
Setelah semua orang-orang yang telah membuat onar itu pergi, abah Ayub mengajak Al dan Zain ke dalam rumahnya untuk mengobrol. Mereka duduk lesehan dengan alas seperti anyaman bambu yang di cat juga dihias dan artistik.
"Cucu abah ternyata sudah berkembang sehebat ini padahal beberapa hari lalu jauh dibawah sekarang. Apa karna kehadiran seseorang yang membuat cucu abah jadi sehebat ini?" tanya abah Ayub menggoda Al.
"Abah apaan sih" protes Al sambil menundukkan kepala merasa malu dengan godaan dari abah Ayub.
"Wah,aku kira Al memang hebat seperti ini bah, ternyata aku membawa dampak positif" ucap Zain yang ikutan menggoda Al sambil menggerakkan alisnya.
Hal itu mengundang tawa abah Ayub dan semakin membuat Al tersipu.
"Abah rasa kalian sebaiknya rajin berlatih bersama supaya bisa membuat kemampuan Al berkembang lagi"ucap Abah.
"Baik bah,nanti jika Al kemari aku akan usahakan selalu menemani, aku juga takut banyak mata-mata jelalatan yang melihat dengan tidak baik sama calon istriku ini"kata Zain sambil terkekeh.
Al hanya memutar mata malas dan menggelengkan kepala.
" Al akan menyempatkan untuk sering latihan disini abah, tapi soal waktunya Al ga bisa pastikan ya maaf bah" ucap Al.
Setelah beberapa waktu berada disitu, Al dan Zain pun kembali pulang ke rumah Al dengan diantar Zain menggunakan motor Al.
Di perjalanan pulang menuju rumah Al kedua nya tidak banyak mengobrol. Al yang tidak terbiasa di boncengi, gak mau memegang pinggang Zain, Al hanya meletakkan tangan di kedua pahanya. Zain yang pada dasarnya orang yang iseng dan jahil seperti sepupu nya, menghentakkan motor sedikit agar Al terkejut dan mau memeluk pinggangnya.
"Kakak, kebiasaan deh ngapain kaya gitu kan Al kaget gimana kalo Al jatoh loh" omel Al sambil mencubit pelan pinggang Zain yang membuat Zain kegelian namun sekaligus membuat hatinya berdesir dengan perlakuan kecil.
__ADS_1
Zain pun berpura-pura kesakitan dalam rangka menggoda Al supaya makin mengomel. Justru omelan Al membuat Zain merasa seperti ada suara nyanyian indah dan merdu yang membuat hari nya semakin indah. Bukan lebay sih, lah begitulah jika sedang jatuh cinta serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak.
"Aw, sakit sayang mending dipeluk lah daripada di cubit" ringis Zain yang berpura-pura.
"Apa sih kak lebay amat ga keras pun cubit nya" ucap Al dengan suara lirih karna dia merasa malu saat Zain memanggilnya sayang.
"Makanya, pegangan lah peluk pinggang kakak daripada nanti jatuh lah" ucap Zain sambil menarik tangan Al untuk dilingkarkan ke pinggangnya.
Al hanya menuruti tanpa berusaha menolak lagi,karna percuma lah. Zain justru membuat perjalanan mereka semakin lama, karna Zain ingin menghabiskan semakin lama bersama Al. Setelah sampai di rumah Al, Zain langsung menelpon orang suruhannya untuk membawakan motor nya ke rumah Al.
"Untuk besok, biar kakak jemput Al kesini sekalian ketemu papa kalo beliau ada, biarlah motormu ini disimpan saja dirumah" ucap Zain seperti perintah atau ultimatum bukan memberitahu.
"Lalu pulangnya gimana kak?"tanya Al.
" Pokoknya biar kakak yang antar jemput Al setiap hari, Al kirim jadwal kuliah Al di kedua jurusan biar kakak bisa tau kapan Al kuliah dan waktu pulangnya"ucao Zain kembali tanpa bisa di tawar-tawar lagi.
" Boleh kak, tapi lusa kayanya Al harus buru-buru ada sesuatu yang harus Al lakukan"ucap Al ragu untuk bicara karna takut Zain tau kalo dia mau mengikuti balapan itu. Al pun gak ingin Zain mengetahui sisi liar nya yang sudah mulai merasakan candu sensasi dari balapan liar yang sudah sering dia menangkan.
"Kakak a 1tau semua saat Al menelpon tadi pagi, Al mau berangkat ikut balapan yang di sebelah barat pinggiran kota kan. Apa begitu pembalap Jade A?"tanya Zain sambil memandang intens cewek pujaan hati nya ini.
Al sangat terkejut, bahkan Zain mengetahui julukannya di arena balap yang bahkan gak ada satu pun di luaran kecuali informannya yang tau soal ini.
" Da da darimana kakak tau? "tanya Al terbata-bata.
__ADS_1
Zain mengelus kepala Al dengan penuh kasih sayang kemudian menatap Al dengan intens.
"Kakak, udah curiga saat teman kakak cerita kalo ada pembalap yang akhir-akhir ini sering memenangkan balapan dimana-mana tapi tidak membuka identitas dirinya hanya bilang julukannya Jade A.Namun mereka bilang kemungkinan pembalap itu seorang perempuan, hal itu yang membuat kakak mencurigai My Jade.Kemudian kakak mendengar pembicaraan Al di telpon yang meyakinkan diri kakak kalo Jade A itu My Jade"jawab Zain menceritakan kecurigaan dan membuktikannya saat bertemu Al.
Al menghela nafas, dia kuatir Zain akan marah dan memaksanya agar tidak mengikuti balapan itu. Al pun memberanikan diri bertanya untuk memastikan pemikirannya.
"Apa kakak akan melarang Al ikut balapan itu. Al udah emnantikan ini lama loh kak, pliiisss jangan larang Al ya?pinta Al dengan sedikit memasang muka mengiba dan puppy eyes nya.
Zain terkekeh kecil dengan ekspresi Al seperti itu, namun di hati nya dia sangat gemaaassshh ingin rasanya dia membawa Al dan mengurungnya di kamar tidak boleh ada seorang pun yang melihat ekspresi menggemash kan Al seperti itu.
"Awas aja ya kalo Al memasang ekspresi seperti itu di depan cowok lain, akan kakak pastikan cowok itu kehilangan matanya juga Al akan kakak kurung di kamar supaya gak ada yang lihat kecuali kakak" ucap Zain gak jelas malah membuat Al bingung.
"Kakak ijinkan untuk sekarang, namun jika nanti Al kalah oleh King of Ice,Al harus nurut semua yang kakak bilang, ini taruhan ya?" tawar Zain supaya Al bisa sekali-sekali melarang Al balapan.
Al mengernyitkan alisnya, Al berpikir sepertinya harus mencari tahu dari Zain tentang King of Ice dan pembalap lainnya itu supaya bisa menang.
"Apa kakak mengenal mereka,boleh donk info nya. Berarti deal ya Al boleh ikut balapan itu?"tanya Al yang berharap mendapatkan informasi yang dia butuhkan.
" Tidak boleh curang ya, nanti Al akan bertemu mereka disana. Kakak berharap Al bisa lebih berhati-hati karna mereka bukan pembalap seperti yang selama ini Al tau, mereka hebat"jawab Zain dengan tersenyum simpul penuh misteri.
"Iya deh Al ga curang, yang penting kakak kasih ijin. Apa kakak mau ikut barengan sambil menonton Al balapan?tanya Al kembali.
" Kakak ada urusan, nanti kita bertemu disana aja. Saat ini kakak harus pulang, sampai besok lagi ya My Jade"ucap Zain sambil mengacak rambut Al dengan lembut sambil tersenyum dengan manis bahkan madu pun kalah manis, hehehe.
__ADS_1
Hari ini segini dulu ya gaiiiiss, besok ku sambung lagi lah dengan sesuatu yang lebih seru lagi bagi adrenalin jungky, apaan lagi, pokoknya nantikan...
Makasih banyak yang udah menanti dengan setia, yang kasih like komen dan gift, love you all 😍😍😍😘😘😘