CERPEN ( CERITA PENDEK) Kisah Buruh Migran Indonesia Di Taiwan

CERPEN ( CERITA PENDEK) Kisah Buruh Migran Indonesia Di Taiwan
DI BALIK SELEMBAR MIMPI PART 1


__ADS_3

Aku selalu heran, ada suara tangis setiap malam setelah aku terlelap. Suara itu begitu jelas seakan-akan berada di pojok kamar atau kadang di bawah tempat tidur ku.


Aku baru bekerja seminggu di rumah ini. Rumah ini adalah rumah sederhana yang di sekeliling nya terdapat sawah menghijau. Di depannya ada danau kecil dan taman yang tak terlalu terawat mungkin karena tak banyak orang yang datang mengunjungi taman ini. Mungkin juga karena tak terlalu banyak penduduk yang tinggal di daerah ini trutama anak-anak muda yang lebih suka tinggal di taipei, Kaoshiung atau Taichung, kota yang lebih ramai di Taiwan. Orang-orang yang tinggal disini rata-rata adalah orangtua. Namun berbeda jika ada hari besar atau hari libur, tempat ini seakan memiliki megnet yang dapat memanggil semua perantau untuk pulang.


Di Taiwan tugasku adalah menjaga sepasang orangtua. seorang kakek yang aku panggil Akong, berumur 76 tahun, dan seorang nenek yang kupanggil Ama, sudah berumur 69 tahun. Secara fisik mereka masih sehat, hanya mata Ama agak kabur dan telinga Aking kurang tajam untuk mendengar. Jadi kalau bicara dengan Akong harus dengan suara keras seperti orang berteriak.

__ADS_1


Sepasang orang tua ini sangat baik. Hampir setiap tengah malam Ama bangun untuk memastikan apakah aku sudah tertidur dah membetulkan letak selimutku. apalagi aku bari datang ke Taiwan di akhir musim dingin. Ama berkata, " kamu baru saja tinggal dsini, tubuhmu masih dalam penyesuaian dengan cuaca. kalau tak tidur awal dan memakai selimut, bisa mudah terserang penyakit. Apalagi sebntar lagi akan memasuki musim semi, otomatis cuaca sering tak stabil. Hari ini panas, besok bisa dingin atau diselingi angin dan hujan. " Ama seakan paham bet dengan cuaca di setiap musim dan bagaimana orang baru seperti aku mesti menjaga kesehatan supaya tidak tumbang oleh cuaca.


***Sedangkan Akong, setiap anak atau cucunya mau pulang ke rumah ini, selalu sibuk memesan makanan untukku. Kadang aku geli sendiri melihat tingkah kedua orang tua ini. Aku yang menjaga mereka atau mereka yang mejaga aku.


__ADS_1



Anak, menantu dan cucu Aking ada di ibukota Taiwan, Taipei. Taipei merupakan kota terbesar dan terpadat di Taiwan. beriklim subtropis dengan suhu rata-rata 20°C sepanjang tahun suhu terendah pada musim dingin dapat mencapai 6°C, Sedangkan pada musim panas bisa mencapai 34°C, Aku pernah beberapa kali di ajak kesana. Dalam hatiku, " Ah andai saja Akong dan Ama mau tinggal di Taipei mungkin akan lebih menyenangkan. setidaknya kelak kalau aku pulang ke Indonesia, bisa kuceritakan bagaimana keindahan dan segala keistimewaan Taiwan kepada orang di rumah. Bukan tempat seperti di mana kini aku tinggal, ei tengah-tengah sawah yang menghijau yang lebih mirip kampung kalau di negeriku. "


__ADS_1


Sering Akong dan Ama diajak anak-anaknya untuk tinggal bersama mereka di Taipei, tinggal di sebuah apartemen yang cukup mewah dan luas. Namun mereka bersikeras untuk tetap tinggal di daerah terpencil ini. Ya, di tempat ini hati mereka sudah berakar. Dan sekarang, di tempat ini pula Mimpi-mimpiku akan masa depan mulai bertunas***.


__ADS_2