
"Tidak ada, Aku hanya tidak ingin kemana-mana saat ini" Kata Aryan
Sebenarnya alasan Aryan tidak jadi datang ke rapat itu, Di karena kan kaki Hana yg sedang terluka, Tidak mungkin ia membawa Hana ke rapat itu dengan kaki yg sedang terluka, Apa yg akan di katakan oleh pak Bram saat melihat kaki putrinya yg terluka, Di bawah pengawas Aryan. Walaupun itu hanya luka kecil.
"Ouh... Anda tidak ingin keluar untuk makan siang pak ?" Tanya Hana, Jujur saja saat ini ia merasa sangat lapar, Ia tidak berani turun ke kantin kantor sebelum Aryan menyuruhnya.
"Sebentar lagi OB akan ke sini untuk mengantar makan siang " Ujar Aryan , "Kembali lah kemeja mu, Apa kaki mu tidak merasa sakit dengan terus-terusan berdiri seperti itu?" Titah Aryan dengan lembut.
"Saya ijin untuk ke kantin aja ya pak " Ucap nya meminta ijin, Ia sangat penasaran dengan bentuk kantin yg berada di kantor ini, Ini sudah hari ke dua ia bekerja di perusahaan ini, Tapi ia belum sekalipun menginjakkan kaki nya di kantin yg berada di kantor, Ia juga sangat penasaran ada makanan apa saja yg tersedia di kantin perusahaan Wijaya Grup.
"Tidak perlu ke sana !, Aku sudah bilang OB akan mengantar kan makan siang ke sini" Kata Aryan tegas.
"Em... Baiklah pak" Hana pasrah mendengar perintah dari bos nya, Ia pun kembali kemeja nya dengan wajah lesu. 'Gini amat punya bos, Aku kan cuma pengen banget nyobain makanan yg berada di kantin, Mungkin Dengan begitu aku juga bisa mencari teman di kantor ini' Gerutu Hana dalam hati.
Aryan yg melihat wajah lesu Hana, Hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
Tok tok tok.. Suara ketukan pintu membuat Aryan dan Hana langsung menoleh ke arah pintu.
__ADS_1
"Masuk..." Titah Aryan
Pintu pun terbuka, Dan terlihat seorang OB masuk ke dalam ruangan itu sambil menenteng sebuah plastik di tangan nya, "Ini makan siang anda tuan.." Kata OB itu dengan sopan sambil membungkuk kan badan nya.
"Letakan saja di sana " Perintah Aryan. Menunjuk meja yg berada di ruangan itu.
"Baik tuan.." OB itu pun berjalan ke meja yg di tunjuk oleh Aryan untuk menaruh kantong plastik yg berisi makanan.
"Saya permisi dulu tuan.." Pamit OB itu dan langsung berjalan keluar dari ruangan itu.
Aryan meletakan berkas-berkas yg sedang ia periksa ke atas meja, Dan langsung beranjak ke arah sofa.
"Iya pak?" Hana menoleh ke arah Aryan yg baru saja memanggil nya.
"Kemari lah. Ini sudah jam makan siang" Titah Aryan.
"Anda makan duluan saja pak, Saya mau menyelesaikan pekerjaan saya dulu " Tolak Hana sopan,
__ADS_1
"Kenapa kau suka sekali membantah perintah ku" Ujar nya sedikit kesal, "Cepat lah ke mari, Atau aku akan membuat mu lembur malam ini" Ancam nya, Yg membuat Hana melotot kan matanya.
"Haha baik pak, Saya akan segera ke sana" Ucapnya diiringi dengan tawa yg di paksakan.
'Bukan aku yg sering membantah pak, Tapi anda terlalu pemaksa, Dan dia bilang apa tadi? Dia akan membuat ku lembur, Cik dasar bos yg menyebalkan' Hana berjalan ke arah sofa sambil terus menggerutu dalam hati.
Mood Hana seketika berubah saat melihat beberapa makanan yg berada di atas meja.
"Wah.. Makanan nya banyak banget pak, Dan juga terlihat sangat enak.." Kata Hana yg kini sudah duduk di sebelah Aryan.
Aryan hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum mendengar perkataan dari gadis yg sedang duduk di sebelah nya itu, 'Ekspresi nya sangat cepat berubah' Batin Aryan.
"Kamu bisa memakan semuanya kalau kau suka.." Tawar Aryan, Yg membuat Hana langsung menoleh ke arah nya.
"Apa boleh pak ?" Tanya Hana dengan tersenyum lebar.
"Tentu saja. Tapi sisakan sedikit untuk ku, Aku juga sangat lapar" Kata Aryan berusaha menahan tawanya.
__ADS_1
Yg mampir baca,Jangan lupa tinggalkan jejak ya,Like ,Komen ,Favorit ,Dan Rate bintang 5⭐,Makasih🙏