
Zain yang melihat kejadian yang terjadi pada 2 sahabat juga 2 sahabat sang pujaan hati kemudian mencoba menyadarkan mereka kondisi yang sedang mereka alami.
"Eheeeemmm!! Masih betah ya kalian di posisi itu, ga sengaja atau seneng tuh?" tanya Zain yang melihat posisi sepupunya ada dalam pelukan Dandi.
Zain bukannya membiarkan sepupunya dipeluk-peluk, namun dia sadar kalo itu faktor ketidak sengajaan. Al pun hanya bisa terdiam sedikit terkejut, namun Al justru melihat gimana dengan sepupunya Ai yang berada tidak jauh dengan Erik berada di dekatnya Ai, membuat Al mengerutkan dahi menerka apa ada yang terjadi dengan Ai dan Erik.
"Maaf Dev, kakak ga sengaja ini kecelakaan yang menyenangkan" ucap Dandi meminta maaf sambil memelankan suara nya di bagian akhir agar tidak terdengar Devi.
"mmm gak gak papa kak, ini bukan salah kak Dandi tapi salah nih beruang kutub utara" jawab Devi yang agak salting dengan kejadian barusan.
"Astaga naga kodok tampan kecemplung kolam. Woiii bang, kalo mau ngerem mendadak bilang-bilang napa, ampir aja aku nabrak kalian loh, bahkan bisa jatoh nyungsep tau"ucap Devi sambil agak kesal pada sepupunya itu.
Zain melirik sekilas ke sepupu nya itu, memutar mata malas, menghela nafasnya dan menjawab sepupunya itu.
"Ngapain juga kamu ngintilin abang?tuh yang kau bilang kodok tampan ada disebelah sana tuh. Dia baru namanya Pangeran kodok tampan" ucap Zain sambil menunjuk Erik kemudian berlalu dari situ bersama Al.
Devi yang gak ngerti maksud Zain melirik Erik yang sedang bersama Ai, dia lalu melihat Dandi memberi kode menanyakan apa yang dibicarakan sepupunya itu.
"Bingung deh pasti. Abangmu itu selalu menjuluki Erik Pangeran kodok tampan, makanya dia bilang kaya gitu" jawab Dandi.
Devi yang mulai mengerti maksud sepupunya itu mengangguk namun tetap melihat ke arah Erik dan Ai.
Lain Devi dan Dandi, lain pula Erik dan Ai, kedua nya masih canggung.
Erik merasa kalo dia salah karna tidak sengaja menginjak kaki Ai, dia mencoba untuk memeriksa apa Ai baik-baik saja atau kaki nya terluka. Erik pun berjongkok untuk memeriksa kaki Ai, hal itu yang membuat Ai canggung.
"Coba kuperiksa takutnya kakimu terluka" ucap Erik yang berjongkok berusaha untuk memeriksa kaki Ai.
"Eh, ga usah aku gak apa-apa kok cuma sedikit sakit aja. Ga usah diperiksa segala" ucap Ai sambil berusaha menghindar dan berlalu dari situ padahal masih merasakan sakit di kaki nya.
Melihat gadis tersebut jalan terpincang-pincang dan agak terseok, dengan sigap Erik mendekati Ai dan memapahnya untuk berjalan. Namun karna perbedaan tinggi yang signifikan membuat Erik sedikit menunduk supaya Ai bisa di papah berpegangan ke bahu kekarnya.
Melihat hal itu Devi merasa aneh ada apa dengan Ai, kemudian mengambil alih untuk memapah Ai dan mencari tempat untuk mereka duduk memeriksa kaki Ai.
__ADS_1
"Biar aku yang papah Ai, kalian coba cari es batu untuk meredakan sakitnya. Ingat es batu bukan es balok sepupuku itu atau ice cube sahatku itu ya" ucap Devi sambil terkekeh kecil memapah Ai untuk mencari tempat duduk memeriksa kakinya.
"Yaelah kakak juga tau kali Dev, masa nyari tuh double ice" jawab Dandi yang juga ikut terkekeh mendengar ucapan Devi.
"Rik, kamu temenin tuh duo cewek unik. Aku mau cari es batu sekalian beli minuman dan cemilan buat kita" ucap Dandi sama Erik kemudian berlalu dari situ.
Erik hanya mengangguk dan membuat tanda ok dengan tangannya, lalu mengikuti Ai dan Devi yang sudah berjalan lebih dulu.
Erik yang bersama dua gadis cantik sudah menemukan tempat untuk duduk. Devi membuka sepatu Ai untuk memeriksa kaki nya tersebut, khawatir terluka cukup lumayan atau terkilir.Ai juga hanya meringis ketika Devi membuka sepatunya, tipikal cewek ga manja atau lebay Ai tuh kadang sedikit bar-bar juga kaya dua sahabatnya. Jadi luka kaya gitu gak terlalu masalah baginya.
Di lain tempat Dandi yang ke kantin untuk membeli makanan dan minuman berpapasan dengan sejoli yang sedang dimabuk asmara kemudian menceritakan jika Ai sedikit terluka.
Al mendengar sepupu nya terluka tanpa pikir panjang berlari ke arah tadi mereka berada, Al pikir karna Ai terluka pasti mereka ga akan jauh dari tempat tadi.Zain mengiringi Al yang berlari ke tempat tadi, sementara Dandi hanya berjalan saja karna dia repot juga bawa makanan dan minuman buat mereka semua tidak lupa es batu yang nanti akan dipakai untuk meredakan luka atau sakitnya Ai karna diperkirakan kaki Ai bengkak.
Setelah beberapa saat mencari akhirnya Al menemukan keberadaan sepupu juga sahabat sengkleknya dan menghampiri mereka.
"Kenapa kaki Ai?" tanya Al.
"Gak papa, cuma bengkak aja ga sengaja terinjak saat kejadian tadi" jawab Ai.
Baru saja Erik akan menjawab, namun Devi sudah mendahuluinya.
"Salahkan aja tuh beruang kutub utara yang jalan ngerem mendadak, jadi nih Prince Charming tanpa sengaja menginjak Ai karna dia sedikit membantu kak Dandi tadi" ucap Devi sambil menunjik Erik tapi matanya memutar malas bin kezzzeeeelll sama sepupunya yang datang hampir berbarengan dengan Al.
Zain yang disalahkan tetap memasang muka datar bin watado alias wajah tanpa dosa.
"Udah gak papa kok, jangan di perpanjang lagi,cuma bengkak aja kok" ucap Ai mencoba menengahi Devi yang suka ribut dengan Zain.
Dandi yang terakhir dateng memberikan es batu untuk mengompres kaki Ai juga memberikan minuman dan makanan yang dia beli untuk semua.
Melihat kaki Ai yang bengkak dan agak membiru membuat Erik justru merasa ngilu dan agak bergidik.
"Nih cewek tangguh banget ya, kulihat luka nya lumayan. Kalo cewek umumnya udah merengek dan lebay gimana lah ni cewek minta bantuan pun gak, beneran langka nih" monolog Erik dalam hatinya.
__ADS_1
Devi dengan telaten mengompres kaki Ai. Walau sifat dia yang somplak dan sengklek namun Devi selalu menjadi sahabat yang sangat perhatian dan telaten kepada Al dan Ai. Devi sudah menganggap kedua nya sodara dan bagian dari dirinya sendiri, maja dari itu ketiga nya seperti tak terpisahkan.
"Cewek ini walau suka bertingkah absurd, tapi sangat telaten dan terlihat penyayang sama sahabatnya. Aaahh aku ga salah melabuhkan hatiku padanya, akan kurengkuh dan kudapatkan cintamu walau apapun rintangannya Devi. Kau sangat pantas di perjuangkan" monolog Dandi dalam hatinya.
"Gimana nih masuk kelas, kayanya Ai lebih baik pulang deh ga usah masuk kelas dulu biar aku ijinkan ya?" tanya Devi.
"Ya mending hari ini ga masuk kelas dulu" ucap Al mendukung ucapan Devi.
"Tapi siapa yang mau nganter Ai pulang kerumah,kan tadi Ai aku yang jemput kan ga mungkin aku ga masuk juga secara hari ini kelas dosen ganteng ku loh" ucap Devi sambil terkekeh.
"Aku juga gak bisa gak masuk, mata kuliah pa Vindra cukup penting loh" ucap Ai yang gak mau tinggal mata kuliah dosen tersebut dan pulang.
"Cih dosen ganteng, apanya sepupu jelek dan menyebalkan gitu pun. Ntar aku ijinin kalian ga usah masuk kelas dia lah" ucap Erik yang ntah kenapa menjadi kesal mendengar Al justru bela-belain masuk kelas sepupu nya yang dosen itu.
"Apa? Ternyata bener kalian ada hubungan sodara, perkiraanku ga meleset. Kak Erik dekatkan aku sama dia ya, tapi kak Erik tetap prince charmingku no satu kok" pinta Devi, padahal dia cuma becanda sih.
Melihat Devi yang seperti itu yang bersemangat sehingga agak menekan kompresan di kaki nya Ai membuat Ai kesakitan, Ai pun menggeplak tangan Devi.
"Woiii ga usah segitu nya kali, ini kaki sakit loh" ucap Ai.
"Emang ada klik dengan dosen itu kaya yang dulu kamu bilang Dev kalo kamu akan jatuh hati kalo ada kliknya itu di hatimu?tanya Al yang merasa aneh dengan ucapan Devi namun tetap dengan nada datarnya.
" Ya gak sih eh belum kali ya, makanya aku bilang minta supaya aku bisa deket siapa tau nanti ada jadi aku bisa jatuh hati untuk pertama kalinya. Beneran jatuh cinta kaya kamu dan abang es balok ku ini" jawab Devi sambil cengengesan.
"Sementara ini masih kagum aja, sama kaya ke kak Erik aja sih cuma sebatas itu, tapi ga tau lah kedepannya" ucap Devi kembali.
Erik yang melihat air muka Dandi yang berubah saat Devi bilang minta dikenalkan pada sepupunya yang dosen tersebut, kemudian menghela nafas lega saat Devi bilang yang berikutnya mengerti jika cewek yang waktu itu Dandi maksudkan itu Devi.
"Mending jangan lah Dev, jangan sampe kamu kecewa. Lebih baik kamu cari atau lebih peka disekitar kita aja siapa tau ada cowok tulus yang mengharapkan cintamu" ucap Erik sambil melirik Dandi dengan ujung matanya.
Nah loh Dev, dengerin Erik tuh cobalah lebih peka, ooohh ooohhh siapa dia? hehehehe.
Part ini agak lumayan lebih panjang dikit lah, mudah-mudahan suka ya gaaaiiisss.
__ADS_1
Jangan lupa rutinitas likom, video iklan dan giftnya ya, makasih
Love you all see ya