Cewek Ice Cube

Cewek Ice Cube
Draft


__ADS_3

Setelah motor yang diberi nama Black Survivor itu keluar dari kampus tempat keduanya menimba ilmu dengan kecepatan sedang, sekitar 15 menit perjalanan Zain baru memulai obrolan dengan Al.


"My Jade, kenapa gak memperbolehkan siapapun memegang atau memakai motor ini?" tanya Zain.


"Motor ini peninggalan juga kenang-kenangan dari almarhumah mama ku kak, hanya aku dan mang Soma montir sekaligus satpam di rumah yang menemaniku mengurus dan memodifikasi si Black sejak mama tiada sampai aku menggunakannya" jawab Al.


"Maafkan kakak yang saat itu tidak bisa berada di dekatmu menjadi sandaranmu, namun sekarang kakak ada dan ga akan membiarkan my Jade bersedih lagi" dengan nada penyesalan yang terasa dari suara Zain.


"Aku sangat mengerti kondisi nya kak. Sudahlah gak usah terus menerus minta maaf, kakak juga gak punya kewajiban untuk berada terus di dekatku. Kakak memiliki keluarga dan tanggung jawab sendiri" ucap Al dengan nada getir.


Zain yang terkejut dengan apa yang Al ucapkan juga nada suara yang terasa bagi Zain seperti menusuk di hati nya membuat Zain mengerem motor dengan tiba-tiba. Pengereman yang tiba-tiba itu membuat Al yang tanpa persiapan terkejut dan hal yang diinginkan pun terjadi, badan Al menubruk punggung Zain. Auto tubuh bagian depan Al menubruk sempurna ke punggung Zain mulai dari kening atau kepalanya yang terbentur bawah pundak Zain, juga kedua benda empuk yang menonjol milik Al tertekan di punggung Zain yang membuat kedua nya malah jadi kikuk.


Tak dapat dipungkiri hal tersebut merupakan rezeki nomplok bagi Zain yang membuat hatinya berdesir dan jantungnya berdetak lebih cepat.Al yang kesal karna Zain yang melakukan itu tiba-tiba entah dengan tujuan apa, lalu cemberut dan mengomel.


"Kakak apa-apaan sih kenapa sih ngerem mendadak gitu kan bahaya?" omel Al.


"Maaf..." jawab Zain kemudian melanjutkan perjalanan mereka.


Sepuluh menit mereka berdua dalam kesunyian tanpa obrolan sedikitpun,hingga mereka tiba di tempat yang dituju.


Setelah memarkirkan motor dengan baik, mereka berjalan beriringan, tepatnya Zain menggenggam tangan Al. Zain membawa Al ke suatu tempat yang mereka tuju yang ternyata sebuat taman tidak jauh dari sekitar rumah Al juga Devi yang cukup berdekatan.

__ADS_1


Keduanya duduk di sebuah tempat duduk panjang di taman tersebut. Mereka terdiam untuk beberapa saat, kemudian Zain mulai berjalan ke hadapan Al yang masih tetap dalam posisi duduknya dan berjongkok di depan Al sembari meraih kedua tangan Al.


"Dengar kan kakak My Jade, tau gak kenapa kakak tadi mengerem mendadak?" tanya Zain sambil memandang lekat wajah cantik yang menjadi ratu di hati nya.


Al hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara, Al tidak berani memandang Zain. Al mengira Zain marah karna dia sedikit membentak Zain dengan kejadian tadi.


" Kakak, kaget dan jujur rasanya sakit mendengar Al bilang kalo kakak ga punya kewajiban untuk terus berada di dekat Al. Apa Al ga akan memberikan hak untuk kakak berada dekat, menjaga dan menjadi segalanya buat Al. Apa Al gak menginginkan kakak menjadi sandaran di saat Al terjatuh atau terpuruk? Karna kakak sangat menginginkan semua itu seperti janji yang kakak ucapkan sewaktu kita kecil"ucap Zain memberondong Al dengan semua pertanyaan&ungkapan dari hatinya.


Al tertegun mendengarkan semua pertanyaan juga ungkapan perasaan yang Zain utarakan. Al tidak menyangka jika Zain selalu memegang teguh janji mereka sewaktu kecil itu,walau Al tidak oernah membiarkan lelaki mana pun untuk masuk le dalam hatinya, hanya Zain lah pangeran semasa kecilnya yang akan selalu meraja di hati Al.


"Kak...Al..."ucap Al yang bingung harus mengatakan apa. Karna sebenarnya jawaban nya itu adalah betapa dia sangat menginginkan, mengharapkan bisa mendengar seluruh pertanyaan dan ungkapan Zain ini selama bertahun-tahun.


Al berusaha menenangkan diri dengan menghembuskan nafas berat memulai lagi ucapan nya yang tertunda.


"Sejujurnya, Al selalu berharap, memimpikan ingin mendengar kata-kata kakak ini. Karna bagi Al hanya kakak dan janji kakak itulah yang membuat Al bisa bertahan di saat kehilangan mama, kemudian kedatangan wanita yang sungguh membuat hidup Al susah dan merasakan sakit yang lebih disaat kepergian kakak juga kehilangan mama untuk selamanya"jawab Al kembali dan tanpa sadar mulai meneteskan air mata.


Air mata kebahagiaan mendapatkan apa yang menjadi impian atau harapannya juga air mata kepedihan karna apa-apa yang dia alami dan rasakan saat papanya menikah lagi.


Kata-kata Al memberikan rasa bahagia bagi Zain karna Al menyambut juga merasakan hal yang sama di hati keduanya sekaligus dibarengi rasa sakit akibat penyesalan karna tidak bisa menemani sang pujaan hati di saat terburuknya. Melihat Al seperti itu Zain pun tidak bisa menahan gejolak perasaannya yang bercampur aduk. Zain menyeka air mata yang menetes dari mata indah sang pujaan hati. Kemudian dengan sepenuh hati Zain memeluk Al secara tiba-tiba, membiarkan sang pujaan hati bersandar di pelukannya, mengeluarkan semua kesakitan dan kepedihannya.


"Maafkan kakak saat itu tidak ada bersamamu. Lepaskanlah, menangislah agar semua beban dalam hati Al menghilang. Setelah ini tidak boleh ada air mata kesedihan yang keluar dari mata indahmu, hanya boleh air mata kebagiaan yang keluar dari matamu" ucap Zain sembari memeluk&menepuk-nepuk lembut pungung Al terkadang mengelus kepalanya.

__ADS_1


Al benar-benar mengeluarkan beban yang selama ini dia rasakan dengan menangis di pelukan cowok yang memberikan rasa yang indah dan harapan yang membuat nya bisa bertahan sampai sekarang.


Dalam tangis Al berbicara kepada Zain.


"Al mohon jangan lah kaka tinggalkan Al lagi, jika kakak akan pergi bawalah Al bersama kakak"ucap Al dengan tetap masih merasa betah dalam pelukan cowok yang menjadi raja di dalam hatinya.


" Kakak berjanji, sama seperti janji kakak sewaktu kita masih kecil bahwa kakak akan kembali dan mengajak Al bersama kakak"ucap Zain masih tetap memeluk Al.


Setelah tangis Al mereda, Zain mengurai pelukannya walau dengan tidak rela Zain melepas kan pelukannya.


"Al ingat tidak dengan tempat ini?"tanya Zain sambil mengedarkan pandangan ke sekitar yang dikuti Al.


Sesaat kemudian Al menutup mulutnya karna terkejut, ternyata tempat ini adalah tempat yang sama saat Zain mengucapkan janji nya kepada Al bertahun-tahun lalu. Al pun mengangguk tanda bahwa dia masih mengingat semuanya.


"Kakak sangat bahagia, ternyata hati kita tetap satu bahkan jarak dan waktu sudah memisahkan kita. Mulai hari ini kita bersama menghadapi semuanya" ucap Zain sembari terus menggenggam kedua tangan Al.


Sekian dulu ya guys, nanti dilanjut karna rasanya udah ga kuat lagi mataku ini untuk terbuka.


Maaf ya telat up karna ada sedikit kesibukan, mudah-mudahan bisa up lagi hari ini.


Makasih semuanya, love you all sekebon.

__ADS_1


__ADS_2