
Mereka pun masuk ke dalam rumah itu, Dan duduk di ruang tamu.
"Ma. Cepat lihat Ana dan suruh dia turun" Bisik Pak Bram. Bu Rika hanya mengangguk mengiyakan perintah dari suaminya itu.
""Saya permisi sebentar, Untuk memanggil Hana" Pamit Bu Rika tersenyum. Dan langsung naik ke lantai dua.
Aryan hanya duduk dengan tenang sambil memperhatikan rumah itu, Rumah yg terasa sangat nyaman menurut nya.
"Om dengar kamu akan membuka cabang di negara prancis?" Pak Bram memulai percakapan dengan bertanya pada Aryan.
Aryan pun langsung menoleh ke arah Pak Bram. "Iya om, Tapi itu baru rencana saja, Aku belum memulai nya" Jelas nya, Yg membuat Pak Bram mengangguk kan kepalanya.
"Aku sudah menyuruh nya untuk memulai nya Bram, Tapi dia selalu menjawab, ini belum saatnya." Timpal Pak Rendi.
"Iya Nak Aryan, Sebaiknya kamu langsung memulainya, Om yakin perusahaan mu akan semakin berkembang di negara besar itu." Ujar Pak Bram.
"Tentu om, Aku pasti akan memulai nya, Tapi nanti saat waktunya telah tiba" Ucap Aryan lagi.
"Dengar! Dia selalu saja memberikan jawaban yg sama" Timpal Pak Rendi lagi yg membuat Pak Bram tertawa.
Di kamar Hana..
"Bell gw takut banget" Kata Hana yg kini sedang duduk di meja rias, Sedangkan Bella sedang berdiri di belakang Hana dan menata rambutnya.
__ADS_1
"Santai aja Na, Calon suami lu itu gak akan makan lu secara hidup-hidup" Ujar Bella yg masi sibuk menyisir rambut Hana.
Hana menghela nafas berat lalu menghembuskan nya secara kasar. "Udah selesai?" Tanya nya saat Bella sudah menjepit rambut nya.
"Udah..." Bella tersenyum puas melihat penampilan dari sahabat nya itu dari pantulan cermin, "Lu keliatan sangat cantik sekarang" Pujinya lagi.
"Hilih.."
"Ana?" Panggil Bu Rika yg baru saja masuk ke dalam kamar itu. Membuat Hana dan juga Bella langsung menoleh ke arah nya.
"Iya Ma" Sahut Hana.
"Kau sudah siap sayang? Cepat lah turun ke bawah, Calon suami mu sudah berada di bawa" Jelas Bu Rika.
Hana semakin gugup mendengar kata CALON SUAMI, "I-iya Ma, Mama turun aja dulu, Nanti aku nyusul"
"Ayok Na.." Bella menarik tangan Hana untuk keluar dari kamar, Tapi Hana masi diam tidak bergerak sedikit pun. "Hana ayok" Ajak nya lagi saat tidak mendapat respon dari sahabat nya itu.
"Huh iya Bell, A-ayok" Hana pun mengikuti langkah Bella keluar dari kamar itu.
Di bawa sana, Terlihat mereka sedang asik membahas soal pekerjaan, Tapi tiba-tiba mereka terdiam saat mendengar Bu Winda menyebut nama Hana.
"Hana.." Bu Winda tersenyum melihat Hana yg sedang berjalan mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
Bukan hanya bu Winda, Tapi semua orang yg berada di ruangan itu ikut menoleh ke arah pandang bu Winda, Begitu juga dengan Aryan. Pria itu terus memperhatikan Hana yg sedang berjalan sambil menundukkan kepala nya, Sementara tangan nya menggenggam erat tangan sahabat nya. Aryan tau jika gadis itu merasa sangat gugup saat ini.
"Is Na, Ngapain lu nunduk sih? Di bawa gak ada koin emas, Buruan angkat kepala lu" Bisik Bella, Karena sedari tadi ia memperhatikan sahabat nya itu terus saja menunduk, Hingga telah sampai di ruang tamu itu, Tapi Hana belum saja menegakan kepalanya.
"Iya iya ah, Udah tau gw gugup" Bisik Hana kesal kepada sahabat nya itu, Ingin rasanya ia menimpuk Bella dengan bantal.
Dengan perlahan ia mengangkat kepala nya. Dan petapa terkejut nya ia saat melihat siapa yg sedang duduk di depannya!
"P-pak Aryan" Tampa sadar ia menyebut nama bos nya itu. Tapi Aryan masi saja memasang wajah datarnya dan terus menatap Hana.
"Sayang duduk lah" Ujar Bu Rika, Tapi Hana masi diam, Seakan otak nya tidak bisa berfikir saat ini.
"Duduk Na.." Bella menarik pelan tubuh Hana agar duduk di kursi.
Saat ini posisi Hana berada di tenga-tenga antara Bella dan ibunya, Dan tepat di hadapan nya, Terlihat Aryan sedang duduk dengan wajah tampa ekspresi nya itu.
'Apa yg sedang pak Aryan lakukan di sini?' Gumam Hana dalam hati.
'Bukan nya tadi Mama bilang kalau keluarga pria yg akan di jodohkan dengan ku sudah datang'
'Lalu di mana dia? Kenapa malah ada keluarga Wijaya di sini'
'Apa jangan-jangan... Tidak! Tidak, Apa yg aku pikirkan' Hana sibuk dengan pikiran nya sendiri, Dan tampa sadar ia menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,
Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,