Cewek Ice Cube

Cewek Ice Cube
Restu Mama


__ADS_3

'Gubraaakkss,gedebug...'


Suara sesuatu terjatuh membuat Al, Zain dan papa Emir menoleh ke arah suara tersebut. Ternyata suara tersebut berasal dari Rada yang terjatuh tidak sadarkan diri alias pingsan, namun tak membuat panik ketiga orang yang melihat. Papa Emir memanggil pelayan dan penjaga rumah untuk menggotong Rada ke kamarnya dan menyuruh pelayan untuk menunggui dan menyadarkan nyonya nya. Papa Emir melanjutkan pembicaraan nya dengan Zain untuk meyakinkan jika pemuda itu benar-benar memenuhi janji nya dan bisa membuat putri semata wayangnya bisa ceria kembali dan berbahagia.


"Ternyata janji nak Zain waktu kecil itu benar adanya. Om kira sebagai seorang anak remaja tanggung, nak Zain hanya menuruti emosi dan jadi pemberani sesaat saja. Mama nya Al lah yang meyakinkan om untuk menjaga amanah dan mau menunggu saat dimana nak Zain akan datang menjemput putri kami"ucap papa Emir sambil hampir saja menangis mengingat almarhumah istri nya.


Al yang melihat papa nya bersedih langsung mendekati pria yang sudah tidak muda itu dan memeluknya tiba-tiba. Hal tersebut membuat Emir sangat terkejut karna sejak kecelakaan yang mengakibatkan mama nya Al meninggal, Al tidak pernah memeluk atau mau dipeluk papanya. Pria yang masih tampan di usia nya yang sudah kepala empat tersebut tidak bisa menahan lagi keharuannya, dia pun menangis sambil memeluk erat sang putri.


"Mah, lihatlah dari atas sana. Ternyata apa yang selalu mama bilang jika pemuda kecil pemberani itu akan membawa kebahagiaan bagi putri kita. Lihatlah setelah sekian tahun, aku bisa kembali memeluk putri ku satu-satu nya ini"ucap papa Emir sambil menangis.


Papa Emir melirik ke arah Zain sambil berkata terima kasih tanpa mengeluarkan suara karna dia sangat menikmati momen mendapat pelukan dari sang putri untuk pertama kalinya setelah 9 tahun. Zain yang melihat itu hanya mengangguk dengan muka datarnya, namun di hati nya dia merasa kasian pada papa Al yang dilihatnya begitu mencintai almarhumah istri nya tanpa peduli berlebihan kepada istri baru nya yang sedang pingsan.


"Maaf om, bukan nya ga mau mengganggu moment om dan Al tapi kalo semakin lama Al bisa terlambat kuliah loh" ucap Zain namun tetap dengan muka es nya yang tanpa ekspresi.


"Oh iya om sampe lupa. Makasih Al putri papa yang paling papa sayangi. Jaga kalung pemberian calon suami mu ini seperti mama dan papa yang juga menjaga nya. Restu papa dan mama akan selalu menyertai kalian" ucap papa Emir yang kemudian mencium pucuk kepala putrinya itu dengan penuh kasih sayang dan mengusap punggungnya yang masih berada dalam dekapan nya.


Zain memakai kan kalung tersebut di leher Al yang terlihat sudah memerah muka nya. Terlihat sekali kalo Al berusaha untuk tidak menangis di depan Zain dan papa nya.

__ADS_1


"Ya udah kalian berangkat lah, nanti bisa terlambat kuliahnya. Jika kalian sempat nanti pulang kuliah mampir ke kantor papa ya, kita bicarakan semua nya dengan lebih detail lagi untuk kalian ke depannya"ucap papa Emir.


Kedua nya hanya mengangguk sembari menyalami tangan papa Emir dan menciumnya dengan takjim. Mereka berdua pun berangkat diantar pandangan haru dan bahagia papa Emir.


"Amira sayang, kamu selalu benar ternyata pemuda itu benar-benar mencintai dan memenuhi janji nya kepada kita untuk menjemput putri kita sebagai ratu nya. Mudah-mudahan mereka diberikan kebahagiaan" ucap papa Emir sambil memandang ke atas yang bagi nya terlihat wajah almarhumah sang istri yang tersenyum kepadanya. Papa Emir pun segera berangkat ke kantor karna banyak yang harus dia kerjakan secepatnya agar bisa lama mengobrol dengan putri dan calon menantu nya nanti.


Sementara di sebuah kamar di rumah tersebut setelah kepergian ketiga orang tersebut Rada juga tersadar dari pingsannya.


"Uuuhhh, dimana ini kok rasanya kepalaku berat begini" ucap Rada sambil duduk dan memijat kepalanya yang berasa sakit.


"Nyonya tadi pingsan dan dibawa kesini"ucap pelayan yang menemaninya tersebut.


" Maaf nyonya, tuan sudah berangkat ke perusahaan karna katanya banyak hal penting yang harus tuan urus"ucap pelayan tersebut sesuai perintah tuannya jika sang nyonya bertanya.


"Apa tuan tidak menungguiku tersadar?" tanya Rada ke pelayan itu lagi.


Pelayan tersebut yang sempat kebingungan akhirnya berbohong demi agar sang nona nya gak terkena omelan perempuan ini karna kebetulan pelayan ini pun salah satu pelayan lama di rumah itu yang mengetahui bagaimana nyonya di depannya ini selalu membuat citra buruk nona nya bahkan tak segan menyakiti putri sambungnya.

__ADS_1


"Tuan tadi berada disini nyonya, namun tuan berangkat setelah mendapat telpon" ucap pelayan tersebut yang berbohong.


"Saya permisi ya karna nyonya sudah sadar."ucapa payan tersebut dan berlalu.


" Dasar suami gak berperasaan, gak peka dan menyebalkan. Jika aku gak pengen miskin atau susah udah kutinggalin "gerutu Rada.


Tiba-tiba hp nya berbunyi menandakan ada telpon masuk, Rada melihat hp nya dan tersenyum.


" Iya sayang, jadi lah aku akan segera kesana. Aku udah ga sabar juga karna emang kita udah lama tidak bertemu juga aku selalu puas dengan mu. Kita akan bersenang-senang sayang, tunggulah disana 20 sampai 30 menit lagi aku sampai kesana"ucap Rada yang bergegas turun dari kasur nya dan merapihkan dandanannya agar cetar membahana badai untuk menemui seseorang yang menelponnya.


Siapakah orang tersebut yang menelpon Rada dan janjian di suatu tempat tersebut? Tunggu jawabannya nanti ya gaaaiiisss 🤭🤭🤭


Maaf ya aku jadi jarang up, liburan sekolah jadi asik menikmati nya dengan anak-anak sampe lupa buat nulis, untuk istirahat dan makan pun terkadang lupa loh 😁😁😁😁


Tetep ritual seperti biasa ya likom, video dan vote nya supaya aku bisa semangat lagi ya?


Makasih banyak udah mau sabar nungguin ice couple, nanti akan aku bahas banyak tentang mereka,jadi tetep setia ya....

__ADS_1


See ya bay bay


__ADS_2