Cewek Ice Cube

Cewek Ice Cube
Sahabat


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Al akan sarapan bersama papa nya Emir Sanjaya, juga ibu tiri nya Rada Gautama walau sebenarnya Al lebih suka makan bersama pembantu sekaligus pengasuhnya bi Sumi yang menemani sejak kecil juga suami nya yang merupakan satpam/keamanan di rumah nya mang Soma karna hanya dengan mereka berdua Al lebih terbuka juga dekat setelah mamanya meninggal.


"Al, hari ini tante mu akan datang, apakah bisa jemput tante mu Erina di bandara, pakai lah mobil mu jangan selalu emak Ai motormu itu sayang?" kata tuan Emir.


"maaf pa, tapi Al ga bisa ada kegiatan di kampus yang gak bisa ditinggalin" jawab Al tanpa sedikit pun mengangkat wajah berbicara kepada papa nya, Al hanya berusaha menikmati sarapannya dengan secepat mungkin supaya bisa segera keluar dari rumahnya.


"ya udah, nanti papa suruh sopir kantor jemput tante mu" ucap tuan Emir sambil menghela nafas menghadapi sikap cuek dan dingin putri nya yang semakin hari serasa semakin menjauh darinya.


Setelah menyelesaikan sarapannya Al pamit kepada papa nya sambil me cium tangan sang papa karna Al selalu menerapkan bakti dan sopan santun yang sedari dia kecil selalu diajarkan juga di biasakan mamanya sewaktu masih hidup. Al menuju garasi kecil terpisah tempat motor kesayangannya di simpan terpisah dari garasi yang dimiliki tuan Emir dimana semua kendaraannya terparkir disana baik mobil miliknya, mobil Rada juga mobil Al yang tuan Emir belikan sebagai hadiah ulang tahun Al yang ke 17 tahun, namun Al sangat jarang memakai nya karna Al lebih suka memakai motor peninggalan mamanya yang membeli motor sport tersebut tiba-tiba saat Al berumur 9 tahun entah untuk apa juga karna apa. Di garasi tersebut Al mempelajari seluk beluk tentang motor baik mesin, juga memodifikasi nya bersama mang soma yang mengerti tentang mesin karna dulu nya dia lulusan SMK teknik mesin.


"non, mau berangkat kuliah pake si black lagi ya? Padahal tuan sudah memberikan mobil supaya non bisa lebih nyaman" ucap bi Sumi saat melihat putri majikannya yang sedang bersiap-siap di garasi dimana Al dan mang Soma suami nya sering menghabiskan waktu dengan hobi kedua nya yang sama-sama kepo berat dengan modifikasi mesin dan body motor sport.


"Apa dengan memakai motor kita lebih tidak aman daripada mobil bi, apa dengan memakai mobil kita bisa terhindar dari kecelakaan fatal yang bahkan dengan mobil mama terenggut nyawa nya meninggalkan aku seperti sekarang bi" ucap Al dengan getir mengingat kembali kecelakaan yang terjadi pada mama nya, ucapan segitu pun merupakan ucapan panjang kali lebar kali tinggi, yang biasa Al utarakan hanya ketika bersama bi Sumi atau mang Soma.


"Maafin bibi non sayang, bibi hanya kuatir saja apalagi mang Soma sering cerita kalau akhir-akhir ini non makin sering balapan, bibi takut non kenapa-kenapa, hanya non satu-satu nya tempat bibi mencurahkan kasih sayang bibi sebagai seorang ibu, seorang ibu pasti kuatir jika anak nya kenapa-kenapa"bi Sumi pun merasa tidak enak hati dan bersedih karna kata-kata Al juga mengingatkan nya akan putri satu-satu nya yang meninggal karna sakit saat berumur 5 tahun yang kalau masih ada akan seumuran dengan Al, sampai sekarang bi Sumi dan mang Soma tidak dikaruniai keturunan lagi, maka dari itu kedua nya mencurahkan kasih sayang mereka kepada Al yang sudah mereka anggap anak sendiri.

__ADS_1


"Al juga minta maaf bi, Al tau bibi sayang sama Al, gak apa-apa kok" ucap Al sembari memeluk sosok wanita berusia 38 tahun tersebut yang sedari Al berusia 5 tahun pasangan suami istri itu mulai bekerja di rumah nya setelah kematian putri mereka.


"Jangan lupa ini bekalnya, bibi sudah siapkan porsi nya double ya karna bibi tau kalo non Devi dan non Ai pasti menanyakan bekal dari bibi dan merecoki non Al deh, hihihi" ujar bi Sumi yang tau kebiasaan kedua sahabat Al yang sengaja merecoki apa yang jadi bekal Al supaya bisa melihat ekspresi sekecil apapun atau bikin Al marah,namun tidak berhasil.


Al pun menyalami bi Sumi seperti yang terbiasa dia lakukan, bersiap dengan motor kesayangannya yang selalu dia gunakan kemana pun bahkan suka dia gunakan untuk mengikuti balapan liar berhadiah yang dia lakukan saat papa nya tidak ada di rumah.Al bekerjasama dengan mang Soma jika akan balapan karna mang Soma yang membantu Al mengurusi persiapan motor nya juga bagaimana dia keluar dari rumah serta pulang balapan.


Sesampainya di kampus setelah memarkirkan motor kesayangannya yang Al beri nama Black Survivor karna Al berpikir apapun yang terjadi Al tetap berusaha bertahan hidup di dunia ini meskipun menurut ya sudah gelap atau hitam sejak meninggal ya sang mama apalagi saat papa nya menikah lagi Al harus bertahan ditemani peninggalan mama nya yaitu motor itu.


Al memiliki tempat favorit untuk dia bersembunyi/menyendiri, tempat itu agak jauh dari pandangan mahasiswa-mahasiswa sekitar karna agak tersembunyi oleh deretan pohon-pohon besar juga bukan area utama kampusnya. Al merenung memikirkan mimpi nya yang masih juga belum bisa hilang sepenuh ya meskipun sudah tidak terlalu sering mengganggu tidurnya. Tanpa Al sadari selama dia sering datang ke tempat ini yang menjadi tempat persembunyian favoritnya ternyata sudah ada yang lebih dahulu menjadi pemilik persembunyian sekitar situ. Seorang cowok tampan, tinggi, bermata coklat muda/coklat terang yang dengan tajam nya selalu memandang Al selama hampir setahun Al kuliah disitu.


Saat keduanya tenggelam dalam kesibukannya masing-masing tiba-tiba datang 2 orang cewek cantik yang memutus pandangan pemuda tampan tersebut dari memandang seseorang yang dia kagumi tersebut,sehingga pemuda tersebut berdecak dan berlalu dari tempat persembunyiannya.


"ngelamun aja Neng, ntar kesambet repot lah" ucap seorang cewek yang menepuk pundak Al. Cewek cantik ramah, ceriwis terkadang bawel yang jadi idola banyak cowok karna keramahannya itulah salah satu sahabat Al yaitu Devi Yolanda.


Al hanya memutar mata malas, tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Begitu lah sikap Al yang sering membuat sahabat-sahabatnya gregetan. Al membuka tas nya dan memberikan bekal dari bi Sumi kepadanya tanpa berucap sepatah kata pun.

__ADS_1


"Yaa Alloh ditanya bukannya jawab malah ngasih makanan, dasar ice cube, tapi makasih banyak sayang tau aja aku lagi lapar" ucap Devi sembari mengambil kotak makan tersebut sambil tertawa terkekeh.


"Al, apalagi yang mengganggu pikiranmu, coba lah lebih membuka diri sama kita kaya waktu kita masih kecil dulu, karna kita selalu ada disini sama kamu apapun dan sampe kapan pun, ga cape apa diem mulu" ucap Airina. Terkadang Ai pun kesel dengan sahabat sekaligus sepupunya itu yang sejak mamanya meninggal malah menjauh dari keluarga juga sangat dingin kepada semua orang. Beruntung Ai&Devi ga pernah nyerah berusaha mendekati dan menemani Al jadi mereka bertiga masih tetap bisa sama-sama sampe sekarang.


"Kita bertiga itu sahabat rasa saudara Al, jadi apapun yang salah satu dari kita rasakan baik itu hal membahagiakan atau pun menyedihkan, kita akan menghadapinya bersama bertiga karna itu lah guna nya sahabat" ucap Devi sambil tetap memakan makanan titipan dari bi Sumi.


Al hanya dapat menghela nafas sebelum dia bercerita kepada para sahabatnya.


Lanjut lagi nanti ya semua, harus istirahat lebih cepat buat ganti yang semalam nih, inshaa Alloh besok aku usahain up lagi...


Makasih dukungannya, biarlah kebaikan semua dibalas Tuhan Yang Maha Esa, sekali lagi makasih semua...


Love you all sekebon Pete ❤️❤️❤️❤️😂😂😂😂


Salam othor pemula....

__ADS_1


__ADS_2