CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU

CEO KU TERNYATA CALON SUAMIKU
63.Cuti Seminggu


__ADS_3

Setelah kejadian tadi pagi, Kini Hana sedang duduk di balkon kamarnya, Entah kenapa saat ini ia hanya ingin sendiri saja.


Satu minggu ini akan menjadi hari yg paling sibuk di rumah nya, Untuk mempersiapkan hari pernikahan nya yg tinggal menghitung hari saja.


'Huh aku tidak menyangka akan menerima perjodohan ini' Batin nya. Yg sedang menyenderkan tubuh nya di senderan kursi sambil memejamkan matanya.


.....


Di kediaman keluarga Wijaya..


Aryan sedang duduk di ruang keluarga, Sambil fokus memeriksa berkas-berkas lewat ponsel nya. Ia ingin segera menyelesaikan Pekerjaannya, Karena satu minggu ini pasti ia akan sangat sibuk dengan acara pernikahan nya.


"Aryan.." Panggil Bu Winda.


"Iya Mah?" Sahut Aryan tampa mengalihkan padangan nya dari ponselnya.


"Besok kamu jemput Hana, Dan ajak dia ke butik Mama untuk memilih baju pengantin yg dia sukai" Ujar Bu Winda.


"Gak bisa lusa aja Mah? Besok aku akan ada rapat penting" Jelas Aryan menoleh pada ibu.


"Gak bisa! Semua pekerjaan mu serahkan dulu sama Kenzo, Kamu harus ambil cuti selama seminggu" Titah Bu Winda tegas.


"Gak bisa gitu dong Mah.." Aryan memelas kepada ibu nya itu.


"Dan satu lagi, Beri juga Hana cuti selama seminggu"


"Tap-" Ucapan Aryan terhenti ketika mendengar suara teriakan dari ayah nya.


"Mama..." Teriak Pak Rendi.


"Iya Pah, Mama akan kesana" Sahut Bu Winda juga ikut teriak.


"Ingat! Hubungi Hana, Mama mau ke atas dulu" Bu Winda langsung berjalan menaiki anak tangga, Untuk naik ke lantai dua.

__ADS_1


Aryan hanya pasrah mendengar ucapan dari ibu nya itu. Dan segera menghubungi Hana.


Dreet Dreet


Hana langsung membuka mata nya saat mendengar Ponsel nya bergetar.


"Pak Aryan.." Pekik nya saat melihat nama yg tertera di ponsel nya.


"Halo pak?"


"Besok kamu tidak perlu masuk ke kantor" Ujar Aryan di ujung telpon sana.


Hana mengkerut kan kening nya, Apa ia di pecat? Padahal ia baru beberapa hari bekerja. Bahkan ia belum merasakan yg namanya gajian.


"Kenapa pak? Apa saya di pecat?" Tanya nya penasaran.


"Tidak! Tapi Mama menyuruh mu untuk cuti selama seminggu, Untuk mempersiapkan pernikahan kita" Jelas Aryan.


"I-iya Pak".


Panggilan pun terputus, Aryan kembali untuk mengerjakan pekerjaan nya, Sedangkan Hana langsung bangkit dari duduk nya, Dan masuk ke dalam kamar nya.


...


"Mama lagi apa?" Tanya Hana yg baru saja datang ke ruang tamu, Dan duduk di hadapan ibu nya.


"Mama lagi catet nama-nama tamu yg akan kita undang sayang" Bu Rika menoleh pada putri nya dan tersenyum lembut.


"Terus Ayah kemana?" Tanya nya lagi saat tidak mendapati keberadaan dari sang ayah.


"Tadi ada telfon dari sekretaris ayah mu, Katanya ada pekerjaan penting di kantor" Jelas Bu Rika yg kini sibuk mencatat.


"Nyonya, Pencetak kartu undangan nya udah dateng" Kata Bik Surti yg datang menghampiri bu Rika.

__ADS_1


"Ya sudah Bik, Suruh langsung masuk aja"


"Baik nyonya" Bik Surti langsung keluar untuk memanggil pencetak undangan itu.


"Selamat siang Bu Rika, Nona" Sapa pencetak undangan itu dengan sopan.


"Siang, Silahkan duduk pak" Ujar Bu Rika, Meletakan pulpen yg tadi ia pegang di atas meja. Sedangkan Hana hanya tersenyum simpul.


"Perkenalkan nama saya Bimo, Saya di utus oleh Bu Dinda untuk memperlihatkan kepada nyonya beberapa contoh kartu undangan" Jelas Pak Bimo panjang lebar.


"Baik Pak Bimo, Boleh saya lihat contoh undangan nya" Pinta Bu Rika.


Pak Bimo mulai mengeluarkan beberapa contoh kartu undangan dari dalam tas nya, Yg terlihat begitu indah.


"Wah undangan nya terlihat sangat indah" Takjub Bu Rika melihat kartu undangan itu.


"Ana coba lihat" Ujar nya pada sang putri sambil memberikan selembar undangan padanya.


Hana pun menerima undangan itu. "Iya Mah, Ini sangat indah" Ia tersenyum dengan manis saat melihat nya.


"Sekarang kau pilih lah sayang, Mana yg kau sukai" Ujar Bu Rika.


Hana mulai melihat satu-persatu undangan itu, Tapi tiba-tiba pandangan nya tertuju pada satu undangan, Yg terlihat simpel tapi sangat elegan .


Ia langsung mengambil undangan itu lalu menunjukan nya pada sang ibu. "Mah, Yg ini terlihat sangat cantik" Ujar nya.


Bu Rika langsung menoleh pada undangan yg di pegang oleh putri nya. " Iya sayang ini sangat cantik" Ucap nya tersenyum.


"Kita ambil ini saja, Yah" Ujar nya lagi. Dan langsung di setujui oleh putri nya itu.


Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,


Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏,

__ADS_1


__ADS_2