CERPEN ( CERITA PENDEK) Kisah Buruh Migran Indonesia Di Taiwan

CERPEN ( CERITA PENDEK) Kisah Buruh Migran Indonesia Di Taiwan
PILIHAN PART 1


__ADS_3

***Apakah hidup ini memberi pilihan? Ada yang mengatakan iya, ada pula yang bilang tidak. Menjadi BMI ke luar negeri adalah sebuah pilihan yang secara terpaksa di pilih Ketika di tanah air tak ada pilihan yang lebih baik. Disadari atau tidak, segala resiko yang lebih besar berturut-turut menyertainya. selain Dana, waktu dan pula kenyataan yang tak bisa di bayangkan.


Bahkan ada yang sebelum kontrak selesai, jasad tak bernyawa dalam peti yang pulang Ada pula yang sudah bertahun-tahun pergi, keluarganya tak mengetahui lagi jejaknya. bahkan ada juga yang pulang beserta anak tanpa diketahui siapa bapaknya, pulang dalam Kondisi cacat akibat kecelakaan kerja atau.... banyak lagi kenyataan pahit lain yang mungkin bisa saja terjadi.


Bukan karena tak hati-hati, Namun ada kalanya musibah datang hanya sepersekian detik karena lengah atau lelah. Selain itu, tanpa penguasaan bahasa yang baik, perkerjaan yang tidak sesuai dengan surat perjanjian kerja, serta kesiapan mental dan kemampuan BMI bisa menjadi awal yang tidak baik sebagai pekerja Namun mereka ibarat pemain yang di kontrol oleh agency. Sering kali mereka tak bisa berontak karena telah dililit aturan tidak jelas. Terlebih banyak yang takut bersuara atau protes karena bisa langsung dj pulangkan.

__ADS_1


Sesungguhnya BMI adalah pejuang-pejuang tangguh. Mereka bukab saja pahlawan devisa namun mereka adalah pahlawan yang tak mengenal kata menyerah dan kalah. mereka dengan segenggam harapan ingin membangun masa depan yang lebih baik dengan hasil keringatnya sendiri.


*******


Janur kuning di depan rumah belum kering. Acara pernikahan baru saja lewat dia minggu. Ya, aku terpaksa menikah dengan laki-laki pilihan orang tuaku. Usiaku baru 25 tahun, bamun dianggap sudah tua bagi orang di kampungku. karena malu dengan cibiran tetangga, orangtuaku menikahkan dengan mas sabri, lelaki genit yang sudah beristri namun memiliki pengaruh besar di kampung.

__ADS_1


Kebaikannya itu yang membuat hatiku seperti dirajam rasa bersalah. Kak anis sangat perhatian padaku sejak aku masik ke rumah dua tingkat yang berwarna kuning gading dan berhalaman luas. Kak anis memang mampu meciptakan segala sesuatu menjadi indah. bukan saja dia selalu berdandan rapi dan berpakaian modis, bahkan segala sesuatu yang ada di dalam rumah, semua adalah sentuhan tangan dan perasaan nya yang bisa di katakan bernilai seni.



Di sudut ruang tamu selalu terangkai bunga segar. Ruang yang bukan saja memberikan kenyamanan namun membuat siapa saja akan betah berada di tempat ini. Aku jadi tak habis pikir, kenapa mas sabri ingin menikahi ku padahal istrinya lebih cantik, alim, dan santun bahkan disebut seorang perempuan idaman Aku sebagai perempuan saja mengagumi segala kelebihan nya, apalagi laki-laki.

__ADS_1


Setelah seminggu aku di rumah ini baru aku mengetahui mengapa kak anis mengijinkan suaminya menikah lagi. Itu karena kak anis tak sanggup meladeni kegilaan suaminya dalam urusan ranjang. begitu pula yang aku alami setelah menjadi istri muda nya. karena tidak tahan menghadapi kegilaan mas sabri di ranjang aku meminta izin padanya untuk merantau***.


__ADS_2