
Mendengar apa yang Erik ucapkan, membuat Devi bingung dan berpikir keras apa yang dimaksud oleh Erik.
"Udah ga usah dipikirin sekarang, nanti aja lah. Lebih baik kita masuk kelas yuk Dev?" ajak Ai.
Devi mengangguk kemudian memasangkan kembali kaos kaki dan sepatu Ai. Al lalu memapah sepupunya menuju kelas mereka,Erik yang menawarkan bantuan pun ditolak Al yang membuat ketiga cowok tersebut berjalan dibelakang ketiga cewek ini menjejeri langkah mereka yang menuju kelasnya.
Setelah sampai di depan ruangan kelas tempat mereka kuliah di jam pertama ini, Zain menghentikan ketiga cewek itu dan menyuruh Devi mengambil alih memapah Ai.
"Dik,papah Ai ke dalem abang masih ada yang harus di omongin sama Al" perintah Zain yang langsung dituruti Devi tanpa ada drama seperti biasanya karna kelas akan segera dimulai.
Terlihat sang dosen ganteng sedang berjalan menuju ke kelas yang akan dia isi di mata kuliah jam pertama ini. Vindra melihat ketiga cewek tercantik dan terpintar di kelasnya itu di dampingi 3 cowok yang salah satu dari cowok tersebut adalah sepupu nya, membuat dia penasaran.
Ketiga pasang cewek dan cowok itu memasuki kelas semua karna ada yang harus disampaikan masing-masing dari mereka.
Dandi yang menyerahkan plastik makanan dan minuman yang tadi dia beli untuk ketiga cewek tersebut agar mereka tidak perlu kemana-mana kalo sedikit lapar atau pun haus.
"Dev, kakak tadi beli makanan dan minuman sedikit supaya nanti kalian gak perlu kemana-mana kalo laper dan haus. Cuma kakak gak tau kalian suka atau gak sama yang kakak belikan" ucap Dandi.
"Wuih makasih banyak kak Ndi, so sweet banget inget sama kita sejauh ini kepikiran aku aja ga mikir kesana" ucap Devi mengerlingkan mata.
Lah, makin panas dingin dan cenat-cenut tuh hati dan jantungnya Dandi digituin sama Devi.
Dandi menyerah kan plastik yang berisi makanan dan minuman sama Devi, Erik menghampiri mereka untuk bilang sesuatu sama Ai.
"Ai, nanti kalo udah beres semua mata kuliah hari ini kontak kakak atau kakak yang telpon Ai aja.Jangan kemana-mana dulu kalo kakak belum kesini, coba pinjam hp nya" ucap Erik.
Ai yang males berdebat karna mata kuliah akan segera di mulai langsung memberikan hp nya sama Erik. Erik mengetikkan no nya di hp Ai dan menelpon no nya sendiri untuk mendapatkan no Ai. Setelah selesai, dia pun berlalu sambil mengangguk, dan bersiap keluar kelas tersebut.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan, Zain yang menghampiri Al membisikkan sesuatu yang di respon dengan anggukan kepala sama Al.
Ketiga cowok dan cewek tersebut berkumpul bersama di satu tempat itu, jadi semua di kelas gak ada yang tau siapa dengan siapa diantara ketiganya.
Semua di kelas itu hanya bisa menganga dan terkejut kedatangan 3 most wanted guys di kelas mereka dan mengerubungi 3 most wanted girls di kelas mereka.
Ketiga cowok tersebut berlalu menuju keluar dari kelas tersebut dan berpapasan dengan sang dosen ganteng.
"Mau turun tingkat kuliah lagi dari awal nih Rik?" tanya Vindra yang adalah kakak sepupunya Erik, sengaja menggoda sang adik sepupu.
"Males banget kalo dosennya kakak sih mending ga usah kuliah aku. Disini ada calon pacarku, kakak jangan macam-macam ya awas loh" ucap sinis Erik sambil agak mengancam kakak nya itu.
Vindra yang udah terbiasa dengan kesinisan Erik hanya mengulum senyum tanpa bertanya siapa yang adiknya maksud karna kelas harus segera dimulai.
Lain Erik, lain pula Dandi cowok ramah tersebut hanya menganggukkan kepala dan tersenyum kecil dengan dosen tersebut menghormatinya sebagai dosen.
Zain yang ada di posisi paling belakang justru memandang Vindra dengan lekat dan mengeluarkan aura intimidasi nya yang dia tujukan kepada Vindra entah dengan maksud apa.Hanya pandangan tajam, dingin tanpa sepatah kata pun. Mungkin bagi orang biasa perlakuan Zain akan membuat orang tersebut membeku seketika, namun Vindra adalah seorang dosen yang usianya pun lebih dewasa walau hanya terpaut beberapa tahun aja dari ketiganya. Namun tak ayal, hal itu membuat Vindra merasakan hawa dingin menusuk, membuat dia sedikit bergidik ngeri.
Kelas pun dimulai, fokus dan seru seperti sebelumnya membuat waktu selama satu setengah jam berlalu tanpa terasa gak seperti kelas lain yang menurut para mahasiswa dan mahasiswi membosankan.
Setelah selesai pelajaran yang disampaikan Vindra mendekati ketiga gadis mahasiswi favoritnya dikelas karna kepintaran mereka,sementara mahasiswi dan mahasiswa yang lain ada yang keluar dari kelas ada juga yang tetap di kelas.
"Ai, apa kabar papa mu tuan Havier Eka Pratama?" tanya Vindra setelah berada di dekat ketiga gadis itu.
Pertanyaan dosen ganteng tersebut membuat terkejut ketiga gadis tersebut terutama Ai yang pertama kali ditanya.Dan bukannya menjawab Ai malah balik bertanya karna dia kebingungan.
" Dari mana pak Vindra tau nama papaku dan emangnya kalian kenal?" tanya Ai.
__ADS_1
Al mendengar jika dosen muda tersebut mengenal kakak dari almarhumah mamanya mengerutkan alis berpikir siapakah dosen ini.
"Ga kenal juga tapi mama ku yang mengenal papa mu, mereka berdua bersahabat sejak kecil dan berpisah saat mamaku menikah dan ikut papa ku. Coba nanti tanya papa mu, apakah masih mengingat nama Syahira Rajendra"ucap Vindra.
Melihat ketiga gadis itu hanya terbengong, Vindra pun bertanya ke Al.
"Kalo mama mu tante Amira gimana kabarnya Al?" tanya Vindra kemudian yang hanya berpura-pura tidak tahu soal mama Al karna dia perlu berbasa-basi dengan ketiga nya.
Mendengar nama sang mama disebut membuat Al teringat, bukannya menjawab dia hanya menunduk.Melihat Al dan Ai yang terkejut sampe untuk menjawab pun bingung terutama Al yang jadi teringat sang mama yang telah tiada, membuat Devi mewakili kedua nya untuk menjawab pertanyaan Vindra.
"Maaf pa, biar aku yang wakilin keduanya menjawab pertanyaan bapak" ucap Devi sambil menghela nafas terlebih dahulu.
"Dunia itu ternyata emang cukup sempit ya. Om Havier baik-baik aja kok, kalo soal tante Amira beliau udah meninggal kecelakan sekitar 9 tahun lalu" jawab Devi.
"Astaghfirullah, innalillaahi wa inna ilaihi rajiuun, maafin bapak ya yang gak tau. Duuuhhh jadi gak enak, mama harus tau ini" ucap Vindra.
"Gak papa kok kan Pa Vindra gak tau. Cuma Al masih belum bisa melupakan kecelakaan yang terjadi yang menyebabkan mamanya meninggal karna Al pun turut mengalaminya namun Al bisa selamat berkat sang mama"jelas Devi yang menangkap sepertinya mama sang dosen itu cukup dekat dengan orang tua kedua sahabatnya tersebut.
"Jika pa Vindra ingin tau gimana nya bisa menanyakan sama om Havier" ucap Devi kembali.
"Baik, kebetulan sore atau malam ini aku dan mama sudah berencana untuk mengunjungi om Havier. Kuharap kalian bertiga pun ada disana agar kalian tau gimana dekatnya mamaku dengan orang tua kalian, juga disana nanti jangan panggil bapak loh ya, panggil kakak aja"ucap Vindra lagi sambil tersenyum.
"Ya udah, aku harus mengisi mata kuliah di kelas lain. Jangan lupa ya malam ini kalian berkumpul di rumah Ai" ucap Vindra kemudian berlalu setelah berpamitan kepada ketiganya.
Nah,mamanya Vindra udah mulai muncul deh. Siapakah cewek yang ingin dijodohkan oleh mamanya Vindra ya? 🤔🤔🤔🤔
Tetap setia menunggu kelanjutannya ya gaiiiisss... ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Jangan lupa seperti biasa ya dukung terus supaya bisa naik kontrak ya semua nya....
Thanks banget buat semua...