Cewek Ice Cube

Cewek Ice Cube
Syahira Rajendra


__ADS_3

"Tante Syahira?" tanya Erik dengan terkejut.


"Loh kok ka Erik manggil mamanya pak Vindra itu tante?" tanya Ai.


"Emang mamanya kak Vindra itu tante nya kakak tepatnya kakak dari mama kakak yang dari kecil sampai dewasa tinggal disini. Kalo mama kakak sejak umur hampir 10 tahun tinggal di Inggris dan tante emang ga memakai nama belakang yang sama dengan mama"jawab Erik.


"Wah ternyata ini keponakannya Syahira ya?" ucap mama Ai.


"Kenalin, tante juga sama sahabat tante mu juga. Nama tante Aletha Putri Yudhistira, kalo sekarang jadi nyonya Pratama lah bukan Yudhistira lagi" ucap mama Ai sambil terkekeh kecil.


"Wah tante ternyata anaknya tuan Yudhistira yang itu ya yang pengusaha sukses di era nya dulu?" tanya Erik.


"Senangnya anak muda sekarang masih mengenal dan menghormati orang tua zaman dahulu juga, saluuutt tante kamu tau kakeknya Ai" jawab mama Ai.


"Daddy selalu mengajarkan Erik untuk menghormati juga meneladani sikap dan jalan pengusaha-pengusaha hebat yang bukan hanya keberhasilan nya tapi sifat dan sikap yang terpuji. Makanya Erik mempelajari dan mengenal para pengusaha hebat ga cuma di dalam negeri tapi luar negeri juga yang di referensi Daddy buat Erik tante"ucap Erik.


"Woooww, daddy mu bener-bener mengajarkan hal yang sangat baik, jarang ada orang tua seperti itu zaman sekarang loh" ucap nyonya Aletha.


"Erik yang beruntung tante karna memiliki orang tua seperti daddy dan mommy cuma ya gitu Erik masih bandel dan kurang bertanggung jawab bagi mereka. Karna Erik masih ngerasa ingin bebas, andai Erik bukan anak satu-satunya mungkin Erik udah keliling dunia untuk bebas"ucap Erik sambil terkekeh.


"Waaahhh, jarang loh anak muda yang mau mengakui keburukan dan kesalahannya kaya nak Erik. Jika Ai anak cowok mungkin tante juga akan menekan Ai dari dini untuk mempersiapkan nya kelak menggantikan papa nya, karna adik Ai masih kecil untuk menggantikan papa nya. Itu pun ada rezeki nya om dan tante memiliki anak laki-laki saat Ai sudah besar"ucap nyonya Aletha sambil tersenyum. Mengingat setelah Ai cukup besar nyonya Aletha dikaruniai seorang anak lagi yang ternyata laki-laki yang sekarang berumur hampir 6 tahun.


Ai hanya menjadi pendengar setia melihat juga mendengar obrolan Erik dan mama nya. Tak lama kemudian muncul seorang anak laki-laki menghampiri mereka.


"Kak Ai udah pulang, yuk main sama Arsen ya kak?" ucap seorang anak laki-laki yang bernama Arsen Putra Pratama.


"Maaf Arsen sayang, kaki kakak bengkak kayanya kakak gak bisa main sama Arsen untuk beberapa hari ini, maaf ya?" ucap Ai dengan nada menyesal, ga tega dengan sang adik yang selalu ingin bermain dengannya.


Erik yang melihat anak cowok tampan tersebut sepertinya sangat dekat dengan Ai merasa tidak tega, apalagi dia juga yang anak tunggal tidak merasakan bermain dengan saudara kandungnya. Erik berinisiatif untuk mengajak adiknya Ai itu untuk bermain dengan nya.


"Gimana kalo mainnya sama kakak aja. Kenalin nama kakak Erik"ucap Erik yang mendekati Arsen dan mengulurkan tangannya.


"Heeemmm, apa kak Erik ini pacar nya kak Ai ya?" tanya Arsen.


Ai yang sedang minum langsung tersedak mendengar ucapan Arsen,tanpa seorang pun yang memperhatikan.Sementara Erik hanya tersenyum penuh arti mendengarkan anak kecil tampan itu.Erik mendekatkan diri kepada Arsen kemudian berbisik tanpa memelankan suaranya.

__ADS_1


"Mudah-mudahan apa yang Arsen bilang bisa terjadi do'akan kak Erik ya, supaya kita bisa sering bermain sama-sama" ucap Erik sambil tersenyum dengan manisnya sambil memandang Ai.


Mendengar perkataan Erik semakin membuat Ai terkejut sampe ternganga dan melotot.


"Beres itu sih kak, yuk kita main?" ajak Arsen sambil menarik tangan Erik beranjak dari situ.


Erik yang ditarik Arsen masih sempat melihat Ai kemudian mengedipkan matanya sambil mengikuti tarikan Arsen yang mengajaknya bermain.


Makin melotot lah tuh mata Ai dengan apa yang Erik lakukan. Sementara nyonya Aletha malah tiba-tiba meledakkan tawa nya, mama Ai tersebut tertawa terbahak-bahak melihat Erik yang menggoda putri nya itu.


"Hahahahaha.... Mama suka dengan gaya calon pacar mu ini Ai. Jadi ingat papa mu dulu deh, berkharisma tapi ada tengil-tengilnya mirip dengan papa mu" ucap mama Ai.


"Mama apaan sih, calon pacar apa nya. Ai baru ngobrol benar atau kenal kak Erik pun baru sekarang, itupun karna dia temannya kekasih Al yang ternyata sepupu Devi yang mereka pernah dekat sewaktu kecil. Males banget Ai harus menghadapi seribu fans nya yang nanti pasti bikin Ai repot, ogah deh"jawab Ai sambil mengerucutkan bibirnya karna kesal dengan godaan Erik dan mamanya.


"Terserah kamu sayang, jangan buru-buru nolak, nanti kemakan omongan sendiri loh, jangan sampe sejarah mama dan papa terulang"ucap nyonya Aletha yang kemudian berlalu sambil mengusap lembut kepala putri nya, namun tetap dengan tawa nya yang masih belum beres juga.


Erik dan Arsen yang sedang asik bermain sampai lupa waktu hingga hampir menjelang maghrib keduanya di ingatkan oleh mama Ai untuk melaksanakan kewajiban nya sebagai muslim.


"Nak Erik, lebih baik gak usah pulang dulu ya kita makan malam bareng sama tante mu juga papa Ai yang sebentar lagi pasti sampai, ya?"ucap mama Ai.


Tak lama kemudian, tuan Havier Eka Pratama beneran tiba di rumah nya berbarengan dengan Ai yang turun dari kamarnya menuju ruang tengah dimana sang mama, Arsen dan Erik berada.


"Assalamu'alaikum, wah rame ternyata ya disini, ada apa nih?" tanya papa Ai yang mendengar tawa dan suara keseruan yang ditimbulkan oleh Erik, Arsen dan nyonya Aletha.


"Wa'alaikum Salam" ucap semua berbarengan.


"Ooohh ini pa, karna kehadiran nak Erik membuat rumah ini makin rame dan hidup loh karna Arsen berasa ada teman jadi lebih heboh" ucap nyonya Aletha sambil mencium takjim tangan sang suami sekalian membawakan tas kerja nya, begitu pula dengan Arsen dan Ai.


"Erik, sebentar kok rasanya papa familiar ya dengan nak Erik ini?" tanya tuan Havier sambil memperhatikan wajah Erik yang mendekat kepada sambil mencium tangannya seperti yg dilakukan keluarga nya.


"Pastilah familiar kan, beberapa hari lalu nak Erik kesini sama daddy nya tuan Michael Scott Ferguson. Dan ada kejutan lain loh sayang, ternyata Erik ini keponakannya Syahira" jawab nyonya Aletha.


"Wah benarkah, kok nak Erik bisa ada disini sejak kapan kesini?"interogasi tuna Havier setelah dia duduk disitu bersama keluarganya.


" Kalian ngobrol ya, mama mau menyiapkan air mandi papa"ucap nyonya Aletha sambil berlalu.

__ADS_1


"Tadi siang Erik mengantarkan Ai yang ada sedikit insiden sehingga kaki nya bengkak dan agak sulit berjalan. Ternyata setelah ngobrol sama tante Aletha ternyata tante Syahira pun akan berkunjung kesini, makanya Erik terima undangan tante Aletha untuk ikut makan malam disini om. Maaf nih kalo Erik mengganggu acara nya keluarga om"jawab Erik.


"Wah, makasih ya udah nganterin Ai. Gak ganggu kok, justru kebetulan yang menandakan ternyata dunia itu lumayan sempit, hehehe. Kok bisa nak Erik yang nganterin Ai, apa kalian ada hubungan yang spesial atau gimana nih?" tanya tuan Havier sambil menggoda kedua nya.


Sebelum Erik menjawab, justru Ai yang memjawab lebih dulu karna gak mau sang papa salah paham.


"Iiih papa sama mama sama aja deh. Ga ada apa-apa antara kak Erik dan Ai kok. Kebetulan kak Erik tuh sahabatnya pacar Al sewaktu kecil yang baru ketemu lagi sekarang yang sepupunya Devi, papa inget ga?" tanya Ai mengalihkan pembicaraan biar sang papa tidak fokus kepadanya.


Tuan Havier terlihat mengingat apa yang putri nya cerita kan, kemudian mengangguk karna dia mulai mengingatnya. Erik mulai berbicara untuk menjawab apa yang tuan Havier tanyakan tadi.


"Memang belum ada hubungan spesial om, belum ya belun tentu tidak ada. Kalo om mengijinkan Erik akan berjuang supaya yang om bilang itu bisa jadi benar tapi sepertinya perjuangan Erik butuh usaha yang maksimal deh" ucap Erik sambil terkekeh pelan.


"Woooww, kok bisa sama kaya om dulu ya?" tanya tuan Havier.


"Sepertinya om kasih ijin itu deh, secara nak Erik pun keponakan nya sahabat om, juga om kenal dengan tuan Ferguson walau gak begitu dekat juga" ucap tuan Havier kemudian sambil tertawa.


"Wah beneran dulu om juga kaya Erik sekarang buat dapetin tante Aletha?" tanya Erik.


"Gaya kita yang mirip loh" jawab tuan Havier sambil mengajak Erik untuk tos atau High Five.


"Iiiisshh bener-bener deh ah" gerutu Ai sambil beranjak dari situ yang membuat dia malu karna godaan sang papa juga ucapan Erik.


"Wah, sepertinya perjuangan Erik akan cukup panjang buat naklukin putrinya om" ucap Erik sambil menggelengkan kepalanya.


"Stok sabar cukup nak? Semangat terus om mendukungmu" tanya dan ucapan penyemangat dari tuan Havier.


"Tenang aja om, stok sabar ku meluber kalo berhubungan dengan Ai tuh" jawab Erik sambil terkekeh.


Akhirnya setelah beberapa hari mood ku jelek banget, ga ada semangat buat nulis,bisa beres juga 1 bab ini.


Mudah-mudahan bisa terus lebih baik lagi kedepannya.


Maaf dan makasih buat yang setia menunggu, jangan lupa ritualnya seperti biasa ya.


Makasih dan love you all

__ADS_1


__ADS_2