Cewek Ice Cube

Cewek Ice Cube
Prince Charming


__ADS_3

Al menghela nafas dengan begitu berat lalu menceritakan kegundahannya tentang mimpi-mimpi yang mengganggu tidurnya kepada kedua sahabat terbaiknya.


"Padahal dulu kamu sempat terapi kan Al?tapi malah traumatik itu muncul dalam mimpi ya Al?" tanya Devi yang kebetulan sudah menyelesaikan makannya saat itu.


"Emang nya kamu gak bicarain ini sama om Emir Al?tanya Ai.


Al hanya mengendikkan bahu tanpa menjawab pertanyaan kedua sahabatnya karna dia pun gak tau harus gimana, bahkan untuk menceritakan kepada papa nya pun enggan.


"Udah, sebentar lagi kita ada kelas bareng di jurusan bisnis kan?setelah selesai kelas kita bicarakan lagi masalah ini kita cari solusi bersama. Apalagi dosen yang mengajar kali ini katanya dosen baru, masih muda dan katanya ganteng lagi. Aku dengar kabar ini dari burung-burung yang bergoyang, eh salah itu rumput yang bergoyang ya he hehehe... "ucapan absurd Devi yang selalu jadi pengagum keindahan makhluk ciptaan Tuhan berupa cowok ganteng, itu yang jadi alibi nya jika Ai menegurnya. Padahal Devi tuh tidak mudah/belum pernah merasakan jatuh cinta.


Al hanya memutar mata malas dan berlalu mendahului kedua sahabatnya.


"Cowok ganteng mulu yang ada di otak mu Dev, kuliah yang bener, cowok di belakangmu pun ngantri tinggal comot aja, duuuhhh bener-bener deh ah" ucap Ai sambil geleng-geleng kepala berlalu mengikuti langkah Al menuju kelas yang harus mereka masuki sekitar 15 menit lagi.


"Dasar duo sahabat gak ada akhlak, yang satu ice cube yang susah banget diajak becanda, ngomong dan senyum pun aku sulit, yang satu lagi agak-agak pedes tapi emang selalu si paling bener sih" gerutu Devi sembari terkekeh mengingat tingkah mereka bertiga yang emang out the box beda semua. Devi mengutip kata-kata di sebuah iklan layanan masyarakat tempo dulu sambil berlari kecil menyusul kedua sahabatnya yang sudah lebih dulu berlalu dari tempat itu.


Kelas pun di mulai, dari pintu kelas masuk sosok pemuda tampan mungkin berusia sekitar 25 tahun atau lebih dengan perawakan tinggi, kulit eksotik dengan wajah perpaduan antara India dan bule Eropa gitu deh, karna dosen tersebut memiliki warna mata yang unik dibilang biru bukan, hijau pun kurang gimana gitu,apa ya namanya aku pun ga ngerti piiiss ya para readers.


Postur tubuh yang langsing memiliki tinggi sekitar 180 centimeter berat badan 73 kg namun berdada bidang, bahu sandaraible maksudnya dipake bersandar kayanya nyaman gimana gitu hihihi. Membuat mata para mahasiswi melotot dengan mulut menganga sambil meneteskan air liur seperti melihat makanan yang sangat lezat dan menggugah selera. Dosen muda tersebut memasuki kelas kemudian memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Hallo guys, kenal kan nama bapak Vindra Ali Khan dosen baru disini, biar nyaman dan ga terlalu formal sengaja gak panggil mahasiswa-mahasiswi ku. Di kelas kalian tetap memanggil pak, namun di luar kalian boleh menyapa dengan panggilan bro atau kakak atau apa lah senyaman kalian ya"ucap dosen muda tersebut.


"Wooowww, bapak gak kalah bersinar dari Prince Charming sejuta mahasiswi. Kakak tingkat kita yang sebentar lagi mau lulus itu loh,seger dan betah nih di kelas lama-lama juga"ucapan nyeleneh dan absurd Devi yang di amini alias di setujui para mahasiswi seluruh kelas kecuali Al dan Ai yang cenderung cuek setipe tuh mereka berdua. Para mahasiswa pun melihat dosen tersebut bukan sama kaya mahasiswi dengan pandangan memuja ya tapi pandangan iri dengan kesempurnaan fisik yang dimiliki dosen muda ini.


"ooohh, maksudnya Erik Michell Ferguson ya?mau tau bocoran info gak?" ucap dosen muda tersebut sambil memainkan alisnya menggoda sampai membuat para mahasiswi menjerit histeris bahkan ada yang melorot karna terpesona, istilah nya meleleh adek melihatmu bang hehehe. Walau tingkah nya sengklek tapi Devi malah bukan fokus pada fisik atau tingkah sang dosen tapi apa yang diucapkan dosen tersebut.


"Emang info nya apa pak, emang bapak punya hubungan dekat sama kak Erik?" tanya Devi sambil memangku dagu nya seolah-olah sedang berpikir keras.Hal itu justru membuat para mahasiswa-mahasiswi menoleh ke arah ya yang membuat para mahasiswa yang mengagumi nya gemeesssshh dan semakin menjadi pengagum nya lah.


" Kepo ya, mau tau apa mau tau banget?" jawab sang dosen muda sambil tetap dengan pose menggoda bagi mahasiswi yang melihatnya dengan terpesona.


"Wah, bapak gaul banget nih, mantaaap deh, aku acungin jempol 6 deh buat bapak. Tapi aku kan cuma punya 4 jempol sama jempol kaki itu pun, ya udah aku pinjem jempolnya kamu Siska" ucap Devi kepada teman yang ada di sebelah nya.


"Sudah, soal itu kita pending pembahasannya, lambat laun pun kalian akan tau info itu seiring waktu" potong dosen muda ini tidak ingin waktu mengajarnya terlalu banyak yang terbuang percuma.


"Dari tadi yang paling vocal itu kamu, boleh tau nama kamu?" tanya dosen muda tersebut.


"Ingat ya pak, jangan sampe lupa nama mahasiswi mu yang cantik ini. Tapi kalo aku perkenalkan diri harus serangkai dengan kedua sahabat ku karna kami sepaket tidak terpisahkan"ucap Devi terkekeh sendiri.


" Namaku Devi Yolanda, nama keluarga rahasia hihihi. Yang ini namanya Airina, yang dingin kaya es ini namanya Aaliyah nanti bapak jangan kaget ya walau mereka berdua berkesan cuek dan dingin tapi kami mahasiswi teladan pa bukan cuma mengandalkan kecantikan dan fisik kami, tapi kami punya otak yang dipake bukan di simpan di dalam lemari yang cuma sekali-kali dibuka, hehehe"ucap Devi memperkenalkan diri&kedua sahabatnya dengan semangat dan lengkap.

__ADS_1


"Good, bapak suka mahasiswa yang ga cuma punya tampang/fisik yang keren tapi juga memiliki daya pikir yang berbanding lurus dengan fisik nya jangan punya otak jongkok, ya gak?" jawab sang dosen.


"Ok, bapak ingin mengenal nama-nama kalian juga orangnya yang mana jadi bapak akan memanggil nama kalian sesuai absen, kan ada istilah tak kenal maka tak sayang, iya ga?" ucap sang dosen kemudian.


Setelah selesai mengabsen untuk mengenal para mahasiswanya.


Vindra memulai mengajar mata kuliah saat itu dengan pembawaan seorang dosen namun tidak Kaku juga mudah dipahami para mahasiswa nya sehingga mereka lebih mudah menyerap apa yang dijelaskannya.


Walaupun bawel plus nyeleneh Vindra tidak menyangka kalo Devi itu benar-benar bukan cewek yang punya fisik cantik dan bagus aja ternyata dia juga pintar. Al dan Ai yang sedari dia masuk hanya diam dan cuek namun saat mulai pembelajaran justru kedua nya aktif dan mudah memahami bahkan apa yang Vindra akan bahas hanya garis besarnya saja, namun karna mereka bertiga apa yang Vindra ajarkan menjadi detail dan semakin di mengerti oleh semua mahasiswa yang hadir.


"Tidak salah mama memaksa aku pulang kesini untuk melihat, menjaga kalau bisa menjadikannya sebagai istri ku, tidak hanya cantik tapi juga cerdas beruntungnya aku menuruti keinginan mama, tak ada penyesalan" monolog Vindra dalam hatinya entah ditujukan kepada siapa.


OK guys, hari ini segini dulu ya, inshaa Alloh besok aku lanjutin...


Kalau gak gabut nanti malem up lagi, tapi ga janji ya 🤭 🤭 🤭 🤭


Makasih udah mampir, jangan lupa dukungan nya,like,koment&gift ya...


Love you All

__ADS_1


__ADS_2