
Seminggu bersama mereka, aku baru tahu kalau mereka berdua adalah penyuka sesama jenis alias lesbian. sebenarnya saat berada di taman itu aku sudah menaruh curiga, tapi tetap saja aku merasa kaget saat mengetahui kebenarannya awalnya aku geli melihat tingkah laku mereka berdua, namun aku berusaha bersikap sewajarnya. mungkin lambat laun mereka berdua mulai menghormati ku dan tak berlaku berlebihan jika aku berada di dekat mereka. Ya, aku paham benar sebuah kalimat yang di ajarkan ibu padaku, " Tak semua perbuatan orang sesuai denganmu, namun bukan berarti kamu harus memaksa orang untuk berpandangan sama denganmu. "
__ADS_1
Aku tak melarang dan tak apa yang mereka lakukan, aku hanya tak ingin mencampuri urusan mereka. kurasa mereka berdua sudah dewar untuk memahami dan membedakan mana yang baik dan tidak. Mungkin aku terlalu egois, Hanya memikirkan diriku sendiri, Namun saat ini hanya itu cara teraman yang bisa kulakukan. Aku hanya berusaha memberi mereka contoh tanpa meminta mereka meniru apa yang kulakukan. Sekarang mereka mulai rajin shalat, Bahkan ikut berpuasa. Ini adalah sebuah kebahagiaan tersendiri untukku. Tuhan mungkin mengirim ku untuk hadir di tengah mereka. Meski aku tahu kabur adalah perbuatan salah, Tapi aku terpaksa melakukannya karena ada alasan untuk aku. Kukira begitu juga dengan Sabita dan Angani. Pasti mereka memiliki alasan pribadi melakukan semua itu. Bagaimana aku bisa berutang budi pada Sabita dan Angani. Bisa di bilang merekalah penyelamatku. Dari mereka pula aku akhirnya bisa bekerja.
__ADS_1
Kami bertiga, atas jasa baik seorang teman bernama Nurda, di perkenalkan pada majikan yang kami panggil Dage, yang berarti abang tertua. Dage berperawakan tinggi, tidak terlalu gemuk tapi berperut besar. Aku rasa perutnya besar karena banyak minum bir. Kalau hari libur, dia bisa duduk berjam- jam mum ber botol botol bir dengan berbagai cemilan khas Taiwan. berjam-jam makan pasti perutnya penuh. Selain itu dia tidak suka olahraga. Memang banyak laki-laki di Taiwan suka minum bir. Setiap makan bersama, bir adalah sesuatu yang wajib ada. Mungkin ada banyak alasan mengapa mereka menyukai bir, Namun dari pengamatan ku selama ini, Mungkin karena bir tidak mudah membuat mabuk dan lebih murah daripda arak.
__ADS_1
Mereka sudah berkerja setahun lebih di pabrik kecil pembuatan kue mochi ini. Aku masuk paling terakhir. Di antara kami berempat, hanya Nurda perkerja yang diambil Dage dari agency. Yang lain statusnya sama seperti ku, ilegal. Dage tak pelit, untuk urusan makan kami boleh makan apa saja yang ada di rumahnya sepuasnya.
__ADS_1
Sejak krisis melanda, usaha Dage juga ikut terimbas. bukan lantaran penjualan mochi tidak bagus, Namun mahalnya bahan pokok dan kebutuhan lain yang melambung tinggi. Usaha Dage masih bertahan karena dia sangat ulet dan tetap menjaga usaha ini. Dia telah berjanji pada orangtuanya untuk menjaga usaha peninggalan mereka seperti menjaga nyawanya. Satu-satunya cara untuk bisa bertahan adalah mengambil pekerja yang di bayar murah.
__ADS_1