CERPEN ( CERITA PENDEK) Kisah Buruh Migran Indonesia Di Taiwan

CERPEN ( CERITA PENDEK) Kisah Buruh Migran Indonesia Di Taiwan
JEMBATAN TAKDIR PART 2


__ADS_3

***Bulan ganjil aku menemani Ama tinggal di Anak pertama ynag berbisnis di pasar malam setiap awal bulan tanggal satu aku dan Ama di jemput anaknya. Di rumah yang besar empat tingkat ini kami akan tinggal selama sebulan sebelum bulan depannya pindah ke rumah Anak yang satunya lagi. Begitu bergantian setiap bulan kami berpindah antara anak pertama dan anak kedua.


Selain menjaga Ama, aku juga harus membersihkan rumah mreka yang super berantakan. Sepasang suami-istri ini memang sibuk dari sore sampai menjelang subuh. Rumah mereka sudah seperti kamar hotel, hanya untuk tidur. Anak dua, semua laki-laki. yang kecil duduk di bangku SMP dan yang besar sudah SMA. Mereka berdua lebihih banyak berada di sekolah. Sekolah di Taiwan ternyata menyediakan asrama bagi anak didiknya. Mereka hanya pulang hari sabtu dan minggu, itu pun kalau di sekolah tidak ada kegiatan tambahan. Selama sebulan di sini, aku membersihkan rumah, mencuci baju, memasak, membeli satur, dan membersihkan mobil Laupan. Istri Laupan yang satu ini sangat pelit. Apa yang di beli harus sesuai dengan yang tertulis di catatan dengan uang pas yang sudah disediakan setiap pagi.



Seharusnya ini semua bukan tugasku. Ataupun mereka Memperkejakan aku untuk semua ini, seharusnya aku di bayar kenyataan nya, semua mesti aku lakukan karena mereka menganggap waktu yang kupakai untuk ngerjakan semua itu adalah waktu yang kugunakan untuk menjaga Ama, jadi itu sudah termasuk dalam gaji yang mereka berikan kepadaku.

__ADS_1



Pada sebulab genap aku berada di Laupab yang bungsu. Usahanya bergerak di bisnis penginapan sekaligus rumah makan di pincak. Selain itu dia juga memiliki perkebunan teh di belakang penginapan nya. di sini setiap haru aku mesti membersihkan setiap kamar. kalau ada orang yang menginap setiap hati mesti mengganti seprai, menyapu dan menyiapkan segala kebutuhan setiap kamar seperti handuk, sabun, dan sikat gigi, serta membuang sampah jika kamar di huni orang. menjelang siang aku harus membantu dapur membersihkan sayu, juga sering menjaga pelayan dadakan kalau rumah makanan nya ramai saat perkebunan teh membantu memetik pucuk daun teh.



__ADS_1


Ama memanggil kedua anaknya dan memarahi mereka. " Kalian sudsh memperkerjakan ana di luar batas. Selama ini aku diam, karena ingin kalian sendiri menyadari dan menunggu ana mengeluh. Namun tak ada reaksi dari kalian meski dia pekerja luar tapi dia tetap manusia, bukan mesin. "



Aku terperangah melihat Ama yang selama ini lebih banyak diam ternyata membelaku.


" Tugas ana hanya menjagaku. bukan dipekerjakan seperti budak. selain itu kalian sama sekali tak memberinya uang lembur. beginilah aku mendidik kalian? Apakah kalian sudah tak punya hati? "Ama masih terus marah pada kedua putranya.

__ADS_1


Sejak itu, kedua Laupan menjadi lebih baik padaku. di penginapan sekarang sudah di tambahkan satu orang yang membantu. Kini kalau aku kesana paling hanya membantu mencuci sayur dan sekali kali saja ke perkebunan teh. begitu pula di Laupan yang besar. Sekarang aku cukup membersihkan rumah seminggu sekali, itu pun cukup di pel saja semua menjadi lebih baik padaku***.


__ADS_2