
Kedua laki-laki tampan dan gagah yang notabene adalah calon mertua dan menantu masa depan tersebut, asik mengobrol sambil tertawa sampai kedatanga nyonya Aletha menghentikan obrolan keduanya.
"Udah dulu ngobrolnya, nanti dilanjut. Sana papa mandi dulu nanti Syahira keburu datang kan katanya sekitar jam 7 atau setengah 8. Kan ga etis papa menyambut sahabat lama kita yang spesial itu dengan penampilan papa yang pulang kerja dan bau acem" ucap nyonya Aletha sambil terkekeh.
"Wah, masa sih papa bau acem? Sini peluk papa biar mama yakin kalo papa masih wangi walau seharian beraktivitas pun" ucap tuan Havier sambil memeluk sang istri.
"Iiiihh papa, apa ga malu sama calon menantu tuh?" tanya nyonya Aletha sambil pipinya memerah karna merasa malu dipeluk dengan mesra oleh sang suami dihadapan orang lain selain kedua anak mereka.
"Ngapain malu, justru papa mengajari Erik supaya tetap bisa bersikap romantis terhadap putri kita dimana dan walau bagaimana pun kondisinya harus mesra terus, ga akan luntur oleh waktu dan tempat" jawab tuan Havier sambil terkekeh dan berjalan menuju kamar nya diatas.
Satu jam berikutnya terdengar ada seorang pelayan memberitahukan jika tamu yang tuan dan nyonya nya tunggu sudah tiba. Kebetulan tuan Havier sekeluarga bersama Erik pun sudah berada di ruang tengah. Tamu tersebut diantar ke ruang tengah tersebut oleh pelayan yang tadi memberitahukan kedatangan tamu tadi.
Syahira Rajendra Khan beserta sang putra Vindra Ali Khan datang berkunjung ke rumah sahabat semasa muda nya yaitu Havier dan Aletha.
"Hai Syahira sayang kangen banget iiihhh, tega ya ninggalin kita berdua begitu lama" ucap nyonya Aletha sambil memeluk sahabatnya tersebut.
Tuan Havier pun mendekati kedua wanita yang sudah tak muda lagi itu namun masih sangat cantik dan memeluk keduanya seperti dulu yang sering mereka lakukan. Ketiganya memang bersahabat sejak masih sekolah dasar, seiring waktu mereka terpaksa berpisah terutama Syahira yang mengejar karirnya di luar negeri dan baru sekarang dia kembali.
"Ya udah, duduk yuk sambil mengobrol sekalian aku kenalkan pada kedua anakku" ucap nyonya Aletha kembali sembari menggandeng sahabatnya tersebut untuk duduk.
"Loh Erik, kok kamu bisa ada disini,gimana bisa kenal sama Havier?" tanya Syahira yang notabene adalah sang tante, kakak dari mama nya.
__ADS_1
"Halo tante, ini kebetulan aja lagi maen ke rumah calon mertua ku tante sekalian diajakin makan malem dan aku juga baru tau kalo tamu yang ditunggu om Havier itu tante" jawab Erik sambil tersenyum juga menggaruk kepala nya yang gak gatal karna agak takut dengan respon Ai tentang perkataan nya.
Ai yang semula akan protes melihat kode dari sang papa, membuatnya mengurungkan aksi protesnya.Tante Syahira yang mendengar itu pun terkejut dan merasakan kekecewaan karna batal berbesan dengan sahabatnya.
"Mudah-mudahan putrinya Amira belum memiliki calon dan berjodoh dengan putriku" monolog Syahira dalam hatinya.
"Kenalin ini putri ku yang sulung namanya Airina Pratama dan yang paling kecil ini Arsen Putra Pratama, bonus karna kukira cuma akan dikasih satu anak aja" ucap Aletha sambil tertawa dengan ucapannya sendiri.
"Wah beruntungnya Tha, aku cuma dikasih satu nih anakku Vindra Ali Khan yang kayanya udah kenal deh sama putrimu karna dia dosen di kampus nya Erik" ucap Syahira.
"Ternyata dunia justru beneran selebar daun kelor ya?" ucap Havier sambil terkekeh ikut berkomentar dengan percakapan kedua wanita cantik ini.
Semua asik mengobrol sampe hampir lupa dengan acara makan malam nya jika salah satu pelayan di rumah itu tidak datang memberitahukan jika makan malam sudah siap.
"Wah, sepertinya harapanku untuk berbesan dengan sahabatku tidak akan tercapai. Tapi Erik pun sama aja anakku juga, jadi kalian tetap akan menjadi besanku" ucap Syahira.
Walau sedikit kecewa namun dia berpikir Erik pun putra adik kandungnya satu-satunya saudara yang dia miliki jadi sama aja.
"Gimana kabarnya Amira adikmu yang cantik itu Vier?" tanya Syahira dengan panggilan sayang ketiganya jika berkumpul.
"Amira sudah ga ada Sya, dia mengalami kecelakaan bersama putri nya saat putri nya masih kecil. Aku merasa itu bukan lah murni kecelakaan, tapi sampai sekarang aku belum bisa membuktikan nya" jawab Havier dengan muka yang kemudian tertunduk mengingat adik satu-satunya meninggal dalam kecelakaan.
__ADS_1
Nyonya Aletha yang melihat sang suami yang kembali bersedih mengusap tangan nya dan menyalurkan kekuatan untuk menghadapi kesedihan itu. Kematian sang adik sangat membuat Havier syok dan hampir terpuruk, cukup lama Havier menenggelamkan dirinya dalam kerja yang hampir pula melupakan sang istri jika tidak di ingatkan oleh Aletha yang berusaha bersabar menghadapi kesedihan sang suami.Mereka pun tertolong dengan kehadiran Arsen yang membuat Havier bisa kembali pada dirinya yang sebenarnya tanpa terus mengingat kesedihan atas kehilangan sang adik yang sangat dia sayangi.
"Aku minta maaf Vier, aku gak ada saat kalian mengalami kondisi seperti itu. Terus putri nya Amira bagaimana?" tanya Syahira.
"Putri Amira kondisi nya lebih parah dari mas Vier loh Sya. Keceriaan, keramahan dan semua yang ada di dirinya menghilang, bahkan keadaan itu ikut menulari putriku yang selalu bersama menemaninya di saat itu" jawab Aletha yang melihat sang suami tidak sanggup untuk bercerita.
"Maksudnya gimana Tha, aku gak ngerti?" tanya Syahira.
"Gadis kecil yang ramah, ceria, manis dan menggemaskan berubah kadi seorang gadis pendiam, dingin, tidak pernah tersenyum bahkan dengan papa nya pun seperti itu. Hanya dengan Ai dan Devi anak itu masih mau berkomunikasi walau sedikit. Hal itu berimbas kepada Ai yang juga hampir sama seperti itu jika diluar kecuali dilingkungan keluarga inti dan jika ketiga gadis itu bersama"jawab Aletha menceritakan bagaimana dampak meninggalnya Amira dengan suara yang juga tiba-tiba serak.
Aletha pun sangat menyayangi adik iparnya, mereka hanya berbeda 3 tahun saja, sementara dengan Havier, Amira berbeda 4 tahun. Pernikahan Aletha dan Amira hanya berselang 2 tahun, namun Amira diberikan rezeki seorang anak dengan ceoat berbeda dengan dirinya yang harus menunggu 2 tahun baru bisa hamil. Makanya Ai dan Al hanya berbeda bulan lahir saja tetapi kedua nya lahir di tahun yang sama.
Mereka mengobrol banyak hal sampai lupa waktu. Perbincangan itu di dominasi oleh para orang tua yang sedang bernostalgia, tetapi 3 anak muda lainnya hanya mendengarkan dan berkomentar ga banyak karna menghargai para orang tua yang melepas kangen mereka.
Syahira dan Vindra begitu pula Erik pulang dari rumah keluarga Havier saat waktu sudah menunjukkan diatas jam 11 malam mendekati tengah malam.
Maaf ya gaaaiiisss lama up nya karna berasa banget down semangatku, mana ada sedikit kesibukan, hehehe.
Jangan lupa ritualnya likom, video&gift nya ya.
Makasih udah sabar menanti, luv you all....
__ADS_1
See ya next up