
Rencana Al, Ai dan Devi untuk berkumpul di rumah Ai terpaksa tidak bisa terlaksana karena Al di telpon sang papa untuk berkumpul setelah papa nya pulang dari luar kota. Devi juga tiba-tiba kedatangan sang tante dari luar negeri yaitu bunda nya Zain, jadi terpaksa membiarkan Ai tanpa mereka.
Papa Al yaitu tuan Emir sudah pulang dari luar kota mengurusi proyeknya yang baru berjalan. Emir merasa senang karna sang adik berada di dekatnya, sejak sang istri meninggal Emir meminta Erina untuk menemani dirinya yang terpuruk kehilangan istri tercinta juga putrinya yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang disaat terberatnya. Erina yang sangat menyayangi sang kakak juga keponakannya rela melepas semua untuk mendampingi keduanya, bahkan Erina tidak memikirkan dirinya yang saat itu belum menikah.
"Sayang, kok tumben agak lama mengurus kerjaannya, aku kan kangen? " ucap Rada dengan nada manja dan menggoda.
"Maaf sayang, aku harus mengurusnya drngan baik supaya bisa kutinggalkan dengan tenang sementara aku mengurusi yang disini. Tapi tenang aja, aku gak melupakan oleh-oleh untukmu" jawab Emir.
Emir selalu memanjakan Rada dengan materi dan perhatian yang melimpah karna Emir sadar dia gak bisa memberikan kebahagiaan seutuhnya kepada Rada sebagai seorang istri.Selama bertahun-tahun menikah Emir hampir tidak menyentuh Rada dengan sebenarnya, ada mungkin hanya 3 kali mereka berhubungan intim. Itu pun karna desakan Rada yang menggunakan obat walau dengan seijin Emir juga saat Emir pulang perjamuan para pebisnis dia sedikit minum dan pulang mengira Rada itu sang istri Amira Pratama.Makanya Emir tidak pernah membatasi Rada untuk bergaul bersama teman-temannya bahkan pergi dengan mereka meninggalkannya beberapa hari.Emir tidak pernah mempertanyakan apapun yg Rada lakukan diluar karna dia menyadari tidak bisa membahagiakan Rada sebagai seorang istri dengan utuh atau sebenar-benar nya.
"Mas, maaf ya aku gak bermaksud menjelek-jelekkan putrimu, tapi akhir-akhir ini Al sering bergaul dengan laki-laki sampai pulang malam. Al juga semakin kurang ajar sikapnya, Jika mas gak percaya boleh tanya sama Erina deh" ucap Rada mengadukan anak tirinya dengan berakting serasa dia sedih dengan kelakuan Al.
"Laki-laki siapa, kurasa Al tidak pernah dekat dengan laki-laki mana pun kecuali dengan sepupu sahabatnya itu pun saat mereka masih kecil saat ibu nya masih ada?" tanya Emir.
"Entah lah mas, Al gak pernah pamit atau memperkenalkan laki-laki itu kepadaku yang tidak pernah dianggap nya sebagai mama padahal aku selalu menyayanginya" Rada berkata sambil berpura-pura bersedih dan mengeluarkan air mata buaya nya juga kemampuan akting yang bisa di anugerahi piala citra.
'Piala Citra bukan yang penghargaan dalam bidang akting ya, tapi piala citra yang terbuat dari botol bekas lotion dengan merk itu ya' hehehhe.
"Besok pagi akan aku tanyakan pada Erina dan akan aku tegur Al biar tidak sembarangan bergaul dengan laki-laki gak jelas nanti terbawa pergaulan bebas yang berbahaya" ucap Emir.
Rada tersenyum penuh kemenangan, namun masih tetap menunduk berpura-pura sedih padahal menyembunyikan senyuman liciknya karna berhasil menghasut suaminya tersebut.
__ADS_1
Saat Emir mengusap lembut kepala Rada yang dia pikir sangat bersedih dengan sikap Al, Rada memiliki ide untuk meminta sesuatu kepada suaminya sebagai pengganti kesedihannya.
"Mas, aku sedih sekali bisa gak mas menghiburku, membuatku bahagia kembali?" ucap Rada sambil memasang senyum menggoda dan bersiap untuk membuka pakaian tidurnya.
Emir yang masih kepikiran soal Al malah gak memperhatikan apa yang Rada bilang dan lakukan. Sampe kemudian dia merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam celana pendek yang dia kenakan jika akan tidur. Sebuah tangan yang membelai bagian inti tubuhnya, juga sebuah bibir yang mulai menyusuri lehernya. Tidak hanya itu tangan Rada yang satu lagi meraba dada Emir dengan lembut dan menggoda membuat setiap cowok dewasa akan merasakan berdesir dan langsung on.
Tapi maaf banget ya gaaaiiisss hal yang akan kalian bayangkan berikutnya itu gak terjadi alias zonk ya, hehehe.
"Maaf sayang, tapi mas sangat lelah karna kemarin dikejar-kejar harus menyelesaikan pekerjaan secepatnya, jadi mas ingin istirahat. Besok pun mas harus langsung ke kantor untuk membereskan kerjaan yang disini. Maafin mas ya sayang" ucap Emir sambil melepaskan tangan Rada dari balik celana nya kemudian mengecup kening istri nya itu dan beranjak tidur.
Rada yang sudah kepalang tanggung menginginkan sentuhan suaminya yang bertahun-tahun ini hampir tidak dia rasakan sama sekali, sangat marah walau dia tidak memperlihatkan di depan suaminya dia pergi ke kamar mandi dan menyelesaikan nya sendiri dengan berfantasi.
Tidak dipungkiri sebagai wanita dewasa yang sudah merasakan sentuhan laki-laki dia merindukan sentuhan suaminya. Meskipun Emir baru memyentuhnya beberapa kali saat dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar, Rada mengakui jika Emir sangat hebat diatas ranjang yang belum pernah dia rasakan dengan lelaki manapun.
Mentari pagi menggantikan sinar sang rembulan menandakan waktunya untuk semua orang untuk beraktivitas kembali. Begitu pula dengan Emir juga sang putri Al yang mulai bersiap-siap untuk beraktivitas diawali dengab sarapan.
"Al sayang putri papa yang paling cantik. Apa gak ada yang mau Al bilang atau ceritakan sama papa soal apa aja?" tanya Emir saat mereka sudah berkumpul di meja makan.
Erina dan Rada pun sudah berada disana untuk sarapan, karna Erina akan menemani sang kakak untuk urusan di kantor, sementara Rada meminta ijin untuk berkumpul dengan teman-temannya mungkin sampai malam.
"Maksud papa apa ya?" tanya Al singkat.
__ADS_1
"Ya misal, jika Al memiliki teman dekat atau orang spesial yang mungkin akan dikenalkan kepada papa?" tanya Emir kembali.
Saat papanya mengucapkan itu, mengertilah Al apa yang papa nya maksudkan. Dia mendelik kepada Rada lewat ujung matanya dan terlihatlah wanita ular itu sedang tersenyum sembunyi-sembunyi.
" Ooohhh, kamu mau main-main denganku wanita ular, ok aku akan melayanimu" monolog Al dalam hatinya.
"Sebenarnya, ada seseorang yang ingin menemui papa sejak beberapa hari lalu, namun karna papa sedang di luar kota, dia tidak sempat bertemu papa. Pagi ini dia pasti menemui papa karna setiap hari akan menjemput dan mengantarkan Al kuliah/kemana pun" jawab Al.
Perkataan panjang yang Al ucapkan kepada papa nya sejak mereka mulai merenggang tanpa komunikasi terutama sejak Emir menikahi Rada.
Selesai sarapan sebelum mereka beranjak untuk berangkat beraktivitas terdengar suara salam dari seorang cowok yang ditemani bi Sumi memasuki rumah tepatnya ruang tengah yang berdekatan dengan ruangan makan.
"Assalamu'alaikum selamat pagi semua" ucap pemuda tersebut yang adalah Zain.
"Wa'alaikum salam" seru semuanya.
Tuan Emir beranjak menghampiri Zain setelah Al lebih dahulu mendekati tambatan hatinya tersebut, kedua nya berjalan ke ruang tengah di ikuti papa Emir.
"Maaf om, Zain baru bertemu dan bersilaturahmi dengan om setelah sekian lama, apalagi kemarin-kemarin saat Zain bertemu lagi dengan Al ternyata om sedang keluar kota"ucap Zain setelah mereka duduk divruang tengah atau ruang keluarga.
" Sebentar, Zain...?"tanya Emir sambil merasa familiar dengan nama ini namun dia tidak begitu ingat.
__ADS_1
Segini dulu ya, nanti di lanjut lagi deh. Jangan lupa ritualnya ya gaaaiiisss...
Hatur nuhun pisan...