak mungkin jika dia tidak memiliki kekasih kan..' Entah kenapa rasa penasaran tiba-tiba datang menghantui nya. Ia terus saja sibuk dengan pikiran nya hingga tidak merasakan eskrim nya yg sudah mulai mencair karena ia abaikan.


Aryan yg menyadari jika gadis di depannya itu terus saja diam, Berinisiatif memanggil nya. "Ana?" Panggil nya tapi tidak di gubris oleh gadis itu.


"Ana...?" Hana langsung terkejut saat Aryan menyebut namanya cukup keras.


"Eh iya?" Sahut nya menoleh pada pria yg baru saja memanggil nya.

__ADS_1


"Apa yg sedang kau pikirkan?" Tanya Aryan.


"Hah apa? Gak ada kok hehe" Gadis itu hanya menyengir menggaruk tengkuk nya yg tidak gatal.


Aryan mengkerut kan keningnya melihat tingkah aneh dari gadis yg sebentar lagi akan menjadi istrinya itu. " Ya sudah cepat lah habiskan eskrim mu" Titahnya.


'Astaga aku melamun berapa lama, Nih eskrim udah cair aja' Ia sedikit terkejut saat melihat eskrim di depannya sudah mulai mencair. Dan dengan cepat menyendok eskrim itu, Tapi lagi-lagi rasa penasaran itu datang lagi.


Ia pun memberanikan diri untuk bertanya pada Aryan, Dari pada ia mati penasaran, Begitulah pikirnya. "Kak Aryan?" Panggil nya pelan.


Pria itu langsung menoleh saat namanya di sebut. "Ada apa?"


"Apa aku boleh tanya satu hal" Ucap nya dengan hati-hati.


"Tanya apa?" Jawab Aryan santai dan masi menikmati makanan nya.


"Apa kak Aryan mempunyai kekasih?"


Yg tadinya pria itu ingin memasukan sesendok nasi ke dalam mulutnya, Tiba-tiba terhenti saat mendengar pertanyaan dari gadis yg sedang duduk di hadapan nya. Ia pun meletakan kembali sendok itu ke atas piring, Dan menoleh menatap Hana.


"Kenapa bertanya seperti itu?" Tanya nya menatap Hana.


Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,


Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,

__ADS_1


__ADS_2