
Setelah kelas selesai Al pergi ke kantin kampus untuk membeli minuman. Al kemudian mencari tempat yang cukup sepi untuk menikmati minumannya sekaligus saling bertukar info dengan rekan kerjasamanya tentang event balapan liar yang dia ikuti. Al memiliki informan terpercaya karna mereka saling berbagi hasil dari setiap kemenangan yang Al dapatkan dalam balapan tersebut. Akhirnya Al menemukan tempat yang cukup sepidia melihat sekelilingnya tak ada orang satu pun. Dia menelpon informan yang selalu memberikannya informasi tentang lokasi, waktu, juga siapa-siapa yang harus dia perhitungkan dalam mengikuti balapan tersebut.
"Hallo, informasi apa aja yang udah kau dapat?" tanya Al to the point kepada informan yang memberikan pesan kepadanya kalo 2 hari lagi akan ada event balapan lagi.
"Seperti dalam pesan saya tadi non, dalam 2 hari ke depan akan ada balapan berhadiah besar. Balapan dilaksanakan di bagian barat tidak terlalu jauh dari saat nona balapan kemarin" ucap informan tersebut.
"Hari dan jam pastinya kamu kirim lewat pesan. Apa ada hal baru atau ada yang perlu aku perhitungkan?" tanya Al kembali tetap dengan suara dan intonasi dinginnya. Tetapi jika sedang membahas soal balapan atau motor dia gak akan terlalu irit bicara.
"Ada nona!!" ucap informan itu dengan sedikit menghela nafas tapi dengan suara bersemangat.
"Pas event kali ini ada para juara lama di event-event balapan seperti ini. Mereka sempat menghilang selama hampir setengah tahun namun sekarang mereka muncul. Sepertinya ini karna mereka mendengar kehebatan Jade A. Orang-orang ini dapat julukan King of ice dan prince of Wild Road. Keduanya selalu langganan menjadi juara teratas di setiap event yang mereka ikuti. Apa saya harus mendaftarkan nona sebagai Jade A atau nama yang lain saja?" tanya informan itu setelah menjelaskan kepada Al.
" Apa mereka hebat?" tanya Al dengan suara pelan seolah bertanya kepada diri nya sendiri.
" Benar nona, mereka bisa dibilang yang terbaik lah, sebelum mereka tiba-tiba menghilang dan sekarang kembali"ucap informan itu.
Tanpa mereka ketahui dibelakang pohon tempat Al berteduh sambil menelpon informan itu, ada sesosok cowok yang mendengarkan pembicaraan mereka sambil mengerutkan alis pertanda dia sedang berpikir. Apalagi saat cowok ini mendengar nama jade A dia lebih mengerutkan alisnya.
Erik dan Dandi sedang menghadap dosen pembimbing skripsi nya, sementara Zain telah selesai maka dengan itu dia berjalan-jalan sekitar kampus menunggu teman-temannya. Sesuai karakternya yang kalem, Zain mencari tempat yang sepi untuk menunggu teman-temannya. Disaat dia sedang asik menunggu sembari memainkan hp nya, dia mendengar suara cewek yang selama bertahun-tahun dia rindukan&impikan. Dia mendengar percakapannya cewek itu dengan lawan bicara nya di telpon dengan seksama dan memasang telinga baik-baik untuk menangkap apa yang mereka bicarakan.
Saat Zain mendengar nama Jade A dia langsung mengerutkan keningnya, sembari terus mendengarkan obrolan cewek itu dengan lawan bicaranya. Setelah cewek itu berhenti mengobrol dengan lawan bicara nya, Zain akhirnya mengerti kalo tebakan dia di awal kalo pembalap cewek misterius itu Al tidak meleset walau dia sedikit ragu. Zain mengingat sejak kecil Al sangat suka dengan Jade karna filosofi Jade itu kekuatan&keberuntungan, maka dengan itu Zain berpikir mungkin kah itu Al dan ternyata kecurigaannya benar. Sekarang dia mencari cara untuk bisa bertatap langsung dengan cewek pemilik hatinya juga bisa lebih akrab dan dekat seperti dulu.
__ADS_1
Zain mengambil jalan ke arah lain untuk berpura-pura mencari tempat untuk dia asik bermain dengan hp nya agar bisa secara tidak sengaja bertemu Al. Dia sengaja terlihat sangat fokus dengan hp nya dan duduk di dekat Al seakan tidak merasa ada orang di dekatnya.
"Duh, gini rasanya gabut nungguin temen2 minim akhlak yang lambat" ucap Zain berpura-pura mengoceh sendiri.
Al yang merasa tiba-tiba ada seseorang yang duduk di dekatnya menoleh dan memperhatikan wajah cowok di dekatnya itu. Al merasa familiar dengan cowok ini dari aura juga hatinya yang merasakan tenang dan tidak terasa ancaman seperti cowok-cowok yang ada di sekitarnya maksudnya di lingkungan kampusnya. Sejak Al mulai menginjak usia 13 tahun dia belajar ilmu bela diri dari mang Soma juga diajarkan yang lainnya untuk membentengi diri menjadi kuat seperti pesan mamanya. Al di ajarkan oleh temannya mang Soma yang sengaja diundang khusus untuk mengajarinya di rumah saat papa nya tidak berada di rumah sampe akhirnya sang papa menikah dengan wanita ular jahat itu. Setelah papa nya menikah Al yang jika sesudah pulang sekolah dia yang mengunjungi gurunya dan berlatih di kediaman gurunya. Namun karna Al merasa cowok itu tidak menyadari kehadirannya, dia pun cuek aja tidak merespon apa-apa.
"Nih cewek emang cuek dan dingin atau pura-pura sih" gerutu Zain yang tentu nya hanya dia keluhkan di hatinya.
Lima menit berlalu namun tidak ada satu pun dari kedua nya yang menyapa. Zain yangvemang hanya berpura-pura fokus dengan hp akhirnya membuka pembicaraan.
"Wah maaf ya kukira hanya aku sendirian disini. Kamu anak jurusan mana dan semester berapa sepertinya mahasiswi baru ya?" tanya Zain.
"Loh kenapa aku harus bilang gitu ya, kan aku ga pernah bilang siapa pun kalo aku ambil dua jurusan sekaligus. Kok rasanya ingin banget bercerita atau berbagi dengan cowok ini rasanya beda aja" monolog Al dalam hatinya.
"Wow hebat, cewek cerdas nih. Nama ku Zain udah mau lulus sebentar lagi jurusan bisnis juga. Boleh kenalan kan nama kamu siapa?" tanya Zain seraya mengulurkan tangannya pada Al.
"Al, tepatnya Aaliyah Sanjaya kak" jawab Al sambil menyambut uluran tangan Zain.
Deg deg deg suara jantung kedua nya yang tiba-tiba berdetak lebih dari biasanya, ada rasa berbeda juga familiar dari kedua nya.
"Aaliyah, apa ini Jade ku?" tanya Zain berpura-pura terkejut.
__ADS_1
"Jade ku, tunggu hanya satu orang yang memanggilku seperti ini, benarkah ini kak Zain yang kakak sepupunya Devi?" tanya Al dengan ekspresi yang sangat terkejut.
Tetapi binar matanya gak bisa berbohong,dia sangat terlihat senang dengan pertemuan&kebetulan yang dia pikir tidak disengaja ini. Al tidak tahu kalo ini udah Zain rencana kan supaya mereka bisa bertemu dan bisa lebih dekat lagi dari sewaktu Al masih kecil.
"Ternyata Jade ku masih ingat sama kakak, senangnya masih di ingat oleh gadis kecilku tapi sekarang udah dewasa, cantik banget lagi" ucap Zain berkesan gombal padahal itu dia ucapkan tulus ungkapan dari hatinya.
Sa ae deh babang kulkas berjalan. Jangan aneh ya readers walau kedua nya dingin, tapi kalo mereka udah berdua secara alamiah sifat keduanya yang bertolak belakang dengan kondisi karakter mereka sekarang akan muncul yaitu kedekatan dan kehangatan mereka saat kecil dulu. Meakipun kedekatan mereka tak lama, namun kedekatan keduanya sudah terpatri di hati masing-masing.
Al yang mendengar ucapan Zain otomatis menjadi seorang cewek seperti umumnya yang jadi tersipu dan menjadi memerah pipinya.
"kakak bisa aja, gombal ih"ucap Al yang kemudian menunduk menyembunyikan wajahnya yg mulai memerah.
" kakak gak menggombal itu benar-benar tulus dari hati kakak. Sekian tahun kita tidak pernah bertemu akhirnya kita bisa bertatap muka lagi ya Jade ku, kakak seneng banget. Maafin kakak yang tidak ada kabar selama ini, namun kakak ga pernah sekalipun gak mengingatmu Jade ku"ucap Zain yang mengungkapkan apa yang menjadi unek-unek dihatinya yang juga di dera rasa bersalah bertahun-tahun karna tidak bisa menemani gadis kecil masa kecilnya saat dia sedang terpuruk.
"Gak apa-apa kak, aku ngerti kok. Aku juga tau dari Devi kenapa tiba-tiba kakak harus pergi dan tidak pernah kembali bahkan hanya sekedar liburan/mengunjungi Devi" ucap Al semakin menunduk. Selain karna merasa tersipu dengan semua kata-kata Zain, Al pun merasa berandai-andai jika Zain tetap di dekatnya mungkin dia bisa seperti dulu sosok yang Zain kenal sewaktu dia masih kecil.
Maaf ya telat up guys, ada sedikit yang harus diurus di RL mana nih othor receh agak sedikit kurang istirahat makanya banyak terganggu alias ketiduran 🤭 🤭 🤭 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Semoga up yang malam-malam ini bisa mengobati kerinduan para readers...
Love you all
__ADS_1