
Namaku Lautin, sudah setahun bekerja di Taiwan. Aku bekerja di sebuah keluarga bermaga hung, keluarga apek hung. majikanku biasa memanggilku titin, karena menurutku mereka namaku sulit di hafalkan. bagiku tak masalah mereka memanggilku apa pun karena sejak kecilpun sebenarnya aku sempat protes dengan namaku ini. menurut teman temanku, namaku aneh bin ajaib
Namun bagi ibuku, namaku memiliki arti. ayah dari ibu adalah seorang prlaut sejati yang meninggal di laut saat tsunami tiba-tiba meluap dan menenggelamkan kapal mereka jadilah aku di beri nama Lautin, yang diambil dari kata laut.
...Aku bertugas menjaga seorang nenek( mama dari Apek Hung) yang dua tahun lalu terserang stroke. majikanku di Taiwan ini pernah bertahun-tahun tinggal dan berbisnis di arab. mereka memahami ajaran Islam jauh lebih dalam dariku. karena itulah aku di perbolehkan menjalankan sholat dan pyasa, serta tidak di paksa makan daging babi. aku merasa Bersyukur dan berterimakasih pada allah bisa mendapatkan majikan seperti mereka....
Namun, semua rasa syukur ku berubah setelah aku terserang penyakit maag kritis dan garus di opname selama seminggu. pihak agency ingin memulangkan ku kembali ke indonesia, meski sudah ku jelaskan bahwa aku sudah sehat bisa bekerja kembali seperti semula. majikanku pun masih mau memperkerjakan ku karena menurut mereka aku cukup telaten mengurus mama mereka. sat aku datang, nenek yang kupanggil Ama tidak bisa berjalan pelan-pelan sambil ku tuntun. Anehnya, pihak agency tetap bersikeras ingin memulangkan ku, apalagi setelah mereka mengetahui aku ada gejala batu ginjal. mungkin mereka tak ingin mengambil resiko dengan penyakit ku. bukan saja bisa, merugikan mereka tapi kelak akan membuat mereka disibukkan dengan berbagai urusan. Aku sudah berusaha keadaan ku, berharap mereka memiliki solusi untuk masalahku, tapi jawaban yang kuterima selalu " Lagi diproses, Mbak. "
__ADS_1
Aku bukan tak sabar menunggu, Namun keadaan yang membuatku tak bisa terlalu lama menunggu. agency sudah memaksa ku untuk menandatangani sebuah surat berbahasa Mandarin yang aku yakinin itu adalah surat pernyataan bahwa kepulangan ku ke Indonesia adalah atas keinginan ku sendiri.
Akhirnya, Aku memilih kabur dari rumah majikanku, aku tak ingin di pulangkan sebelum aku sukses. Aku masih punya hutang untuk biaya ke Taiwan. tak mungkin aku pulang ke Indonesia dengan tak membawa apa pun. Aku kabur dari runah Apek Hung, berjalan dan terus berjalan tak tahu harus kemana. sampai tapak kakiku lecet betis sampai tumit sudah meradang. Aku sudah tak kuat lagi berjalan. Entah sudah berapa lama aku melangkah sampai akhirnya aku tiba di sebuah taman. tak percaya rasanya ketika telinga mendengar seseorang berbicara dalam bahasa yang aku kenal. Aku akhirnya memberanikan diri mendekati sumber suara itu, ada dua orang perempuan yang sedang mengobrol.
" Maaf ta Mbak, Mbak.... orang Indonesia, Ya? " sapaku ramah.
" Ganggu orang aja! " dengus perempuan satunya yang mengenakan rok mini dan T-shirt putih bernama Angani.
__ADS_1
" Maaf mengganggu, Mbak. saya baru kabur dari rumah majikan. mau tanya, apa ada rumah kos murah dekat sini? " jelas ku memberanikan diri sambil menghilangkan getar karena lapar dan lelah.
" Tolonglah Mbak, sata benar-benar nggak punya teman di sini. " ujarku memelas.
Mereka berdua saling berpandangan dan mengamati ku. setelah mereka yakin bahwa aku benar-benar memerlukan tempat, mereka mengajakku ke tempat kos mereka. aku baru tahu ternyata mereka pun lari dari majikan dan mereka sekarang adalah BMI ilegal. kamar kos mereka bukan saja berantakan, tapi juga kotor.
Akan tetapi , karena tak ada tempat lain yang bisa kutuju, mau tak mau aku harus tinggal disitu. pelan pelab ku bersihkan dan Kurapikan barang- barang yang memenuhi ruangan. aku cuci pakaian- pakaian mereka yang di lemparkan seenat di atas kursi, di tempat tidur, bahkan di gantung di pintu kamar mandi. Aku jemur, lipat dan susun di lemari kayu yang ada di kamar. aku juga memasak untuk merekr. aku rela melakukan semuanya asal aku di perbolehkan tinggal di situ juga sebagai balas jasa atas kebaikan mereka mau menampung ku. setelah seminggu berlalu, Sabita dan Angani jauh lebih bersahabat.
__ADS_1