
Perjalanan menuju kampus yang biasanya hanya di tempuh dalam setengah jam aja dari rumah Al, hari ini ditempuh dalam waktu 45 menit karna Zain ingin menikmati kebersamaannya dengan Al selama mungkin.Bucin mode on mulai di jabanin nih si King of Ice alias coolkas berjalan,hehehe.
Setelah mereka sampai di parkiran motor, kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu merasa dunia milik berdua, yang lain numpang ngontrak doank. Udah numpang ngontrak lagi duuuhhhh. Kedua nya tidak menyadari jika tidak jauh di tempat mereka berada, disitu ada dua cowok tampan yang memperhatikan mereka berdua sambil menggelengkan kepala melihat kebucinan akut sohibnya.
"Ternyata kalo coolkas udah ketemu pawangnya, padahal sama-sama dingin ternyata lebih sweet daripada madu bahkan berkesan hangat banget ya Rik" ucap Dandi.
"Sumpah Ndi, akan kulakukan yang lebih sweet dan lebay jika cewek kaya gitu jadi pasanganku, sayangnya tuh King es balok yang beruntung banget, huuuhh" ucap Erik sambil menghela nafas meratapi ketidak beruntungannya.
"Huuusss, jangan jadi pebinor loh mau mati kamu di tangan tuh es balok" ucap Dandi memperingati sahabatnya itu.
"Gak lah Ndi, aku cuma merasa tidak beruntung aja, mudah-mudahan aku disegerakan ketemu belahan jiwaku kaya tuh si coolkas berjalan" keluh Erik.
"Aamiin, mudah-mudahan segera Rik. Aku sih udah nemu, walau berat jalanku karna dia mengagumi cowok lain dan juga belum tentu dapat ijin sodaranya, tapi aku akan berjuang untuknya" ucap diplomatis Dandi sambil mengepalkan tangannya menekuk lengan tanda semangat.
Disaat Zain dan Al akan berlalu dari tempat parkir tiba-tiba ada suara seorang cewek memanggil Al.
"Al...." teriak cewek tersebut yang ternyata adalah Devi.
Devi mendekati Al yang sedang bersama Zain yang tanpa sadar masih menggenggam tangan Al. Devi pun menghampiri kedua nya tidak sendiri tapi sama Ai juga. Devi yang nyeleneh namun perhatian juga lumayan teliti dengan situasi asal tidak berhubungan dengan diri nya sendiri aja, melihat abang sepupunya yang menggenggam tangan Al pun tidak tahan untuk menggoda kedua nya.
"Cieee ciiiee abang beruang kutub utara, mau ngajakin Al nyebrang kemana nih pake gandengan segala?" tanya Devi sambil menaik turunkan alisnya menggoda abang dan sahabatnya.
Al yang walaupun dingin tapi masih ada malu dan risih jika depan orang lain berbeda dengan Zain yang bener-bener cold bin cool. Al berusaha melepaskan tangan Zain walau dengan wajah yang masih aja datar, rata lurus kaya jalan tol. Berbeda dengan Zain yang tetap tidak melepaskan genggamannya malah menjawab keisengan sang sepupu.
__ADS_1
"Kenapa emangnya, sirik lo ga punya gandengan?" jawab Zain dengan nada datar sambil berlalu tetap menggenggam tangan Al.
Jleb, jedeeerr, savage dan damage nya boss tuh si coolkas berjalan, sepupu pun ga terlewat, hahaha.
Devi hanya bisa cengo dan melongo mendengar jawaban sepupunya itu,Ai juga ikutan terkejut walau ga separah Devi.
"Gila, savage dan damage nya Al pun kalah menurutku. Yakin itu sepupu mu Dev?" tanya Ai yang ga percaya karna sifat kedua sepupu itu bertolak belakang bagaikan air dan api.
"Dulu ga gitu loh Ai, tapi sejak terpaksa berpisah dengan Al makin kesini makin parah deh. Tapi yang kemaren kulihat sama Al itu abang Zain apa bukan ya, soalnya sweet dan hangat banget sama Al?" ucap Devi yang malah kebingungan dan menggaruk kepalanya yang gak gatal.
Saat kedua nya tercenung melihat sejoli tersebut melangkah pergi, tanpa kedua cewek itu sadari ada dua cowok tampan yang mendekati kedua nya sambil memamndang ke arah yang sama.
" Tuh kan Rik, sepupu nya sendiri pun kena tuh sama si coolkas berjalan lah apalagi kita. Kayanya cuma cewek itu yang bisa mencairkan si es balok"ucap Dandi ketika sampai di dekat Devi dan Ai.
Mendengar ada cowok yang berbicara di sebelah mereka, Devi dan Ai menoleh ke arah para cowok ini tapi tetep berniat menyusul dua sejoli itu.
" Ooohhh ada kronco nya bang Zain ternyata disini juga. Ya udah kita duluan nyusul tuh sejoli yang lagi di mabuk asmara, yuk Ai" ucap Devi yang kemudian berlalu bersama Ai.
"Wah Ndi, ternyata ga cuma Jade A yang gak mempan dengan pesonaku ternyata kedua sahabatnya pun gak ngaruh ya, menarik ini Ndi, yuk ikutin mereka?" ucap Erik yang merasakan pesona nya sebagai most wanted mulai luntur.
"Lah, bukan pesona kita yang salah atau berkurang Rik, mereka aja yang cewek spesial beda dengan kebanyakan. Jom kita susul mereka" jawab Dandi ikut menjejeri langkah sahabat dan kedua cewek yang sudah lebih dulu beranjak dari tempat parkiran itu.
Keempat orang yang menyusul Zain dan Al di depannya langsung menjadi pusat perhatian, secara 3 most wanted boys sama 3 most wanted girls berjalan bersama. Meskipun mereka berjalan ga beriringan bersama atau berpasangan namun membuat semua mata yang melihat terbelalak. Formasi nya Zain dan Al paling depan, disusul Devi dan Ai tepat dibelakangnya, kemudian Erik dan Dandi dibelakang kedua cewek itu.
__ADS_1
"My Jade, mau langsung ke kelas atau cari tempat buat nunggu atau ke kantin dulu karna kelas baru dimulai sejam kurang lagi kan?" tanya Zain sembari menghentikan langkahnya mendadak sambil menunggu keputusan Al.
Nah loh itu babang es balok ngerem mendadak loh yang hampir aja kedua nya ditabrak Devi yang kepo, namun gak dengan Ai yang entah gimana bisa memprediksi hal itu.
Ai yang bisa memprediksi hal tersebut justru berhenti dan memiringkan tubuhnya juga bergeser ke pinggir. Alhasil yang dibelakang mereka Devi dan Ai pun tidak bisa terhindar dari tabrakan beruntun itu, terutama Devi dan Dandi yang bertubrukan dan hampir terjatuh kedua nya. Jika Erik tidak reflek sedikit menarik baju Dandi sepertinya akan terjadi insiden terjatuh dengan posisi Dandi menindih Devi, namun karna tarikan itu membuat badan Erik pun oleh dan terhuyung ke arah Ai berdiri dan sedikit menubruk Ai jika saja Ai tidak menahan tubuh Erik mungkin jatuh juga.
Dandi yang masih bisa sedikit menjaga keseimbangan karna tarikan Erik pun dengan reflek justru memeluk Devi yang hampir saja terjatuh.
Deg deg deg tiba-tiba jantung kedua nya berdetak lebih cepat dengan posisi Devi dalam pelukan Dandi namun matanya terpejam karna prediksi nya dia akan terjatuh. Namun ketika dia tidak kunjung merasakan sakit karna terjatuh dia mulai membuka matanya dan saat itulah kedua pasang mata itu bertemu dalam jarak yang begitu dekat.
Kedua nya terdiam dan juga tidak kunjung sadar posisi mereka yang berpelukan.
Begitu juga dengan Erik yang badannya ditahan Ai tanpa sengaja kakinya menginjak kaki Ai. Ai bukannya berteriak seperti cewek umumnya, dia hanya meringis kesakitan dari situ lah Erik tersadar kalo dia menginjak kaki Ai.
Nah kan tuh dibalik insiden ngerem mendadak babang Zain, membuat 3 sahabat cewek vs 3 sahabat cowok mungkin menemukan pasangannya masing-masing. Mungkin ini istilah yang dinamakan dibalik musibah ada berkah, ciiieee ciiieee mudah-mudahan ini pasangan sebenernya sampe nanti ya.
Maaf ya gaaaiiisss, agak lambat up, si kecil agak kurang sehat jadi susah buat nulis.
Beberapa hari kedepan atau seminggu ke depan mungkin up lambat juga, tapi mudah-mudahan sih bisa up siangan lah.
Jangan lupa likom video iklan&gift nya ya, makasih banyak ya...
Lop you all.
__ADS_1