
Dage sejak kecil telah terlibat dalam usaha pembuatan mochi. Sejak dini dia telah dipersiapkan orangtuanya menjadi penerus, Sehingga dia tak pernah berkerja pada orang lain, Apalagi merantau. Bisa dibilang, Membuat mochi adalah satu-satunya perkerjaan yang dikuasai.
Awalnya aku sempat bingung apa itu mochi saat Sabita dan Angani menjelaskan bahwa mereka berkerja di pabrik kecil yang membuat mochi. Angani menjelaskan, " Mochi adalah kue yang terbuat dari beras ketan yang ditumbuk menjadi pasta lalu dibuat menjadi berbagai bentuk. Bentuk umumnya bulat, Namun ada juga persegi empat dan bentuk lainnya. Di tangan Dage, bisa dibentuk menjadi seperti bunga sakura, bulan purnama, segala bentuk yang unik dengan rasa yang berbeda, Kue mochi adalah makanan tradisional jepang yang biasanya di konsumsi saat tahun baru dan biasanya hanya dijual dan dimakan selama masa itu. Kue mochi juga merupakan makanan cemilan terkenal di Taiwan. "
Selama tinggal bersama Sabita dan Angani aku tak terlalu mencampuri urusan pribadi mereka. Aku hanya ingin berkerja keras, mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. kelak jika sudah terkumpul, aku akan melaporkan diri ke kantor polisi dsn pulang ke Indonesia. Aku akan membuka usaha kecil-kecilan dari uang yang kudapatkan dari sini. mimpi kecil yang kubangun di atas kecemasan karena keberadaan ku yang tanpa Identitas. Setiap saat, aku bisa saja di tangkap polisi.
Setelah lama mengenal Sabita dan Angani, perlahan-lahan tirai masa lalu mereka mulai terkuak. Sejak kecil Sabita hidup bersama abang dan ibunya. Abangnya yang menyekolahkan nya sampai SMA. Sabita tumbuh menjadi gadis yang cantik, kulitnya kuning langsat, matanya bulat besar dengan bulu mata yang lentik, dan tubuh proposional. Banyak pria yang ingin menjadi kekasih nya, Namun tak satu pun yang berani karena takut pada abangnya. penjagaan abangnya begitu ketat.
__ADS_1
Tak disangka-sangka, pada suatu malam saat hujan deras mengguyur bumi, sabita diperkosa oleh abangnya sendiri. Ah, terlalu mahal harga yang harus dibayar Sabita untuk kebaikan abangnya selama ini. Sabita menyembunyikan semua rahasia ini dari ibunya. Abangnya adalah anak kebanggaan ibu dan juga tulang punggung keluarganya. Namun, peristiwa itu sangat menghancurkan hidup Sabita. Karena tak tahan akhirnya Sabita memilih bekerja ke Hong kong.
Selama bekerja di Hong Kong, Sabita tak mendapatkan apa-apa. Seluruh uangnya dia habiskan untuk hura-hura. Sabita berusaha mengulang masa-masa remajanya yang hilang dan Hong Kong menyediakan semuanya. Kebebasan yang di peroleh saat hari libur menjadi pintu yang mengajak jiwanya yang semula tertekan menjadi bergerak liar dan tenggelam dalam kehidupan diskotek dan rokok. Masa lalu adalah sepotong kehidupan yang harus dia lupakan. dan ingin menenggelamkan trauma nya. Setelah masa kontrak selesai, dia baru menyadari bahwa Hong Kong terlalu bebas bagi dirinya. Dia ingin kembali bekerja dan mendapatkan uang untuk masa depannya, Apalagi setelah dia melihat beberapa Teman-teman nya yang berhasil. akhirnya dia memilih bekerja di Taiwan setelah masa kontrak nya di Hong Kong habis.
Begitu pula yang terjadi pada Angani. Dia dihianati laki-laki yang dicintainya setelah keperawanannya dia serahkan. Sakit hatinya semakin bertambah ketika ayah dan ibunya bercerai. Sebuah pertanyaan yang tak pernah dia dapatkan Jawabanya adalah, " Mengapa demi aku, mereka tak ada yang mau mengalah? "
Sabita dan Angani yang sama-sama pernah kecewa dengan laki-laki, akhirnya memilih saling menjaga. Pada awalnya mereka hanya bersahabat biasa, Namun kebersamaan dan perhatian yang tak biasa mereka bendung akhirnya berubah menjadi rasa cinta. Mereka dengan cara yang tidak biasa di terima oleh orang lain perlahan-lahan membangun kembali hati yang luluh lantak dengan cara mereka sendiri.
__ADS_1
Aku hanya bisa diam, mendengarkan dan menyaksikan semua kisah mereka. aku juga tak ingin berkomentar apa pun, tapi mulai memahami memahami mengapa mereka sampai biaa seperti itu. Bagiku siapa pun mereka, tetaplah manusia yang memiliki hati. Keadaanlah yang membuat mereka seperti itu. Andai mereka tumbuh di keluarga yang penuh kasih, iman yang kuat dan pendidikan yang baik, mungkin saja keadaan mereka tak seperti sekarang.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Kue mochi mungil yang hampir masuk ke mulut, dengan reflek aku urungkan. Aku tarik dan kubagi menjadi tiga bagian. bagian pertama ku sodorkan ke mulut Sabita, bagian kedua ku sodorkan ke mulut Angani dan sisanya ku makan sendiri. Kue mochi telah mengajarkan ku arti kebersamaan. Satu orang menumbuk, saty membolak-balik supaya lengket. Manusia bisa belajar dari mochi, sekalipun di tumbuk kenyataan dan harus melewati banyak kejadian, akhirnya bisa mendapatkan kehidupan yang berkualitas. Menurut Dage, mochi juga di percaya sebagai lambang dari hati manusia yang terbagi dalam dua bagian, yaitu baik dan buruk.
Aku hanya berharap mereka tahu, selamanya aku akan menjadi sabahat mereka, sekalipun semua orang kelak menjaug setelah tahu siapa mereka sebenarnya. Terlebih dalam setiap doaku, tak pernah lupa aku meminta kepada-nya untuk selalu mengirimkan cahaya terbaik sebagai penuntun mereka menuju masa depan, sampai kelak Tuhan sendiri yang akan menuntun mereka ke jalan-Nya.
__ADS_1