
Ia terus saja melamun hingga tidak mendengar kan ibunya yg sedang berbicara.
"Ana.." Panggil Bu Rika menggoyahkan lengan sang putri dengan pelan.
"Em..Iya Mah?" Ia langsung tersadar dan langsung menoleh ke arah sang ibu.
"Kamu ini, Mama lagi ngomong malah ngelamun"
"Aku laper Mah, Mau makan dulu.." Hana bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur. Sedangkan Bu Rika hanaya menggeleng kepalanya melihat kepergian putrinya.
...
"Mie nya udah mateng Bik?" Tanya Hana yg kini telah duduk di meja makan, Yg berada di dapur.
"Bentar Non, Dikit lagi" Ujar Bik Surti sambil berjalan untuk mengambil mangkuk.
Selang beberapa saat, Bik Surti pun datang sambil membawa mangkuk yg berisi mie lalu meletakan nya di hadapan Hana.
Hana yg mencium aroma mie yg sangat lezat itu, Membuat perutnya semakin keroncongan. "Hem.. Bau sangat enak" Ia tersenyum sambil menghirup dalam-dalam aroma mie itu.
Dan dengan perlahan ia pun mulai memakan mie yg baru saja matang itu, Hingga kuah nya habis.
"Aah.. Kenyang"
"Andai saja kau makanan sehat, Pasti akan aku makan tiap hari" Gumam nya menatap mangkuk kosong di depan nya.
Ia pun meninggal kan dapur dan langsung naik ke kamarnya.
....
__ADS_1
Di kampus..
Bella sedang berjalan menelusuri koridor kampus Untuk mencari Riko, Ia ingin memberikan sesuatu yg di titipkan oleh Hana untuk Riko.
"Kemana sih tuh anak, Di cariin gak ketemu-ketemu" Sudah hampir setengah jam ia berkeliling di area kampus yg sangat luas itu, Tapi ia belum juga menemukan keberadaan dari Riko.
"Kak Rafaaa..." Bella berteriak memanggil seseorang yg berada tidak jauh darinya.
Orang itu mengangkat tangan nya, Lalu berjalan menghampiri Bella. "Kenapa Bell?" Tanya nya saat sudah berada di hadapan Bella.
"Kak Riko kemana kak? Aku udah dari tadi nyariin dia, Tapi gak ketemu" Tanya Bella pada pria yg bernama Rafa, Ia adalah salah satu dari teman Riko.
"Ouh Riko, Dia lagi latihan di lapangan basket" Jawab Rafa.
"Ya udah kak, Makasih.." Bella pun langsung berjalan agak cepat menuju lapangan basket.
Saat telah tiba di lapangan, Bella menoleh ke kanan ke kiri untuk mencari Riko, Tapi ia tidak melihat keberadaan pria itu, Karena di lapangan itu agak sedikit ramai orang sedang berlatihan.
"RIKOO PRAKASA LU DI MANA..." Teriak Bella menggunakan toa untuk memanggil Riko. Yg membuat semua orang yg berada di lapangan itu menoleh ke arah nya.
Begitu pun dengan Riko yg sedang duduk bersama teman-teman nya di pojok lapangan. "Buset dah si Bella ngapain make toa" Riko langsung bangkit dari duduknya dan berlari menghampiri Bella.
"Oi Bell ngapain pake toa sih? Berisik amat lu" Kesal Riko saat telah berada di depan Bella.
"Itu cara ampuh buat manggil lu" Ucapnya tersenyum lebar. "Abisnya gw nyariin dari tadi tapi gak ketemu."
"Ngapain nyariin gw? Kangen ya lu" Kata Riko menaik turunkan alisnya.
"Dih kepedean lu" Bella memutar bola matanya malas mendengar perkataan dari Riko.
__ADS_1
"Gw mau ngasi ini" Bella mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tasnya.
Sebenarnya ia merasa ragu ingin memberikan undangan itu pada Riko, Karena ia tau persis bagaimana nanti perasaan Riko saat menerima undangan itu.
"Undangan?" Riko mengkerut kan dahinya saat menerima undangan yg di berikan oleh Bella.
"Iya. Itu undangan pernikahan Hana." Ucap Bella lirih.
"Jangan becanda deh Bell" Kesal Riko.
Ia membuka undangan itu dengan pelan, Dan bagai di sambar petir di siang bolong saat undangan itu telah ia buka, Dadanya tiba-tiba terasa sangat sesak ketika melihat nama Hana tertera di undangan itu bersanding dengan nama pria lain.
"Rik..?" Panggil Bella pelan saat melihat pria itu terdiam.
"Gw kalah sebelum memulai Bell" Lirih Riko tersenyum kecut.
Entah kenapa saat melihat pria yg biasanya selalu tersenyum dan bertengkar dengan nya, Kini menunjukkan ekspresi sedih, Membuat hati Bella ikut terasa sesak.
Riko berjalan dengan gontai meninggal kan Bella tapi terhenti saat mendengar suara gadis itu.
"Rik tunggu!"
"Lu bakalan dateng kan?" Tanya Bella. Tapi pria itu tetap berdiri membelakangi nya tampah suara.
"Lu satu-satunya temen yg paling deket sama gw dan Hana di kampus ini, Dan Hana berharap lu bisa dateng di pernikahan dia" Ujar Bella.
Riko berbalik dan tersenyum. "Tentu Bell, Gw pasti datang" Sahut Riko dan langsung melangkah pergi meninggal kan gadis itu.
'Hem lu gak bisa sembunyiin rasa sakit lu, Dengan senyum palsu lu itu Rik ' Batin Bella, Terus menatap punggung Riko yg kian menjauh dari nya.
__ADS_1
Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐ Biar Author makin semangat buat up:v
Makasih buat kalian yg selalu like dan komen, berkah selalu 🙏