CERPEN ( CERITA PENDEK) Kisah Buruh Migran Indonesia Di Taiwan

CERPEN ( CERITA PENDEK) Kisah Buruh Migran Indonesia Di Taiwan
DI BALIK SELEMBAR MIMPI PART 3


__ADS_3

" ***Tabloid ini biasa di baca oleh Tiya waktu masih disini, " Laupan menyebut nama BMI yang sebelumnya menjaga Akong dan Ama.


" Xie Xie ni, Laupan, " ujarku senang.


Setelah mereka pulang, segera kubuka plastik bening yang membungkus tabloid itu. Tiba-tiba mataku terbelalak saat melihat judul di cover tabloid itu***.


" ***BMI MELARIKAN DIRI, TERTANGKAP MASALAH "


membaca judulnya sudah membuat ku penasaran cepat-cepat kucari dan kubaca artikel itu***.


Seorang BMI bernama cenya melahirkan anak dalam pelariannya. masalah ini bermula ketika cenya lari dari rumah majikannya dan kenalannya dengan sesama BMI pelarian di chiayi. Dari sinilah untuk pertama kalinya cenya mendapatkan masalah. Berawal ketika dia mengenal seorang pemuda Thailand yang kos dengan pemilik rumah kontakan nya. pemuda itu terlihat baik, Membuat cenya jatuh cinta padanya. Mereka pun terlibat asmara dan sering pergi bersama. Kejadia malang menimpa ketika Cenya merayakan ualng tahun nya di sebuah restoran Indonesia bersama lelaki Thailand itu. Setelah makan, mereka menyanyi dan minum bir di sebuah tempat karoke. Ternyata, di dalam bir itu telah di bubuhi obat tidur


di bawah pengaruh obat, Cenya tak sadarkan diri dan lelaki Thailand itu leluasa menggagahi Cenya. Ketika pagi, cenya tersadar dan terkejut mendapati tubuhnya bugil di sebuah kamar hotel murahan. Cenya berusaha mengingat apa yang terjadi, tapi dia hanya ingat dia makan di restoran lalu pergi kr karoke bersama kekasih nya. Selebihnya Cenya tak ingat.

__ADS_1


Cenya menangis histeris, lalu mengambil ponsel untuk menelpon kekasihnya. Tapi nomor itu tak bisa di hubungi. Cenya berusaha mencari jejak lelaki Thailand itu, tapi tetap tak bisa menemukan nya. Dia hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang malang. Menyesali diri mengapa dia kabur hanya karena tidak tahan dengan segala perkerjaan Dan kecerewan majikannya yang sudah pikun. Majikannya bukan saja cerewet tapi juga sering menuduhnya mencuri uang. Padahal uang itu disimpan di sakunya sendiri. Kejadian itu sudah beberapa kali terjadi sampai akhirnya Cenya memutuskan untuk melarikan diri. Begitulah nasib Cenya, lepas dari mulut singa, masuk ke mulut buaya. Sungguh tragiss...!



" ***Niniii! " Panggilan Ama mengejutkan ku. Aku bergegas melipat tabloid yang belum selesai kubaca dan segera menuju Ama. Ternyata Ama memanggilku untuk menikmati bakpau yang sudah di hangatkan.



"Ama, Xie Xie ni ( Ama, Terima kasih.), " ujarku terharu. Sambil makan bakpau kau berpikir entah berapa banyak bayi-bayi dari perut BMI yang terpaksa lahir atau bahkan terpaksa dibuang karena sebagian memang terjadi karena kenakalan mereka, Namun sebagian lagi terjadu karena mereka adalah korban. Ingatanku kembali tertuju pada bocah kecil dalam mimipiku. Apakah dia korban yang terpaksa lahir saat masih berupa gumpalan darah?



__ADS_1


Malam telah larut, setelah membolak-balikan badan beberapa lama, akhirnya aku tertidur. Aku seakan berafa di sebuah taman. Di depan air meluncur mangalir dan di sekeliling ku bunga-bunga bermekaran. Suara burung burung di dahan kayu saling bersahutan. Sebuah harmoni alam yang damai. Lalu kulihat bocah itu muncul di antara kerumunan bunga- bunga. Dia mengenakan gaun putih yang cantik. Dan kini di sepasang bahunya ada sayap. Lalu dia terbang dan terbang tinggi menembus awan dengan senyu. kedamaian. Tiba-tiba aku terbangun dari mimpiku.



" Adik kecil, semoga kau tenang di sana. Jadilah malaikat di ruang kedamaian abadi. " ujarku seraya tersenyum.


" Li.... aku pamit. selamat tinggal li." sebuah suara mengagetkan ku. kulihat di sekitar ku tak ada siapa-siapa, namun telinga ku jelas sekali mendengar suara itu.


" Selamat jalan, adik kecil! Berumalah di rumah kebahagiaan, " ujarku. Aku yakin dia bisa melihat dan mendengarkan ku.



Sejak malam aku tak lagi di hantui Mimpi-mimpi tentang bocah perempuan malang itu. " Semoga dia damai di sana dan tak ada lagi kejadian seperti ini di tanah Formosa, " kataku lalu kembali melanjutkan tidur ku....

__ADS_1



BERSAMBUNG***...!


__ADS_2