
"Tidaaaaakkk.... Mama...." Al terbangun dari mimpi nya yang selama bertahun-tahun sering mengganggu tidurnya.
"Astaghfirullah... kenapa mimpi ini belum bisa terlepas dari ku" gerutu Al. Kejadian saat sang mama kecelakaan saat bersamanya di dalam mobil yang dikendarai mamanya, saat itu beruntung sang mama dalam keadaan seperti itu pun antara panik&kebingungan masih sempat berpikir untuk menyelamatkan sang putri dengan menyuruh Al membuka pintu mobil dan mendorong Aaliyah keluar dari mobil yang masih berjalan, sesaat sebelum mobil yang dikendarai mamanya menabrak sehingga menyebabkan mamanya meninggalkan Al untuk selama-lamanya sementara dia yg terluka dan tidak sadarkan diri di pinggir jalan tempat kecelakaan tersebut. Beruntung orang-orang sekitar situ segera memberikan pertolongan membawanya dan sang mama ke rumah sakit, Aaliyah selamat tapi tidak bagi mamanya yang meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Al yang sudahterlanjur terbangun dari tidurnya melihat jam weker yang berada di meja sebelah tempat tidurnya menunjukkan jam 3.15 pagi atau dini hari. Al memutuskan untuk bangun pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih kemudian melaksanakan sholat malam dan mengaji sambil menunggu waktu shubuh. Hal seperti itu sudah terbiasa dia lakukan setiap mimpi itu hadir mengusik tidurnya.
Papa nya Emir Sanjaya seorang pengusaha sukses walaupun bukan jajaran pengusaha tingkat atas namun banyak diperhitungkan juga dikenal oleh kalangan pengusaha tingkat atas yang menginginkan kerjasama dengan perusahaan Emir yang menjadi arsitektur bagi perusahaan-perusahaan besar yang memiliki proyek selain menyediakan desain juga menjadi pelaksana pembangunan yang dia desain sendiri. Maka dengan itu sejak kecil Aaliyah senang menggambar, bakat sang papa juga sang mama yang juga seorang pelukis juga keturunan seorang pebisnis menurun kepadanya keseluruhan. Al mengambil jurusan arsitektur di kampusnya, juga mengambil jurusan bisnis di saat bersamaan karna kecerdasan nya bisa mengambil 2 jurusan di saat yang hampir bersamaan.
__ADS_1
Hal itu dia lakukan pertama-tama untuk bisa lebih mendalami bidang yg jadi pondasi perusahaan yang dibangun kedua orang tua nya. Kedua untuk lebih menghindari waktu dia berada di dalam rumah bersama ibu tiri nya, istri baru papa nya yaitu Rada Gautama yang jika di depan papa nya bisa bersikap sangat manis, perhatian dan terlihat menyayangi Al tapi di belakang papa nya dia bahkan berani menghukum Al dengan mengurungnya di gudang tanpa diberi makan juga minum saat sang papa tidak ada di rumah. Itu terjadi setelah Rada menikahi papa nya baru 6 bulan saat itu Al masih berusia kurang dari 15 tahun karna sang papa baru memutuskan menikah lagi setelah sang istri meninggal selama 4 tahun, itu pun karna melihat perubahan karakter&sikap sang putri yang berubah total dari sebelum sang mama meninggal.
Beruntung saat itu ada pembantu kepercayaan sang mama juga penjaga rumah/satpam yang selalu merawat Al dari kecil, mereka bekerja sama membantu Al tanpa sepengetahuan Rada. Al hanya mengalami demam karna pengap nya gudang, juga hawa dingin yang menyelimuti gudang, Rada pun melaporkan kalau Al demam hanya karna terkena hujan kepada Emir yang di percayai begitu saja oleh Emir karna Al tetap bungkam tidak bercerita apapun.
Emir memutuskan menikahi Rada setelah 4 tahun kematian sang istri karna melihat Rada yang merupakan salah satu karyawan di perusahaannya terlihat perhatian kepada Al jika Emir membawa Al ke kantor. Rada selalu terlihat perhatian, sayang kepada Al, itu lah yang membuat Emir berpikir dan berharap jika kehadiran Rada yang baik dan perhatian akan membuat Al kembali seperti dulu. Al yang saat sang mama masih bersama nya adalah seorang gadis yang ceria, ramah bahkan berkesan cerewet, menjadi seorang yang pendiam, cuek, hampir tidak pernah tersenyum juga dingin dengan sekitarnya. Bahkan sahabat nya Devi Yolanda juga sepupu dari mama kandungnya yang bernama Airina Pratama yang sedari kecil sekolah bersama Al sangat bersedih dengan perubahan Al tersebut, namun keduanya tetap mendampingi bersama Al walau tak pernah sekalipun Al bercerita kondisinya kepada mereka berdua.
Sudah 4 tahun Emir menikah dengan Rada mereka tidak memiliki anak itu bukan karna Rada tidak bisa memberikan keturunan namun Emir yang sejak awal menikah dengan Rada menekankan jangan ada anak diantara mereka karna Rada harus fokus dengan Al itu syarat jika Rada ingin dinikahi, bahkan sejak menikah Emir hanya beberapa kali menyentuh Rada itu pun karna rengekan&akal licik Rada. Emir tidak hanya memberikan syarat seperti itu, dia pun melakukan vasektomi agar dia hanya memiliki Al sebagai putri&penerusnya, itu bukti rasa sayang kepada putri juga kesetiaan kepada almarhumah istri nya. Namun apa yang Emir harapkan dengan pernikahannya justru berbuah pahit, Al malah semakin dingin bahkan seperti nenjauh dari nya, itu lah yang membuat papa nya Al merasa menyesal memutuskan untuk menikah lagi, tidak ada kebahagiaan baik bagi dirinya juga putrinya. Emir pun merasa bersalah kepada Rada karna membawanya ke dalam situasi ini, makanya Emir membebaskan Rada untuk hidup banyak berteman/bersosialisasi dengan teman-teman sosialita nya karna Emir tidak bisa membahagiakan Rada seperti seorang istri sesungguh nya.
__ADS_1
Saat kecelakaan itu terjadi, Al dan mama nya mengendarai mobil menuju kantor papa nya karna mereka akan makan siang bersama juga membicarakan mau membuat acara seperti apa saat anniversary pernikahan orang tua nya. Mobil yang dikendarai Amira mengalami rem blong, beruntung di saat kritis Amira sempat menyuruh putrinya membuka pintu mobil kemudian mendorong nya agar selamat dari tabrakan dan sang mama tidak bisa melompat keluar dari mobil tersebut.
Sebelum kecelakaan tersebut terjadi Al dan mamanya sempat mengobrol, mamanya berbicara seperti memberikan wasiat terakhir untuk Al.
"Al sayang putri nya mama yang paling mama sayangi, ingat lah pesan mama jika nanti Al sudah besar atau dewasa saat mama gak ada bersama Al lagi, Al harus menjadi perempuan yang kuat,tangguh,mandiri, di luar terlihat keras tak terusik untuk melindungi diri kita, namun tetap penuh kelembutan juga kasih sayang terhadap keluarga dan orang-orang terkasih kita" ucapan sang mama terakhir kali sebelum kecelakaan itu terjadi yang selalu Al ingat dan terapkan saat ini.
Segini dulu ya, nanti ku lanjut lagi deh. Bener-bener gak berasa saat ini nyaris jam 3 dini hari, terlalu fokus dan asik jadi kebablasan. Semoga para readers suka dengan bab ini.
__ADS_1
Love you all
Hanupis, dari author receh, maaf kalau kurang menarik, maaf kan lah diriku ini 🤭🤭🤭🙏🏻🙏🏻🙏🏻