
Gaaaiiisss kita tinggalin dulu Dandi yang sedang terkejut dan usaha buat pdkt sama Devi sekaligus mengabulkan keinginan mamihnya yang pengen punya calon mantu.
Ai yang merasakan nyeri di kaki nya berjalan pelan menuju tempat parkir mobil diiringi Erik. Sebenarnya Erik greget dan ingin secepatnya menggendong Ai dan memasukannya ke mobil, namun Erik masih menghargai Ai yang sekarang ini bukan siapa-siapanya.
Setelah sampai di parkiran, Erik menuntun Ai untuk menuju mobilnya yang setelah insiden tadi, Erik menyuruh sopir di rumahnya untuk membawakan mobilnya dan membawa pulang motor yang tadi pagi dia pakai.
Mereka berdua pun berangkat menuju rumah Ai dengan tidak terburu-buru karna Erik masih ingin mengobrol dan mengenal sosok cewek satu ini.
"Ai, gimana kalo kita makan dulu sebelum pulang?"tanya Erik memecah keheningan diantara keduanya sedari tadi.
" Kayanya ga usah deh kak, aku gak mau ngerepotin, jalanku kan lama tadi aja kakak pasti kesal mengiringi jalanku menuju tempat parkir"jawab Ai.
"Nah kan ajaib, gimana dia tau aku greget nemenin dia jalan dan pengen cepet gendong aja rasanya?" monolog Erik yang hanya bisa diucapkan dalam hatinya.
"Gak gitu sih, kakak bukan kesel cuma rasanya pengen cepet sampe mobil tadi ga tega liat kamu kesakitan kayanya" jawab Erik sambil menyetir.
Keduanya kembali terdiam, karna emang Ai tipe gadis yang ga terlalu rame kaya Devi tapi ga seirit Al juga dalam komunikasi. Saat mobil Erik sudah memasuki kawasan dimana rumah Ai berada dia merasa familiar dengan tempat tersebut karna daddy nya pernah mengajaknya pergi ke tempat rekan bisnisnya di daerah situ.
Ai mengarahkan Erik menuju rumahnya dan semakin dekat Erik semakin yakin jika yang dia tuju adalah rumah yang pernah dia datangi dengan sang Daddy.
Benar aja saat Ai bilang itu rumahnya ternyata memang benar Erik mengenali rumah itu milik rekanan bisnis daddy nya yaitu Havier Eka Pratama.
"Bentar Ai, ini kan rumah tuan Havier Eka Pratama, kamu anak beliau?" tanya Erik.
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan Erik, Ai malah bertanya balik.
"Darimana kakak tau nama papaku, emang kenal darimana sama papa?" tanya Ai.
Erik terkekeh mendengar Ai justru balik bertanya bukannya menjawab pertanyaannya, ga cuma ketawa Erik bahkan tanpa sadar mengusap kepala Ai dengan lembut diiringi kekehannya.
Deg deg deg tiba-tiba jantung Ai berdetak lebih cepat karna mendapatkan perlakuan tiba-tiba dari Erik seperti itu, Ai pun terkejut sampe membeku gak melanjutkan ucapannya.
Erik yang sudah turun dari mobil nya setelah sampai di rumah Ai membuka kan pintu mobil untuk Ai yang masih termenung karna perlakuan Erik tadi.
"Ai, ayo turun atau mau kakak gendong aja nih?" tanya Erik seraya sedikit menggoda Ai.
"Iissshh apaan sih kak..."jawab Ai.
Mereka berdua pun memasuki rumah itu setelah mengucap salam menuju ke dalam rumah.
"Ga usah Ai, kaki mu kan masih sakit, apa kamu kuat naik tangga ddngan kondisi kaki seperti itu?"tanya Erik mengkhawatirkan kondisi Ai.
Saat kedua nya sedang membahas kondisi Ai, tiba-tiba dari arah dapur muncul sosok wanita yang masih cantik walaupun usianya diperkirakan sekitar umur 40-an.
" Ai, ada apa ini, ini siapa?"tanya wanita tersebut yang ternyata mama nya Ai.
Mama nya Ai tidak melihat wajah pemuda yang bersama putrinya karna posisi Erik membelakangi arah darimana mama nya Ai muncul. Mendengar asmda suara seorang wanita memanggil Ai spontan Erik pun membalikkan tubuhnya menghadap wanita tersebut.
__ADS_1
"Hai tante, ketemu lagi kita disini" ucap Erik sambil menyalami wanita yang merupakan mama dari Ai sekaligus istri dari rekan bisnis daddy nya.
"Wah ternyata anaknya tuan Ferguson ya, kok bisa sama-sama Ai ya?" tanya mamanya Ai.
"Iya tante, ada sedikit insiden kecil sehingga kaki Ai agak terluka dan bengkak. Sebagai perwujudan tanggung jawabku yang gak sengaja melukai Ai jadi Erik nganterin Ai ke rumahnya yang ternyata adalah anak dari Om Havier" jawab Erik sambil tersenyum canggung, takut kena marah mamanya Ai.
"ooohhh baiknya kamu sayang, manisnya" ucap mama Ai sembari tersenyum.
Bukannya marah karna putri nya terluka, mama Ai yang bernama lengkap Aletha Putri Yudhistira mempersilahkan Erik untuk duduk dan memintanya untuk menceritakan kejadian tersebut. Mendengar cerita dari Erik, wanita yang masih terlihat cantik dan muda di usianya yg sudah menginjak diatas 40 pun hanya tertawa.
"Jadi teman nak Erik yang juga sepupunya Devi itu bersama dengan ponakan tante yang irit ngomong itu dan keduanya tipe orang sama-sama kaya es gitu?" tanya mama Ai sambil masih dengan tawanya.
"Ya begitulah kira-kira" jawab Erik yang ikutan terkekeh mengingat kejadian tadi.
"Ya udah, nanti Ai minta bibi buat mengurut kaki Ai supaya cepet sembuh. Apalagi malam ini sahabat papa dan almarhum tante mu yang sudah bertahun-tahun gak ketemu mau kesini loh, makanya dari tadi mamama masak" ucap mama Ai.
Ai yang mendengar hal itu mengingat ucapan pak Vindra jika dia akan datang menemui keluarga Ai pada malam ini.
"ooohh pa Vindra dan mamanya ya, tadi pa Vindra udah bilang suruh aku tanya apa papa kenal dengan namanya Syahira Rajendra, gitu katanya" ucap Ai dengan datarnya.
"Apa, tante Syahira?" tanya Erik dengan terkejut.
Nah loh gimana nih kelanjutannya? Nanti ya othor receh ini lanjutin karna beberapa hari ini sibuk banget di RL.
__ADS_1
Makasih buat semua yg mau nunggu, jangan lupa ritual likom, video iklan& bunga/kopinya.
Love you all